Antara Analisis dan Analisa

17 Januari, 2007

Banjarmasin, 17 Januari 2007

analyse (US analyze)
· v.
1 examine methodically and in detail the constitution or structure of. Ø identify and measure the chemical constituents of.
– DERIVATIVES analysable adj. analyser n.
– ORIGIN C16: influenced by Fr. analyser, from med. L. analysis

analysis /@”nalIsIs/
· n. (pl. analyses /-si;z/)
1 a detailed examination of the elements or structure of something.
– ORIGIN C16: via med. L. from Gk analusis, from analuein ‘unloose’.

Coba kita cermati empat kalimat di bawah ini:

  1. “Menurut analisa saya, WordPress memang lebih keren daripada Blogger”
  2. “Mas Fertob sedang menganalisa fenomena yang terjadi pada Wadehel dari sudut pandang Psikologi”
  3. “Mari kita menganalisis bagaimana Matt bisa membuat layanan blog sekeren WordPress.”
  4. “Saya sedang membuat analisis mengenai tumbuh kembang blogosphere”

Nah, lalu di mana letak perbedaan antara analisa dan analisis?
Jawabannya sebenarnya simpel: analisa adalah kata kerja, sedangkan analisis merupakan sebuah kata benda. Itu jika kita merunut dari asal kata keduanya.
Kedua kata ini adalah kata serapan, berbeda artinya, berbeda penafsirannya. Kalau akhirnya sering terjadi kerancuan di antara keduanya, itu tidak lebih dari ketidak sadaran kita yang kerap “ketelingsut” dalam pemilihan diksi.

Kalimat (1) dan (3) merupakan contoh kalimat di mana terjadi kesalahan pemilihan kata, yang seolah-olah tidak terasa.
Kalimat (2) dan (4) juga sering kita pakai DAN BENAR, tapi kita terkadang tidak bisa membedakan (dengan yang salah seperti kalimat (1) dan (3)) yang mana yang seharusnya kita gunakan.

Jadi, mari membuat analisis, mari kita menganalisa apa saja.

Sekian kursus Bahasa kita hari ini.

Entry Filed under: Analisis Sok Kritis. Tag: , , .

21 Comments Add your own

  • 1. ekowanz  |  17 Januari, 2007 at 6:54 pm

    wahh….masa2 sma yah :D

    Balas
  • 2. fulan  |  18 Januari, 2007 at 4:16 am

    Jadi 4 contoh itu maksudnya contoh salah tapi sering dipakai ya …ooo.
    *manggut-manggut seolah ngerti, padahal puyeng*
    Ampun deh, kalo tentang bahasa yang benar, saya kursus aja. :D

    Balas
  • 3. manusiasuper  |  18 Januari, 2007 at 9:16 am

    kalo “ana” sama “antum” apa bedanya ndul?

    Balas
  • 4. helgeduelbek  |  18 Januari, 2007 at 4:13 pm

    Jadi judul pos-posan saya Diagnosis & Analisis Blog itu bener atau salah yah?

    Wah jadi polisi EYD nih. Damai saja dah pak. :)

    Balas
  • 5. Amd  |  18 Januari, 2007 at 6:03 pm

    @ ekowanz
    (Haduh, masuk akismet lagi… IP-nya aneh banget sih kali ya?)
    Hehe… namanya anak Bahasa, tapi bukan itu kok, penyebabnya, lantaran baca salah satu komentar di salah satu blog aja yang ketukar dalam penggunaan dua kata tsb.

    @ fulan
    Weleh, ada yang kelewat tidak saya tulis tuh, sudah saya revisi sekarang. Sorry, makasih atas konfirmasinya.
    *ikutan manggut-manggut*

    @ manusiasuper
    Tanya sama yang mentoringnya dapat A aja napa!

    @ helgeduelbek
    Yah sama juga, Pak… Diagnose (v) dan Diagnosis (n), jadi judulnya bener aja…
    Silakan lewat, Pak(masukin duit ke kantong :D ).

    Balas
  • 6. Anang  |  18 Januari, 2007 at 11:40 pm

    wah asik nih bisa dapat kursus bahasa indonesia gratis…

    kalau seriosa sama seriosis?
    laktosa sama laktosis??

    ehehehe ngawurzzz…

    #manusia super: ana itu tunggal antum itu jamak

    Balas
  • 7. Amd  |  18 Januari, 2007 at 11:58 pm

    @ Anang
    Woi ngawurzzz!
    ana itu tunggal, kalau jamaknya anas!

    Tambah ngawur kan?

    Balas
  • 8. fulan  |  19 Januari, 2007 at 1:18 am

    ikut awur-awuran boleh kan…
    @ yang mbahas ana:
    anus itu tunggal, ani jamak, lha ana itu anus yang amat sangat buanyak, jejer-jejer.
    Perkara anus tanya pak dokter Dani aja yuk.
    Makanya kalo punya anak jangan kasih nama Ani.
    *ngawur poll*

    Balas
  • 9. mrtajib  |  19 Januari, 2007 at 4:45 pm

    1. Ayo terus nulis sampai blognya mampus
    2. Menulislah terus sampai commentatornya marah-marah

    Opo bedane kang?

    Balas
  • 10. Amd  |  19 Januari, 2007 at 9:40 pm

    @ fulan
    hussss! Saru iki!

    @ mrtajib
    1. mampusnya karena apa?
    2. marahnya karena apa?

    Apa mampus diracun sama komentator-komentator yang marah?

    Halah posting ginian kok bikin pusing admin blog ini!

    Balas
  • 11. Luthfi  |  20 Januari, 2007 at 11:37 pm

    ke-11
    *jadi keeper gawang persikabo*

    Balas
  • 12. Amd  |  22 Januari, 2007 at 12:33 pm

    @ luthfi
    ke-12
    *jadi cadangan*

    hehe.. pengen ikutan nyampah

    Balas
  • 13. fertobhades  |  26 Januari, 2007 at 1:11 am

    dulu waktu bikin laporan selalu dikritik soal bahasa… ampun deh kalau masalahnya bahasa, mending bahasa inggris saja kali ya.. ? :-)

    Balas
  • 14. Amd  |  26 Januari, 2007 at 8:58 pm

    @ Fertobhades
    Halah, saya dulu waktu bikin skripsi juga, walau pake Bahasa Inggris tetap aja banyak kritikannya. Ambil baiknya aja deh Mas, paling tidak membangun budaya Bahasa Indonesia yang baik dan benar, hehe…

    Balas
  • 15. agorsiloku  |  26 Februari, 2007 at 12:19 am

    dulu, kata teman; kita nunut dengan belanda. Jadi “kwalitet” bukan “kualitas”. begitu juga analisa (bahasa bldnya apa ya : analyzer?) jadi analisa. Sekarang nunutnya bahasa ke bule inggris, jadi analisis. Entah mana yang benar. Yang lucu jadual, bukan jadwal. Padahal jadwal katanya bukan dari bahasa inggri, tapi bahasa sanskert gitu, jadi mustinya tetap jadwal. Jadwal saja atau skedul. Tapi, di PPM JKT paling doyan bilang JADUAL mungkin mirip bahasa inggris GRADUAL. Jadi ber UA-UA.

    Balas
  • 16. Amd  |  26 Februari, 2007 at 1:24 am

    Nah, itu! Bahasa Indonesia ini kok ya menurut saya terlalu mudah menyerap unsur-unsur bahasa asing lain, yang bahasa Inggris, Belanda, Portugis, Arab, India, dll ya?

    Balas
  • 17. saputro  |  13 November, 2007 at 5:53 pm

    tlg bantuin aku
    aku ingin minta materi tentang derivatives (prefix,sufix,dll)
    kirim di emil saya

    Balas
  • 18. s. purwanto, bogor  |  13 Januari, 2008 at 4:37 pm

    kalau tidak salah, analisa itu jenisnya kata benda bila mendapat imbuhan me- menjadi menganalisa, menganalisa termasuk jenis kata kerja. Sedangkan analisis berjenis kata sifat, dalam bahasa indonesia imbuhan -is bermakna memiliki sifat contoh kata lain kapital-kapitalis, material-materialis, sosial- sosialis dsb. Kata jadual dan jadwal dalam bahasa Indonesia yang benar adalah jadwal bukan jadual.

    Bahasa Indonesia memang memiliki sifat terbuka untuk perbendaharaan kata. Terbukti bahasa Indonesia menyerap kata-kata dari bahasa daerah yang ada di Indonesia dan kata-kata dari bahasa asing. mungkin kita tidak sadar kata sekolah, pensil, gelas, bus, buku, kursi, lemari dan masih banyak lagi berasal dari bahasa asing. Coba kalau tahu kata-kata tersebut dari bahasa mana dan asal katanya apa?

    Akhir-akhir ini kita sering mendengar laporang reporter RADIO dan TELEVISI pemakaian kalimat: MANTAN PRESIDEN SOEHARTO SEDANG ……………. Kalimat itu tidak tepat seharusnya MANTAN PRESIDEN RI, SOEHARTO………. atau SOEHARTO, MANTAN PRESIDEN RI ……………

    Balas
  • 19. Amed  |  16 Januari, 2008 at 11:26 am

    Kalau tidak salah lagi, untuk kata sifatnya kan ada “analitis” Pak? Asal kata dari analytic

    Kata-kata yang lain bisa dicek ejaannya di sini dan di sana.

    Balas
  • 20. Mpu Gondrong  |  15 April, 2009 at 3:37 pm

    Yang saya ingat, anal-isis atau anal-isa itu masuk katagori terlarang di squid filter, karena kata anal tadi. Terpaksa harus masuk di white-list, jikalau ada situs yg menggunakan kata tersebut.

    Balas
  • [...] http://amed.wordpress.com/2007/01/17/antara-analisis-dan-analisa/ (diakses Sabtu, 18 April 2009). [...]

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pamer

RSS My New Blog

Komen Terbaru

akarimomar di Ahadith Dan Najd
DenBagoes di Belajar Video Editing
Amd di Being A Teacher
ManusiaSuper di Being A Teacher
Parman di Belajar Video Editing

Posting Terbaru

Posting Terhangat

Arsip

RSS Jelajah

Blogroll

Akismed

Metamed