Saya Resah

28 Maret, 2007

Banjarmasin, 28 Maret 2007

PLANG PERINGATAN: TULISANNYA PANJANG DAN BANYAK LINK! BIKIN OVERLOAD JUGA!
Anda telah diperingatkan.

Sebagai blogger, sekali lagi saya tekankan, SEBAGAI BLOGGER Saya resah. Sungguh. Kenapa? Begini, blogosphere (atau WordPress) yang baru saya kenal beberapa bulan ini, telah memperluas wawasan dan sudut pandang saya mengenai berbagai hal. Saya juga banyak tambah teman serta membuka pikiran saya yang cupet dan kerap memandang sesuatu secara hitam-putih. Ada diskusi yang selalu menarik di sini, dengan blogger-blogger serta komentar-komentar cerdas yang boleh saling dukung maupun saling bantah, apapun temanya. Saya suka mengikutinya, terkadang ikut nimbrung sedikit-sedikit walau komennya sering gak mutu.

Akan tetapi ada hal yang, terus terang saja, tidak saya sukai. Hal tersebut adalah adanya sekelompok blogger (INGAT LOH SAYA LAGI NGOMONG DALAM KONTEKS BLOGOSPHERE!) yang kerap menebarkan kebencian dalam komentarnya, merasa benar sendiri dan meng”kafir-kafir”kan blogger yang mereka anggap berseberangan pandangan. Mereka seolah ingin terkesan eksklusif di blogosphere yang heterogen, di ranah wordpress yang seharusnya egaliter. Siapa mereka? Well, di blog mereka sering terpajang istilah Salaf, lengkap dengan segala atributnya. Okay, kita panggil saja mereka Blogger Salafy.

Lalu mengapa saya tidak suka? Berikut saya coba menuliskan secara kronologis, insiden yang melibatkan para blogger Salaf ini:
- Di Bogor, Wadehel membahas pro-kontra ucapan Selamat Natal yang katanya haram itu.
- Seorang blogger Salafy bernama Antosalafy menghujat wadehel dan mengatakan isi websitenya jelek sekali.
- Komentar pedas itu dijawab dengan sangat sopan namun “cerdas” oleh wadehel.
- Libero kemudian memberi gambaran umum awal tentang isi blog Antosalafy.
- Dari Jogja, Joe terlihat tertarik sekali menginvestigasi si blogger dan isi blognya, dan secara frontal mendebat mereka dan berkomentar di blognya.
- Terjadi perdebatan seru di sana, sayang sekarang sudah dihapus, entah kenapa, jadi Her(m)an deh…
- kembali terjadi perdebatan seru, intinya kata mereka jangan mengedepankan akal (Dan jadi goblok saja! Biar gampang dicuci otak dan dimanfaatkan).
- Joe kemudian mempermasalahkan ummat (Islam) yang malas berpikir, apa jadinya kalau kita begitu.
- Sementara Di Groningen, Belanda, Kang Adhi sibuk ngrasanin Wadehel :D karena terinspirasi oleh Pak Arif yang menjawab komentar Guh. Beliau mengaitkan Wadehel dengan teori strukturalisme vs dekonstruksi.
- Kembali, orang yang sama muncul, dan (kembali) mengumbar kata-kata kasar di blog Kang Adhi.
- Menyambung tulisan Kang Adhi, dari Kebumen Bang Tajib menyarankan Wadehel agar mendelete Blog-nya. Alasannya karena menurut Bang Tajib nantinya pola diskusinya akan “begitu-begitu saja”, dan sebaiknya dia membuat Blog baru dengan ide-ide baru.
- Eh, ada yang menafsirkan tulisan ini sebagai “tambahan amunisi” untuk menyerang wadehel! Dan Bang Tajib membahasnya secara khusus.
- Uniknya, yang diomongin kok ya malah ndak muncul-muncul? Yang muncul malah seorang bernama Rudisalaf yang mempertanyakan loyalitasmu terhadap Rasul.
- Pertanyaannya Rudysalaf dijawab oleh Sora9n dengan sangat cerdas, dan diangkat kembali menjadi sebuah artikel oleh Bang Tajib.
- Sementara itu Antosalafy dengan gayanya yang khas melontarkan tulisan yang sungguh “menyejukkan”. Semoga diam betul-betul bisa dijadikan hikmah. (UPDATE: TULISANNYA TIBA-TIBA SAJA MENGHILANG! TANYA KENAPA?)
- Wadehel mengcounter tulisannya di postingan yang kotor, emosional dan mentah, tapi kok ya banyak yang mendukung? Wah, antek-antekmu yang membebek buta pada dirimu banyak betul, Hel? Pokoknya™ Kafir™ kelian semua!
- Sementara Abu Bakr Ahmad al Makassariy (wah namanya benar-benar menerapkan tips ini rupanya) sibuk juga mendiamkan gonggongan si “anjing” wadehel. Weh, main diam-diaman nih?

Oke, sampai di sini tertarikkah anda untuk mengetahui siapa sebenarnya mereka? Kenapa mereka selalu menebarkan kebencian dan berhambur kata-kata kasar dan makian kepada orang lain? Apa maksud terselubung dari gerakan ini? Berikut sedikit yang saya temukan:
- Ressay menganalogikan mereka sebagai orang-orang yang perpendapat Pokoknya™ Kambing Walaupun Bisa Terbang.
- Ressay juga menceritakan pengalamannya dengan yang ia sebut muslim teroris.
- Ressay kemudian juga memuat dua artikel (di sini dan di sini) yang mengaitkan salafy dan Paham Wahabi.
- Loh memangnya apa hubungan Salafy dengan Wahabi? Dua blog tersebut secara khusus berusaha membuka kedok mereka yang suka meng-anjingkan manusia itu.

OK, jadi begitu ya? Tapi apa sih sebenarnya yang bikin kamu ilfil sama mereka?
- Sungguh saya tadinya malas membahas tentang hal ini, sampai saya menemukan momentum, yaitu bahwa mereka mentaklid buta fatwa bahwa matahari mengelilingi bumi! Sampai di sini saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan: KONYOL!
- OK, kita memang tidak boleh menuhankan akal. TAPI JANGAN PULA MENGINJAK-INJAK AKAL PEMBERIAN ALLAH! Lihat baik-baik bagaimana diskusi di sana mengalir.
- Penjelasan untuk menyanggah fatwa konyol itu bisa saya dapatkan di blog Mas Agor, yang menjelaskan kalau yang namanya pusat itu bisa dalam bermacam-macam pengertian. Makanya mikir!
- Tafsir tekstual? Lihat ini: Kami Berada Di Atas Manhaj Salaf: Saya juga bisa menafsirkan kalimat ini sebagai Kami lebih tinggi dari manhaj salaf, karena frase “di atas” secara tekstual berarti “lebih tinggi” sesuai dengan konsep orientational metaphor (teori skripsi saya terpaksa saya keluarkan deh), menempatkan kata kami di posisi yang lebih tinggi dan potensial untuk menginjak kata manhaj.

Huff… Ngaso sebentar.
OK, lalu apa maksud saya menulis ini?
- Menebarkan fitnah?
+ Tidak, yang benar menebar ping. sungguh tidak ada niat untuk memfitnah atau menjelek-jelekkan, hanya katarsis keresahan saya. Lagian kan saya bawa banyak link pendukung. Apa kurang banyak?
- Kenapa banyak ping?
+ Saya seorang blogger. Baca lagi deh apa itu blog oleh mantan Bapak Blog Indonesia! Link-link itu dalam dunia per-blog-kan bisa disamakan dengan dalil-dalil yang juga bisa di copy paste seenaknya.
- Nyari sensasi? Nyari hits?
+ HAHAHA, memang saya ini jablay blog. Tapi kepindahan Om Super ke WP sudah cukup mendongkrak statistik saya kok. Saya tidak mempermasalahkan hal itu.
- Mau cari masalah dengan Those Salaf Bloggers?
+ Silakan kalau mereka mau mempermasalahkannya. Tulis saja komentar di posting ini. Tuh, semuanya bebas nulis, tidak akan saya edit apalagi saya hapus. Silakan memperlihatkan seberapa hebat anda dalam menghujat. Ingat, kita selalu siap untuk mengritik orang lain, tapi apakah kita sendiri sudah siap dikritik?
- Jadi maksud kamu apa?
+ Saya pernah bilang, makna menjadi blogger buat saya adalah saya bisa share, care and aware. Dan saat ini saya sedang sharing keresahan ke kawan-kawan blogger yang saya care, agar kita semua bisa selalu aware akan niat segelintir orang yang berusaha melakukan pembodohan massal, dengan pendirian Pokoknya™ Kami Yang Paling Benar.
- DALIL DONG! DALIL! Kalau cuma omong doang tanpa dalil, semua ini hanyalah hoax!
+ OK, ini saya ikut-ikutan asal copy paste, kutipan dari Buku Sirah Nabawiyah, oleh Muhammad Husain Haikal:

Dalam segala hal akallah patokan dalam Islam
Dalam segala hal akal pikiran oleh Islam telah dijadikan patokan. Juga dalam hal agama dan iman ia dijadikan patokan. Dalam firman Tuhan:

“Perumpamaan orang-orang yang tidak beriman ialah seperti (gembala) yang meneriakkan (ternaknya) yang tidak mendengar selain suara panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, sebab mereka tidak menggunakan akal pikiran.” (Qur’an, 2: 171)

Oleh Syaikh Muhammad Abduh ditafsirkan, dengan mengatakan: “Ayat ini jelas sekali menyebutkan, bahwa taklid (menerima begitu saja) tanpa pertimbangan akal pikiran atau suatu pedoman ialah bawaan orang-orang tidak beriman. Orang tidak bisa beriman kalau agamanya tidak disadari dengan akalnya, tidak diketahuinya sendiri sampai dapat ia yakin. Kalau orang dibesarkan dengan biasa menerima begitu saja tanpa disadari dengan akal pikirannya, maka dalam melakukan suatu perbuatan, meskipun perbuatan yang baik, tanpa diketahuinya benar, dia bukan orang beriman. Dengan beriman bukan dimaksudkan supaya orang merendah-rendahkan diri melakukan kebaikan seperti binatang yang hina, tapi yang dimaksudkan supaya orang dapat meningkatkan daya akal pikirannya, dapat meningkatkan diri dengan ilmu pengetahuan, sehingga dalam berbuat kebaikan itu benar-benar ia sadar, bahwa kebaikannya itu memang berguna, dapat diterima Tuhan. Dalam meninggalkan kejahatan pun juga dia mengerti benar bahaya dan berapa jauhnya kejahatan itu akan membawa akibat.”
Inilah yang dikatakan Syaikh Muhammad Abduh dalam menafsirkan ayat ini, yang di dalam Qur’an, selain ayat tersebut sudah banyak pula ayat-ayat lain yang disebutkan secara jelas sekali. Qur’an menghendaki manusia supaya merenungkan alam semesta ini, supaya mengetahui berita-berita sekitar itu, yang kelak renungan demikian itu akan mengantarkannya kepada kesadaran tentang wujud Tuhan, tentang keesaanNya, seperti dalam firman Allah:

“Bahwasanya dalam penciptaan langit dan bumi, dalam pergantian malam dan siang, bahtera yang mengarungi lautan membawa apa yang berguna buat umat manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan air itu dihidupkanNya bumi yang sudah mati kering, kemudian disebarkanNya di bumi itu segala jenis hewan, pengisaran angin dan awan yang dikemudikan dari antara langit dan bumi – adalah tanda-tanda (akan keesaan dan kebesaran Tuhan) buat mereka yang menggunakan akal pikiran.” (Qur’an, 2: 164)”

Dan sebagai suatu tanda buat mereka, ialah bumi yang mati kering. Kami hidupkan kembali dan Kami keluarkan dari sana benih yang sebagian dapat dimakan. Disana Kami adakan kebun-kebun kurma dan palm dan anggur dan disana pula Kami pancarkan mata air – supaya dapat mereka makan buahnya. Semua itu bukan usaha tangan mereka. Kenapa mereka tidak berterima kasih. Maha Suci Yang telah menciptakan semua yang ditumbuhkan bumi berpasang-pasangan, dan dalam diri mereka sendiri serta segala apa yang tiada mereka ketahui. Juga sebagai suatu tanda buat mereka – ialah malam. Kami lepaskan siang, maka mereka pun berada dalam kegelapan. Matahari pun beredar menurut ketetapan yang sudah ditentukan. Itulah ukuran dari Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu. Juga bulan, sudah Kami tentukan tempat-tempatnya sampai ia kembali lagi seperti mayang yang sudah tua. Matahari tiada sepatutnya akan mengejar bulan dan malam pun tiada akan mendahului siang. Masing-masing berjalan dalam peredarannya. Juga sebagai suatu tanda buat mereka – ialah turunan mereka yang Kami angkut dalam kapal yang penuh muatan. Dan buat mereka Kami ciptakan pula yang serupa, yang dapat mereka kendarai. Kalau Kami kehendaki, Kami karamkan mereka. Tiada penolong lagi buat mereka, juga mereka tak dapat diselamatkan. Kecuali dengan rahmat dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai pada waktunya.” (Qur’an, 36: 33-44.)

Qur’an dan ilmu pengetahuan
Qur’an bicara tentang ciptaan Tuhan yang ada dalam alam ini dengan suatu pengarahan yang hendak mengantarkan kita sejauh mungkin dapat kita ketahui. Ia bicara tentang bulan hari Pertama, tentang matahari dan bulan, tentang siang dan malam, tentang bumi dan apa yang dihasilkan bumi, tentang langit dan bintang-bintang yang menghiasinya, tentang samudera, dengan kapal yang berlayar supaya kita dapat menikmati karunia Tuhan, tentang binatang untuk beban dan ternak, tentang ilmu dan segala cabangnya yang terdapat dalam alam ini. Qur’an bicara tentang semua ini, dan menyuruh kita merenungkan dan mempelajarinya, supaya kita menikmati segala peninggalan dan hasilnya itu sebagai tanda kita bersyukur kepada Allah. Apabila Qur’an telah mengajarkan etika Qur’an kepada manusia, menganjurkan mereka supaya berusaha terus untuk mengetahui segala yang ada dalam alam ini, sudah sepatutnya pula bila dari pengamatan mereka dengan jalan akal pikiran itu, mereka akan sampai ke tujuan sejauh yang dapat ditangkap oleh akal pikirannya itu. Sudah sepatutnya pula mereka membangun sistem ekonominya itu atas dasar yang sempurna.

Gimana? Puwas? Puwas? Mau menghujat Syaikh Muhammad Abduh dan Muhammad Husain Haikal juga?
- Hmm..
+ Semoga tidak menambah overload data di otak anda. Terima Kasih.

Entry Filed under: Analisis Sok Kritis, Character Assassination, General Thought, Resensi & Review. Tag: , , , , .

131 Comments Add your own

  • 1. manusiasuper  |  28 Maret, 2007 at 11:47 am

    koment dulu baru baca…

    Balas
  • 2. joesatch  |  28 Maret, 2007 at 12:03 pm

    yuhuuuu…saya sedang menunggu “mas abu-abu” untuk memprotes tulisan ini. bersiap-siaplah dihalalkan darahnya, hehehehe…

    Balas
  • 3. antosalafy  |  28 Maret, 2007 at 12:04 pm

    Ya, pantas sekali sih kalau Muhammad Abduh bin Hasan At Turkumani menafsirkan ayat seperti itu. Karena dia ini bukan ahli tafsir dan juga bukan ahli hadist maka yang keluar dari otaknya adalah pikirannya atau akal-(akalan) dia. Kegemarannya membaca buku-buku filsafat dan mendalami jalan pikiran kaum rasionalis (mu’tazilah). Pasti dan pasti, jika seseorang mendalami filsafat dan suka rasio “POKOKNYA”, akan semakin RESAH hidupnya nanti.

    Balas
  • 4. Arief Fajar Nursyamsu  |  28 Maret, 2007 at 12:08 pm

    Terimakasih resume link-nya..

    Ada ga link yang memuat pertentangan internal blogger Salafy?

    Just wanna know nih..

    Balas
  • 5. wadehel  |  28 Maret, 2007 at 12:52 pm

    Wow, jadi sekarang saya terlihat sebagai asu toh…

    asu wadehel… hmmm… mengatasnamakan Islam pula ya?

    *mikir*

    Balas
  • 6. joesatch  |  28 Maret, 2007 at 1:22 pm

    pertentangan internal?
    coba buka salafyindonesia.wordpress.com
    aseek lho… aseek…

    wah, oknum mas abu yang pertama sudah datang, dan langsung menghujat sesama muslim lagi :D

    ayo kita sambut mas abu #1 dengan tepuk tangan…keplok…keplok…keplok…!!! selanjutnya kita tunggu kontestan kedua. jangan kemana-mana! masih di acara AMA: Audisi Mas Abu! Setelah pesan-pesan berikut ini :P

    Balas
  • 7. Mr. Geddoe  |  28 Maret, 2007 at 1:32 pm

    Ah, sebenarnya entry ini hanya akan berfungsi sebagai penyalur keresahan mas Amd saja. Saya ragu akan membuka pencerahan kepada yang mulia Bapak Antosalafy, Bapak Rudysalaf, atau Bapak Abu Aqil ^^

    Sebab untuk menerjemahkan nasihat dan pemikiran itu dibutuhkan akal. Apabila suatu kaum sudah mengubur akal, segala nasihat tidak akan dicerna lagi. Kalaupun terbit setitik pencerahan yang dikirimkan Allah dalam hati, akan SEGERA diterjemahkan sebagai bisikan setan yang bersifat duniawi.

    Kalaupun anda kirimkan hasil pemikiran, bahkan fatwa dari para ulama yang menentang hal ini, ulama tersebut akan didiskreditkan oleh mereka. Ini adalah, maaf, corak khas para penganut paham taklid buta.

    Nah, coba renungkan, menurut saya, penerjemahan ayat yang menyuruh manusia untuk menggunakan akal, jauh lebih gamblang dari pada ayat yang mereka pelintir untuk membenarkan doktrin geosentris, yang nota bene adalah doktrin gereja abad pertengahan (yang ditentang oleh Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei).

    Mengapa akal didiskreditkan? Bukankah dengan akal, orang-orang kafir di Makkah dan Madinah memeluk Islam?

    ~~~~~~~~~~~~~~

    Mas Amd, siap-siap dihalalkan darahnya, ya ^^’

    Balas
  • 8. anung  |  28 Maret, 2007 at 1:55 pm

    overload!!!!!
    udah penuh ama kalkulus!!!!!
    hehe

    Balas
  • 9. deKing  |  28 Maret, 2007 at 2:08 pm

    Waduch..yang bersangkutan sekali datang langsung tetap dengan gaya lama—> menyalahkan orang lain.

    Balas
  • 10. yanti  |  28 Maret, 2007 at 3:33 pm

    rangkuman yg sangat menarik :)

    Balas
  • [...] gini ceritanya, tadi saya membaca blognya AMD (bukan merk CPU). Sebuah tulisan tentang aktifitas para salafy di Internet yang meresahkan. Jangan-jangan aktifitas mereka di tanah air ini juga meresahkan ya? Ah, semoga tidak. Anda bisa [...]

    Balas
  • 12. Mr. Geddoe  |  28 Maret, 2007 at 4:30 pm

    Bukannya Kang Tajib sudah bilang bahwa berdakwah buat orang ‘buta’ itu sulit? :D

    Balas
  • 13. Fourtynine  |  28 Maret, 2007 at 4:51 pm

    Save dulu, bawa pulang kerumah, soalnya tulisannya puanjangg buanget!

    Balas
  • 14. grandiosa12  |  28 Maret, 2007 at 6:34 pm

    pwanjang kali amed.. baca nya udah ngos-ngosan..

    Balas
  • 15. rajaiblis  |  28 Maret, 2007 at 10:21 pm

    resah ?
    selamat …
    bahkan akhirat pun tiada abadi ….

    wakkakakkaaa …

    Balas
  • 16. Evy  |  28 Maret, 2007 at 10:52 pm

    Aduuuh aku jadi ikutan resah neeh, Oaalaah mbok uwis to yooo, kita ini cuman ciptaan, Islam ga pernah ngajarin kebencian, majukan Islam bareng2 doong jangan berantem melulu, gimana kita mau dianggap umat yang besar kalau gontok2an sendiri dan halal-halalan darah, wong darah pitik aja haram kok lha iki menghalalkan darah uwong…piye toooo yooo…

    Balas
  • 17. helgeduelbek  |  29 Maret, 2007 at 12:08 am

    yang penting niatnya baik gak papa, asal ojo umuk alias SOK wae yo. :D

    Balas
  • 18. arul  |  29 Maret, 2007 at 12:16 am

    gak usah resah.. anda sudah masuk dunia blog… jadi anda mestinya sudah tau kebebasan di dunia blog… :) piss

    Balas
  • 19. antobilang (males login)  |  29 Maret, 2007 at 2:01 am

    hit..hit..hit..hit…

    *kabuur*

    Balas
  • 20. manusiasuper  |  29 Maret, 2007 at 8:47 am

    @ Antobilang
    Komentmu persis dengan yang saya omongkan ketika Amd nulis posting ini di komputer kantor :D

    *nyusul anto*

    Balas
  • 21. Luthfi  |  29 Maret, 2007 at 8:56 am

    makan2™

    Balas
  • 22. Raffaell  |  29 Maret, 2007 at 9:05 am

    Kalau posting tentang ke agama an memang agak susah bro, aku juga suka bingung mau ngasih komentarnya juga, tapi kalau aku sih lebih senang langsung merunut ke yang lebih ahli, pak ustad misalnya, dan kalaupun masing masing pak ustad jawabanya beda, ya kita liat sendiri lah, dari hadist dan Al-Quran yang mana yang mendekati dan yang mana yang baik untuk kita.

    Balas
  • 23. agorsiloku  |  29 Maret, 2007 at 9:18 am

    Pembahasan yang sangat komprehensif, lugas dan jernih. Kenapa harus resah. QS 42. Asy Syuura 8. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

    Jangan pernah kita mau terlibat sama perselisihan pandangan, kita menyampaikan apa yang kita pikirkan, tapi pelacur atau penjahatpun tak mau dimaki pada profesinya.

    artikel yang bagus, pencerahan yang indah. thx. agor belajar banyak dari sini.

    Balas
  • 24. clukindahose  |  29 Maret, 2007 at 10:01 am

    stuju ama raffaell.. kalo berhubugan ama agama emang paling susah.. kita masih berfikir dalam 1 tujuan pintu keluar.. sedangkan orang lain yang sudah mencoba pintu yang sama seperti kita tapi mencoba mencari pintu-pintu yang lain.. saya rasa bukan masalah pengkritikan atau sejenisnya.. hanya masalah bagaimana kita memandang problematika itu dan kedewasaan pemikiran.. *halah. Ga Jelas Bo..*

    Balas
  • 25. bayuleo  |  29 Maret, 2007 at 10:08 am

    waduh …ini juga ngurusin orang berkelahi …bingung sendiri knapa jg pada bekelahi …gak akur. gini aja deh …sholat boleh tidak sholat juga boleh …tidak sholat temennya banyak. Kata dokter …onani itu sehat kok …nah loh?!

    Balas
  • 26. catuy  |  29 Maret, 2007 at 11:01 am

    pertentangan dunia nyata yang telah dianggkat ke dunia maya….
    terus gimana donk>??? mari nikmati segala perbedaan dengan nyaman

    selama diskusi dan pertentangan yang terjadi tidak mengakibatkan pertumpahan darah.. karena pada dasarnya Islam adalah satu…..

    Balas
  • 27. Mr. Geddoe  |  29 Maret, 2007 at 12:05 pm

    Kurang meresapi dasar Islam itu sendiri…

    Shalat, mengaji, dzikir, itu ‘kan yang seremonial saja. Siapa saja juga bisa.

    Justru akhlak baik, tidak main bentak, tidak main kayu, yang merupakan inti Islam itu, tidak diamalkan. Ckckck…

    Balas
  • 28. manusiasuper  |  29 Maret, 2007 at 12:44 pm

    Mr. Geddoe KEREN!!!

    *kerenan saya dikiit..*

    Balas
  • 29. Thamrin  |  29 Maret, 2007 at 12:49 pm

    Tambah pusing nih…… satu agama sama satu kitab kok diributin sih….. bagi dua, tiga, empat, atau berapa lah…..Nanti ilmu “silatnya” tergantung ayat yang didapet dan dipercaya saja….. (Biar adil)… :)

    Balas
  • 30. Paijo  |  29 Maret, 2007 at 1:00 pm

    Why do be young ( maksudnya WADUH BIYUNG ), baru saya baca separo tapi sudah overload. Istirahat dulu biar tidak hang.

    Balas
  • 31. Fourtynine  |  29 Maret, 2007 at 1:02 pm

    Kalau memang benar ada yang ingin menghalalkan darahnya Amd, langkahi dulu mayat Manusiasuper saya, serius ini serius (*pasang wajah benar benar serius*)
    Seluruh komentator yang ngakunya Islam, tapi cuma bisa menghujat dan mengkafirkan menyalahkan orang lain perlu membaca artikel ini. Dan buat yang merasa paling benar, tolong cermati dan fahami artikel ini dan ini dulu, siapa tau bisa jadi sekedar pencerahan.
    Khusus buat Med, link dari tulisan saya mana?

    Balas
  • 32. calupict  |  29 Maret, 2007 at 1:55 pm

    Waduh, gw ketinggalan.

    Sejujurnya gw miris ngeliat hal ini. Agama sebelah aja lagi berusaha mensinkronkan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Kok ini malah sebaliknya, ya.

    Balas
  • 33. wongcompong  |  29 Maret, 2007 at 2:48 pm

    jangan mengatasnamakan tuhan sih ngapa?anto salafy tuh..ngrasa bener mulu.dehel juga!manas2in suasana mulu.pusing..pusing.

    Balas
  • 34. joesatch  |  29 Maret, 2007 at 3:35 pm

    egh…kontestan berikutnya belum datang, ya?

    *ohohohoho…..berusaha memperkeruh suasana*

    Balas
  • 35. Mr. Geddoe  |  29 Maret, 2007 at 3:45 pm

    Mr. Geddoe KEREN!!!

    *kaget*

    Ha, ajaran agama sekarang pada keruh-keruh…
    Lebih enak waktu sekolah dulu, ajarannya sejuk.

    Bapak yang menjadi imam di SMA saya dulu, suka nonton film koboy, tapi pembawaannya alim dan ramah. Sebab apapun yang dia lihat, diambil baik-baiknya saja. Lha belakangan kok yang saya lihat, nonton film saja nggak (karena menodai akhlak, katanya), kerjanya mengaji. Ha, lalu merusak-rusak dan berkata-kata kasar. Meresahkan.

    Kuacau…

    Balas
  • 36. venus  |  29 Maret, 2007 at 3:46 pm

    haiyaaaah….makin rame aja. ga ada yg mau ngalah ya?? semua ngerasa paling bener?? good!! mari kita hancurkan agama kita sendiri…

    Balas
  • 37. pedhet  |  29 Maret, 2007 at 5:10 pm

    bacanya buat bulu kuduk saya sempat berdiri pak :( ~~~~ soalnya tegang .. tegang …. :)

    Balas
  • 38. [irwan]  |  29 Maret, 2007 at 5:18 pm

    *garuk2 kepala*

    Bingung aja kalo baca postingan yang lagi rame kayak gitu, sumpah gak bisa ikutan komen, takut dihalalin darah saya.

    Tapi postingan ini lumayan bisa membantu merangkum apa yang digunjingkan, mungkin ntar jadi bisa ngeh dan bisa ikutan komen yang bermutu.

    *…ngeri salah kata…*

    Balas
  • 39. Kang Kombor  |  29 Maret, 2007 at 6:34 pm

    Aku gak melok-melok ngelek-elek blogger siji lan liyane.

    Gimana kalau mau nulis tentang blogger lain, kita budayakan menulis yang baik-baik saja? Aib orang kan nggak boleh diomongkan. Pada setuju nggak? Supaya dunia blog damai gitu…

    Ngomongin motor ribut. Lihat di kafemotor milik Kang Ilham. Ngomongin agama ribut. Ngomongin apa yang nggak ribut? Cinta kali…

    Balas
  • 40. aLe  |  29 Maret, 2007 at 7:51 pm

    seharusnya di atas td d kasih plat ‘dijamin capek bacanya’ kaya punya si Zam. hehe..
    pwanjang poll, jd lngsung baca koment dah ^_^ piss

    abis baca koment trus koment deh..
    em.. kayaknya, no koment aja deh :P *tersipu malu-maluin*

    Balas
  • 41. haishor  |  29 Maret, 2007 at 8:01 pm

    mendingan anjing sih, daripada setan. :)
    halah
    mumet ndhiase

    Balas
  • 42. antobilang  |  29 Maret, 2007 at 8:22 pm

    gimana kalo kita cari jawaban masalah ini aja :

    kenapa kalo kita jumatan, selalu ngerasa ngantuk pada saat khotib khutbah?

    sekian kontribusi saya, maaf kalau ndak nyambung, otak saya belum nyampai, lagian yang diomongin juga ndak tau kemana atau ndak berani kesini, saya juga ndak tau.

    *kabur, sebelum ditimpuk pake CPU berprosesor AMD*

    Balas
  • 43. Fourtynine  |  29 Maret, 2007 at 9:06 pm

    @antobilang
    pengen ngejawab pertanyaan mu To. gimana kalau masalah khutbah Jum’at itu kamu liat di sini?. semoga bisa menjawab pertanyaanmu.

    Balas
  • 44. Fourtynine  |  29 Maret, 2007 at 9:10 pm

    Lho, ko ga keluar ya? Coba lagi ah

    Balas
  • 45. Fourtynine  |  29 Maret, 2007 at 9:11 pm

    Horeee. berhasil! apa yang salah ya tadi?

    Balas
  • [...] ini di galaksi wordpress dan sekitarnya? kalau belum, memangnya kemana aje lo? bisa di tengok di sini, sini, dan sini. Adapun biang kerok pemicu-ledak-nya ada di sini dan [...]

    Balas
  • 47. rajaiblis  |  29 Maret, 2007 at 9:58 pm

    @haishor
    hussshhh … jangan bawa2 setan ya …
    manusia yg pada ribut … setan yg kena getahnya …
    ampun …
    manusia hanya pandai menyalahkan dan tak mau disalahkan …
    seakan hanya mereka yg mampu mengatur jagad ini !

    wakakkakkakaa …

    Balas
  • 48. peyek  |  29 Maret, 2007 at 11:07 pm

    wah kok jadi melebar ya topiknya, jadi nggak nyambung.

    Balas
  • 49. antosalafy  |  29 Maret, 2007 at 11:38 pm

    - Tafsir tekstual? Lihat ini: Kami Berada Di Atas Manhaj Salaf: Saya juga bisa menafsirkan kalimat ini sebagai Kami lebih tinggi dari manhaj salaf, karena frase “di atas” secara tekstual berarti “lebih tinggi” sesuai dengan konsep orientational metaphor (teori skripsi saya terpaksa saya keluarkan deh), menempatkan kata kami di posisi yang lebih tinggi dan potensial untuk menginjak kata manhaj.

    Mas, sebaiknya skripsinya direvisi! Mengapa?
    Bagaimana bisa kalimat “Kami Berada di Atas Manhaj Salaf” ditafsirkan dengan “Kami lebih tinggi dari manhaj salaf”, saya rasa pakar bahasa akan tertawa dibuatnya. Mengapa? Ada beberapa hal yang bisa disanggah:
    1. Minimnya penguasaan bahasa asing (Arab) menyebabkan “kurang bijak” dalam penempatan padanan kata sehingga menjadi kabur sesuatu (kalimat) yang sudah jelas artinya. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj yang bermakna: “sebuah jalan yang terang lagi mudah” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/63 dan Al Mu’jamul Wasith 2/957). Jadi, Manhaj artinya jalan. Maka, makna kalimat “Kami Berada di Atas Manhaj Salaf” adalah Kami berada di atas jalan salaf.
    2. Coba buka kembali reverensi skripsi ente di Metaphors We Live by karangan Lakoff, G. and Johnson, 1980 hlm. 15 terbitan Chicago: University of Chicago, terus pahami apa itu definisi orientational metaphor. Di sana terdapat 6 makna ikutan. Eh, pelajari sendiri ya! Nah, kalau sudah jelas dan paham uraiannya, maka Mas AMD ini tidak perlu susah payah menggunakan konsep teori tersebut untuk menafsirkan makna kalimat di atas. Terlalu muluk-muluk, tetapi malah tidak berguna dan fatal kesalahannya. Semoga dosen pembimbingnya maklum adanya.
    3. Penafsiran yang salah baru satu yang ketahuan, selanjutnya bab 2 minggu depan ya….hehehehe. Don’t worry guest! Jreng—jring…jrenggggg

    Balas
  • 50. antosalafy  |  29 Maret, 2007 at 11:53 pm

    4. Taruhlah penafsiran Mas AMD ini “benar” seperti “Kami lebih tinggi dari manhaj salaf”, tetapi tetap saja penafsiran Mas salah. Karena yang mas kritik kan frase “di atas” dengan arti “lebih tinggi” sehingga kalimatnya menjadi “Kami berada “lebih tinggi” manhaj salaf”. Karena frase lebih tinggi adalah makna acuan sehingga bisa pula ditafsirkan lebih lanjut menjadi “Kita lebih tinggi dari jalan”. Tentu saja, karena kita berjalan di atas jalan sehingga kita lebih tinggi dari jalan itu. Berbeda keadaannya jika kita masuk ke gua, berarti ada jalan juga di atas kita. Itu pun kaki kita tetap berjalan di atas jalan. Kesimpulannya, “Kami berada di atas manhaj salaf” artinya “Kami berada di atas jalan salaf”. Nggak ada yang berubah maknanya. Pusing nggak memahaminya? Syukur.

    Balas
  • 51. joesatch  |  30 Maret, 2007 at 1:19 am

    nah, antum sendiri yang bilang kan kalo penafsiran bisa berbeda2. yang jelas, yang “memiliki kata2″ pasti lebih ngerti maksud sesungguhnya daripada orang2 yang mencoba menafsirkan. tiap orang bisa saja salah.

    jadi, yang paling mengerti maksud dari isi Kitab Kata2 itu ya cuma Sang Pemilik Kata2. kita, tiap makhluknya, tidak berhak menilai penafsiran orang lain salah, karena kita sendiri belum tentu benar menafsirkannya. apalagi sampai menghujat sesama orang yang berusaha menafsirkan. kita toh hanyalah “sesama penafsir yang bisa saja salah dalam menafsirkan”. ;)

    Balas
  • 52. antobilang  |  30 Maret, 2007 at 2:10 am

    saya sebenernya udah bilang ndak mau ikut2an…
    tapi saya ndak terima kata2 ini

    Mas, sebaiknya skripsinya direvisi!

    kenapa??
    Amed itu udah lulus tauk! masa ngerevisi skripsi..plis dong deh!
    anda meragukan status kesarjanaan beliau?

    *kabooor*

    Balas
  • 53. joesatch  |  30 Maret, 2007 at 3:41 am

    antosalafy, eh antobilang, dink…:::
    seharusnya denger kata “skripsi” itu kamu yang tersinggung :P
    wakakakakakaka!!!

    Balas
  • 54. antosalafy  |  30 Maret, 2007 at 9:42 am

    Buat J: Belajar lagi, linguistiknya masih payah.
    Buat AB: Belajar lagi, semantiknya amburadul.

    Balas
  • 55. mrtajib  |  30 Maret, 2007 at 10:48 am

    ha ha ha ha…sampeyan seperti reporter sepak bola…. tapi, benar, 1) jadi terpetakan dengan jelas, dan 2) jadi media pembelajaran a) menulis, 2) menghargai perbedaan

    *kabur…..*

    Balas
  • 56. joesatch  |  30 Maret, 2007 at 11:10 am

    antobilang, eh antosalafy, dink:::
    oh, tentu saja, tuan-yang-paling-pintar-segalaksi ;)
    ah, tapi paling tidak linguistik-saya-yang-payah dimengerti orang lain. daripada punya linguistik bagus tapi cuma dipakai menghujat?
    nampaknya antum semakin “jauh” dari nabi. nabi aja buta huruf, lho.
    hayooooo…hayoooo…

    Balas
  • 57. antobilang  |  30 Maret, 2007 at 11:18 am

    joe jangan dipleset2kan dunk!!!
    wekekke
    ndak papa kok joe, dia menuliskan nama kita cuma pakai inisial, kamu J aku AB, emang tampang kriminal, joe…

    *lemparin joe pake granat*

    Balas
  • 58. Rizma Adlia  |  30 Maret, 2007 at 1:36 pm

    lucu banget,, ngeles pake nyalahin semantik sama lingusitik,, argumennya yang keren dong,,

    *ga malu nih,, baru dateng udah ngomel ngomel,,* :)

    Balas
  • 59. Surat Cinta untuk Generasi Muda « SENYUM itu SEHAT  |  30 Maret, 2007 at 1:46 pm

    [...] melihat kalian saling gontok-gontokan, wadehel, antosalafy, AMD, Joe, Abdullah dll yg ga bisa kusebut satu2 disini. Tahukah kalian kalau sebenernya itulah yg [...]

    Balas
  • 60. Mr. Geddoe  |  30 Maret, 2007 at 2:38 pm

    Ouch, makin lama sang ahli sunnah yang paling pintar segalaksi ini, semakin pedas kata-katanya…
    Meniru siapa, ya…? Rasul, kayaknya nggak… :D

    Balas
  • 61. joesatch  |  30 Maret, 2007 at 4:39 pm

    kayaknya kumpulan para tuan abu-abu yang merasa paling pintar segalaksi itu mulai menghapus barang buktinya satu-persatu…

    saya khawatir, tindakan pengecut mereka (yang tidak berani mempertanggung-jawabkan isi tulisannya), mundur dan menghanguskan barang bukti, akan disusul dengan tindakan fisik, darah kita dihalalkan, kita diculik, dan digorok lehernya…

    hiiiii……

    kekekekekekekekeke!

    Balas
  • 62. Evy  |  30 Maret, 2007 at 4:50 pm

    wis2 to joe… kandani udah ga usah rame kok, kalian kok rame dewe yg punya rumah kemana? Di rumah ku ada yg dukung mas anto disini kok sendirian? wis ah bubar…

    Balas
  • 63. Mr. Geddoe  |  30 Maret, 2007 at 5:15 pm

    *salah tingkah kepergok Ibu* :P

    Bubar, bubar… Saya nyari makan sajalah… :)
    Permisiii… :D

    Balas
  • 64. antobilang  |  30 Maret, 2007 at 5:21 pm

    siapa bu yang rame2?
    siapa bilang ini perang?
    bukaaaan!!!!
    ini bukan perang, ini konferensi!!!!
    konferensi dimana golongan keras kepala merasa paling benar!!!

    hahaha

    *kabur, jualan bakso lagi*

    Balas
  • 65. Abu Aqil Al-Atsy  |  30 Maret, 2007 at 5:50 pm

    Emang susah kalo aqal udah ndak mau tunduk ama Ayat. Kalau aqal emang loe-loe pada pake sebagai dalil, kalao udah berwudhu loe kentut maka jangan basuh muka loe, tapi pantat loe…!! pantat loe tu yang salah, kenapa udah wudhu kok kentut,
    nah, kalao loe basuh muka juga ya gak masuk aqal ?

    Balas
  • 66. joesatch  |  30 Maret, 2007 at 6:10 pm

    inilah diaaaaaaa…..
    kontestan keduwaaaaaaaaa…….!!!
    kita kembali lagi, masih dalam acara AMA, audisi mas abuuuuu…
    keplok..keplok..keplok..!

    halah, belum tau tata cara wudhu, tho, ternyata? ya pantes masih jauh dari akhlak nabiullah muhammad saw, wong wudhu aja belum bisa. mau saya wudhukan? mau saya sholatkan?

    *duh, kok aku jadi ekstrim gini? :( *

    bu evy:::
    ampun bu…saya cuma berusaha jadi pembawa acara tanpa bayaran yang baik saja ;)

    Balas
  • 67. s  |  30 Maret, 2007 at 6:13 pm

    @ Abu Aqil al-Atsy

    kalao udah berwudhu loe kentut maka jangan basuh muka loe, tapi pantat loe…!! pantat loe tu yang salah, kenapa udah wudhu kok kentut,

    Karena Rasulullah mencontohkan demikian, sesudah kentut maka beliau berwudhu. Sebagai muslim, saya mengikuti Rasulullah; tentunya beliau idola saya.

    Tetapi, Rasulullah tidak berkata kasar, tidak marah-marah, dan membodoh2kan sesama muslim; melainkan beliau dakwahi dengan lembut hati.

    Saya rasa Anda juga mengidolakan Rasulullah?

    Balas
  • 68. destiutami  |  30 Maret, 2007 at 6:47 pm

    Saya kurang mengerti topiknya. Tapi mas empunya tulisan kemana ya? Gontok-gontokan sendiri begini, ato emang kebiasaan disini begini ya?

    *geleng-gelengGakNgerti*

    Balas
  • 69. Mr. Geddoe  |  30 Maret, 2007 at 7:23 pm

    Hehe, aturan wudhu itu dipermudah supaya memudahkan umatnya… :P

    Balas
  • 70. antobilang (males login)  |  30 Maret, 2007 at 7:28 pm

    mas amed mana nih mana????

    *mode schizofrenia ON*

    jangan2…diculik!!!

    Balas
  • 71. santribuntet  |  30 Maret, 2007 at 7:30 pm

    mas kesel rupanya sama orang2 salafy?
    menyebut salafy sebagai komunitas?
    lalu kita bukan salafikah?
    itu cuma bahasa, salafi orang2 lama
    kholafi = orang-orang kekinian
    pertanyaanya, orang2 kekinian kok menyebutkan dirinya salafy
    gimana toh?
    salam kenalan (pendatang baru) bingung liat keramaian para blogger, padahal konknya internet terbatas..hahaha

    Balas
  • 72. Abu Aqil Al-Atsy  |  30 Maret, 2007 at 11:05 pm

    orang2 kekinian kok menyebutkan dirinya salafy, gimana toh?

    Santri kok gak bisa fahami makna “ya” Nisby. Oh, betapa ….?

    Balas
  • [...] menemukan tulisan AMD yang penuh dengan link bercerita tentang keresahannya akan dunia blog, aku rajin mengunjungi salah satu blog yang men-taklid buta bahwa bumi adalah pusat [...]

    Balas
  • 74. telmark  |  31 Maret, 2007 at 1:22 pm

    masih sama aja.. disini, disana atau dimana2. who want to live forever ???

    Balas
  • 75. passya  |  31 Maret, 2007 at 1:24 pm

    telat…..

    Balas
  • 76. Bertemu Salafy, Bantai Salafy « The Satrianto Show!  |  31 Maret, 2007 at 2:51 pm

    [...] Panjang kalau diceritakan. Inti ceritanya, suatu hari ada seorang dari mereka yang mencacat orang lain, saya yang kebetulan melihat jadi sedikit terusik. Maka mencobalah saya untuk berargumen dengan mereka. Tapi hasilnya ya itu tadi, bukan pemikiran saya yang diserang, tapi pribadi saya. Mana menyerangnya pakai keroyokan lagi. Keroyokan orang itu bareng teman-temannya. [...]

    Balas
  • 77. klikharry  |  31 Maret, 2007 at 6:29 pm

    hmmm….
    panjang, meresap, buat para blogger mikir en introspeksi diri..coba tebak?

    ya tulisan ini….

    Balas
  • 78. s  |  31 Maret, 2007 at 7:05 pm

    @ Abu Aqil Al-Atsy

    Santri kok gak bisa fahami makna “ya” Nisby. Oh, betapa ….?

    Jangan jatuhkan orangnya, tapi jatuhkanlah pendapatnya.

    Mengapa Anda menyebut diri “Salafy”, jelaskanlah dengan gamblang…

    dan Anda belum menjawab pertanyaan dari saya lho.

    Balas
  • 79. ROCH AKSIADI  |  31 Maret, 2007 at 10:16 pm

    Waduh….. ini gimana yah ? kok Para Bloger pada tak enakkan sih. Aku jadi sedih melihat keadaan ini. Mudah-mudahan semuanya dengan cepat bisa akur dan terus harmonis. Kayaknya enak lho kalau semua menjalin kebersaan dan penuh kasih sayang.

    Balas
  • 80. cK  |  31 Maret, 2007 at 10:48 pm

    hhmm….ini tanda-tanda kiamat. sesama muslim saling menghujat. :(

    Balas
  • 81. Rizma Adlia  |  1 April, 2007 at 11:11 am

    ya ampunn,, ngebahas kentut sama wudhu,, kan inti dari wudhu bukan membersihkan, tapi mensucikan (thaharah), jadi ga ada urusannya kalo mau ngacauin logika gitu,,
    *aduuhh,,*

    Balas
  • 82. indi  |  1 April, 2007 at 9:07 pm

    ikutan ya…

    nyebuuttt bro,,,nyebuutttt….hehe

    Balas
  • 83. /sangpenjaga  |  1 April, 2007 at 9:20 pm

    mas2/mbak2, kenalilah dulu salafy..
    itu saja..

    Balas
  • 84. kikie  |  2 April, 2007 at 2:01 am

    subhanallah. aya2 wae orang mah :) beragam manusia, beragam pikiran, beragam model tanggapan, ..
    salafy yang berdebat dengan penuh emosi …
    subhanallah ….

    (sayatuya bukannya mikirin postulat Koch buat ujian mid nanti siang, malah puter2 wordpress)

    Balas
  • 85. grandiosa12  |  2 April, 2007 at 4:42 am

    belajar dulu ad hominem ah

    Balas
  • 86. Satu | dari album dewa « Who am I  |  2 April, 2007 at 12:23 pm

    [...] | dari album dewa 2 04 2007 saat manusia “baku hantam” di kampung wadehel, amd, joesatch, evy, abu aqil, iblis hanya bisa terbahak sambil menyeruput cappuccino! mmhhhhh … [...]

    Balas
  • 87. manusiasuper  |  2 April, 2007 at 2:00 pm

    Menabur Kontroversi Menuai Traffic™

    Balas
  • 88. Fourtynine  |  2 April, 2007 at 3:46 pm

    Ga asyik. karena tokoh Salafy yang di tunggu tunggu ga kunjung muncul lagi. Mana Salafy nya????? Manaaaaaa??????!!!!!!
    Hoi. Ayo tokoh salafy! kalian sedang di gossipin nih, ko ga ada respon lagi?????.
    Lagi nimba ilmu di sumur tujuh warna yaa??????? atau memang sudah kehabisan bahan????

    Kemudian polisi datang

    Polisi: Hey provokator! Minggat! Nanti saya kasih duit kamu
    Ya pa! ni saya mau minggat

    Balas
  • 89. ekowanz  |  2 April, 2007 at 4:22 pm

    numpang komen aj lah med :D

    Balas
  • 90. Fourtynine  |  2 April, 2007 at 9:12 pm

    Ah. Tutup saja blog ini tidak ada manfaat yang bisa diambil Tidak ada perang yang teramat ramai seperti yang diharapkan.

    Balas
  • 91. antobilang  |  2 April, 2007 at 9:14 pm

    # farid
    betul, ndak seru, hits blognya pun ndak seberapa…
    *berharap amed bikin gara2 lebih rame lagi*

    Balas
  • 92. MaIDeN  |  2 April, 2007 at 9:49 pm

    Hati-hati …
    Cari dulu pengertian Salafy itu. Jangan sampai cap “Blogger Salafy” ini melekat kepada orang-orang yang benar-benar Salaf jika memang benar salafy itu pengertian yang baik. Pokoknya yang begitu-begitulah maksutnya :D

    Balas
  • 93. erander  |  3 April, 2007 at 9:40 am

    Bismillahirahmanirahim.

    Rasa2nya sudah lama banget saya ga blogwalking ke ‘rumah’ blogger. Sepulang dari Jakarta dan ada waktu buat jalan2, saya terpana. Konco2 ku sedang ‘terpanggang’ amarah. Saya bukan saya resah. Tapi saya menangis. Saya pikir, kebenaran itu milik Allah. Bukan milik manusia.

    Saya yakin, teman2 juga membaca Al Quran, mempelajarinya dan memahaminya. Semoga itu membawa kita kepada pencerahan bukan kegelapan. Terima kasih pada semuanya. Baik yang pro dan kontra. Itu membuat saya semakin memahami bahwa keyakinan itu urusan kita dengan Sang Pencipta.

    Kalian semua saudara2 ku, sama2 Islam. Bukankah sesama muslim adalah saudara? soal aliran? kembali ke diri kita masing2.

    Balas
  • 94. lambrtz  |  3 April, 2007 at 2:48 pm

    salam kenal, numpang nonton

    Balas
  • 95. raja iblis  |  4 April, 2007 at 10:11 am

    resah ?
    gak perlu lah …
    masih banyak yg perlu diresahkan … !
    apalagi bila hanya “berdebat” soal avatar apakah harus pake foto manusia atau makhluk benyawa atau foto laen !

    lantas, apa bedanya foto yg ada di KTP sama yg ada di avatar ?
    toh semuanya ditasbihkan sebagai sebuah identitas !

    Balas
  • 96. WEDhusgEmbHEL  |  4 April, 2007 at 11:25 am

    Agama adalah nasehat. setidaknya orang yang berpegang teguh kepada agama adalah yang berusaha mengaplikasikan nasehat[nasehat=nasihat].
    maka diharap orang yang menuahkah nasehatnya sabar dalam melakukan hal tersebut.
    dan orang yang sedang dinasehati hendaknya sabar pula, sadar bahwa ia sedang mendapat petuah.
    dan saling menasehatilah dalam hal kebaikan, sedemikian untuk tidak berbuat sebaliknya.
    Agama tidaklah mengekang akal dan pula tidak mengumbarnya. semuanya mempunyai batasan kecuali الله. Ada satu hal yang memang diharap akal dipacu untuk maju, namun pula ada hal lain dimana akal tidak berlebihan dalam penggunaan.
    Agama memang dipahami dengan aql[=akal] namun hendaknya ia mengacu kepada naql[=tuntunan sandaran], supaya ia tidak terbang bebas.
    karena dalam hal ini agama tidak dibentuk oleh pemikiran namun wahyu yang apabila pemikiran bebas melalang buana, maka tak ada beda agama itu sebagai bentuk wahyu yang ditasbihkan kepada nabi atau agama sebagai penjabaran pemikiran.
    Implementasi dari tanpa adanya netralisir terhadap pemikiran dalam hal agama mengakibatkan, agama itu bisa diutak-atik sedemikian hingga oleh seiap orang yang merasa bisa berfikir[mengutak-atik]. terlepas apakah pikirannya itu sholih atau fasad.
    maka lebih bijak untuk tidak mengedepankan akal kecuali ia bersandar kepada dasar – dasar naql seperti diatas.
    dengan demikian sebagai bukti bahwa agama islam beserta kitab quran itu otentik terjaga keasliannya hingga hari akhir terakhir.
    wallohu al musta’an

    Balas
  • [...] mulai lagi. Ditambah lagi banyak komentar senada yang menganggap perdebatan yang bermula dari keresahan AMD (dan banyak orang lain) akan aktivitas dakwah Salafy di blogosphere sebagai DEBAT KUSIR TAK [...]

    Balas
  • 98. Muhammad Haryo  |  5 April, 2007 at 6:35 pm

    lagi pada diskusi apaan sih?

    Haryo
    http://annajiyah.notlong.com

    Balas
  • 99. crizosaiii  |  6 April, 2007 at 10:28 am

    weks… suseh kalo udah ngomong ma orang2 kayak begini.. mending damai-damai Islam itu agama perdamaian.. btw, inget lagu “Perdamaian”-nya Bang Rhoma gak? :)

    Balas
  • 100. joesatch  |  6 April, 2007 at 3:05 pm

    ada juga perdamaiannya gigi yang aku suka. kalo kak haji, aku ndak suka tuh :P

    Balas
  • 101. kikie  |  7 April, 2007 at 2:47 am

    linguistik payah?
    semantik amburadul?

    referensi atau reverensi?

    (baru baca-baca semua komentar di blog post :) )

    Balas
  • 102. sastro  |  22 April, 2007 at 10:12 pm

    Lho kok yang muncul cuman Abu Aqil doank sich? Mana Abu Gosok, Abu Jahal, Abu Lahab dan Abu Nawasnya? Eh ada yang tahu gak, Anto Salaf itu Abu apaan sich?

    Balas
  • 103. Muhammad Haryo  |  26 April, 2007 at 12:40 am

    hmmm… peringatannya (tulisan panjang) ternyata tidak sesuai dengan isi tulisannya (tidak terlalu panjang). Yang panjang malah komentarnya =)

    http://anc.zendurl.com

    Balas
  • 104. Kemungkinan Pamit « A Journal of A Not-Superman Human  |  30 April, 2007 at 5:36 pm

    [...] pahit, bertanya, terjebak, marah dan pasrah ketika berkunjung ke berbagai konfrontasi seperti masalah Salaf, Poligami, Syiah, IPDN, ngadu-ngadu, dan banyak perang-perang [...]

    Balas
  • 105. abdul mujib  |  5 Mei, 2007 at 10:03 am

    Sekedar share, care dan aware dgn terjemahan Q.S 2:171 :
    oleh sdr. amd ditulis :
    “Perumpamaan orang-orang yang tidak beriman ialah seperti (gembala) yang meneriakkan (ternaknya) yang tidak mendengar selain suara panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, sebab mereka tidak menggunakan akal pikiran.” (Qur’an, 2: 171).

    Mohon kehati2an dalam menerjemahkan AQ agar tidak terjebak dgn penerjemahan dan interpretasi yg tanpa struktur jelas. Terimakasih atas Tulisan anda diatas.

    berikut terjemahan yg seharusnya :

    Wamathalu allatheena kafaroo kamathali allathee yanAAiqu bima la yasmaAAu illa duAAaan wanidaan summun bukmun AAumyun fahum la yaAAqiloona ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`
    Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja [107]. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

    —————————————————————-

    [107] Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.

    Balas
  • 106. Amd (Gak Login)  |  5 Mei, 2007 at 2:58 pm

    @ Abdul Mujid
    Terima kasih atas masukannya Pak.
    Yang nulis itu bukan saya kok, Pak. Saya cuma asal copy paste dari bukunya Sirah Nabawiyah-nya M. Husain Haikal, dan di buku itu yang menafsirkan demikian itu adalah Syaikh Muhammad Abduh… Jadi sekali lagi bukan saya yang menerjemahkan seperti itu :) .

    Mohon kehati2an dalam menerjemahkan AQ agar tidak terjebak dgn penerjemahan dan interpretasi yg tanpa struktur jelas.

    Kalau saya pribadi juga ndak berani menerjemahkan makna Al Qur-an sendiri kok, Pak, selama ini saya hanya mencari hasil terjemahan dan tafsir yang sudah ada, kalau bisa dari berbagai sumber sehingga bisa saya cross-check pemaknaannya.

    Kalau ada yang mau menjelaskan dengan cara seperti yang Bapak lakukan di atas, sungguh saya sangat berterima kasih, karena sampai sekarang saya juga masih terus belajar dan mencari kebenaran yang hakiki.

    Sekali lagi, terima kasih atas masukannya.

    Balas
  • 107. antosalafy  |  5 Mei, 2007 at 4:01 pm

    Semoga dirimu meraih apa yang engkau inginkan: Kebenaran yang Hakiki. Selamat berjuang!

    Balas
  • 108. INI DIA  |  24 Mei, 2007 at 4:03 pm

    Jangan pernah kita mau terlibat sama perselisihan pandangan, kita menyampaikan apa yang kita pikirkan, tapi pelacur atau penjahatpun tak mau dimaki pada profesinya.

    Balas
  • 109. bukansiapasiapa  |  7 Juni, 2007 at 6:25 pm

    keresahan si penulis, karena ketidak pahamannya dalam memahami dakwah salafi. Sok sebagai penengah namun salah mengambil dalil, sebaiknya anda belajar lagi baru mengomentari orang lain

    Balas
  • 110. Amd  |  7 Juni, 2007 at 8:06 pm

    @ Bukansiapasiapa
    Loh, siapa yang ngomongin dakwah? Bukannya sudah saya tulis gede-gede:

    INGAT LOH SAYA LAGI NGOMONG DALAM KONTEKS BLOGOSPHERE!

    Lalu memangnya saya siapa SOK SEBAGAI PENENGAH? Saya juga BUKAN SIAPA-SIAPA kok, dan saya juga tidak niat jadi penengah, tidak ada kompetensinya. Saya hanya menyampaikan apa yang mengganjal saya. Apa saja hal-hal itu? Silakan ditelusuri link-link yang ada di sini. Atau ada link yang tidak jalan? Silakan tanyakan langsung pada si pemilik link kenapa beliau-beliau menghapusnya.

    Salah mengambil dalil? Kan sudah saya tulis juga

    OK, ini saya ikut-ikutan asal copy paste

    jadi kurang apa lagi? Masih belum paham, atau tulisannya dibaca sambil sekip-sekip?

    Terakhir, sebaiknya anda JUGA belajar lagi baru mengomentari orang lain, karena terus terang saja, setelah dua bulan yang lalu saya posting tulisan ini, banyak sekali masukan dan wawasan baru yang saya terima, tidak cukup untuk saya tuliskan di sini semua. Sedikit dari yang telah saya dapat itu, silakan baca di posting saya setelah ini.

    BTW, salam kenal.

    Balas
  • 111. Amd  |  7 Juni, 2007 at 8:07 pm

    Tambahan, posting yang saya maksud adalah posting yang ini

    Balas
  • [...] nakal sementara yang satu lagi si B, yaaaa katakanlah anggota organisasi keagamaan yang lumayan meresahkan sering melakukan dakwah di kampus dan [...]

    Balas
  • [...] cukupkah kegilaan dan keresahanku, hingga akhirnya aku menulis pesan [...]

    Balas
  • 114. Menggugat Pancasila « Parking Area  |  11 Juli, 2007 at 3:35 am

    [...] Merasa resah? Merasa perlu pelarian? Balik lagi ke sila satu, maka karena ada banyak tuhan silakan minta bantuan [...]

    Balas
  • 115. mina mina  |  11 Juli, 2007 at 9:21 pm

    anda resah?
    membaca tulisan anda saya juga jadi resah… :D
    bercanda aja deh
    *save dulu, baca nanti

    Balas
  • 116. Dapat Apa di Wordpress ? « f e r t o b  |  31 Juli, 2007 at 6:11 pm

    [...] MASALAH ? He-eh, jadi ingat kasus-kasus yang [...]

    Balas
  • 117. JIN  |  2 Agustus, 2007 at 10:08 am

    1, 2, 3,

    Balas
  • 118. JIN  |  2 Agustus, 2007 at 10:10 am

    damai…hem… no i cant

    Balas
  • 119. Abu Amin  |  13 Agustus, 2007 at 7:51 pm

    Ahki Yang Budiman,

    Bersabarlah kita dalam mentaati Alloh dan menggali ilmu Alloh , Saudara semua berhati hatilah dengan perkataan kita dan tulisan tulisan kita.karena semua ini adalah berat pertanggung jawabanya disi Alloh, Sakitnya perasaan kita tak melebihi sakitnya perasaan Rasul dan sahabAt ketika dikianati dan dicela oleh MUNAFIKIN, KAFIRIN.

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” Al isra 36

    Berkatalah semua dengan kebenaran atau diam.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

    Saling memaafkan dan semua karena ketaatan kepada Alloh dan RasulNya.

    Sehebat hebatnya ilmu kita pasti banyak yang tidak kita ketahui dan yang berani berkata dan mencela para musuh Alloh karena mereka sudah memahaminya dan inilah Wala’ wal bara’ Kita.

    Semoga Kita diberi kerendahan hati untuk berfikir jernih kembali kepada Alquran dan sunnah dengan pemahaman yang benar yaitu pemahaman para Awalul Muslimin.atau arti lain Salaf ahki. kalau salafi bisa saja orang orang mengaku saja.

    Barokallohufiikum
    Abu Amin

    Balas
  • 120. Abu Amin  |  13 Agustus, 2007 at 9:59 pm

    Saudara yang budiman,

    Sudah tidak sepantasnya yang mengaku beriman saling berbantah bantahan dalam urusan perselisihan, Barang siapa disesatkan Alloh maka tiada yang memberi petunjuk dan barang siapa ditunjuki tiada yang bisa menyesatkan ” Ingatlah Seruan Alloh
    ” Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” Qs Alanfal 46.

    Saling memaafkanla kalian semua, karena tiada sesuatu yang sudah mengundang kemudharatan itu adalah pekerjaan iblis yang membisikan jkedalam hati kita, waspadalah saudara.

    Kalaupun anda semua berkata benar tapi karena hanya menuruti hafanafsu dan pemuasanya sungguh ini kejahilan, sabar dan beramalah dengan keyakinan mengharap ridhlo Alloh dan memohonlah kita kepada Alloh akan petunjuknya ”

    Jika benar dirasa dalam bahasan apapun disemua blog kalian semua, dan merasakan adanya kemudhorotan maka tidak usah dikomentari. Kita ingat bersama yuk :

    “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil” Alqashas 55.

    Jadi jangan sampai semuanya menjadi jahil karena melontarkan perkataan kotor yang bukan ahlak Islam.

    Semoga kita semua diberi petunjuk menuju jalan yang lebih lurus.

    INGAT KESOMBONGAN DIRI ADALAH SIFAT IBLIS MAKA, JANGAN MENYOMBONGKAN DIRI DENGAN PENDAPAT MASING MASING.

    Ana menulis ini karena mengharap Ridhlo Alloh dan Bukan Ridhlo manusia. karena setiap tulisan kita dinilai bukan karena kepandaian kita, atau harga diri kita,gelar kita dan semua selain Alloh. Dan sudah seharusnya mereka semua dan kita menulis niat mengharap ridhlo Alloh

    Mari kita ingat Perintah Alloh ini semoga menggugah hati kita :

    Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

    Tertanda Alfakir Abu Amin.

    Balas
  • 121. Amd  |  24 Agustus, 2007 at 9:43 pm

    @ B Ali

    Tindakan anda dengan menyebarkan spam ke mana-mana saya rasa justru tindakan yang sangat meresahkan. Maaf komen anda saya hapus.

    Balas
  • 122. On Hold, Indefinitely « sora-kun.weblog()  |  2 Oktober, 2007 at 4:54 pm

    [...] post ini, saya akan *sangat* tidak aktif di blogosphere. Termasuk bila terjadi perang yang kayak dulu, ataupun lain sebangsanya. Mudah-mudahan pembaca yang budiman dapat [...]

    Balas
  • [...] iya, ini merupakan posting lanjutan dari posting saya yang legendaris *pletak!*, yang sempat memicu kehebohan kecil di blogosphere. Sudah sangat lama [...]

    Balas
  • [...] apalagi kalo bukan Ghibah. Kami mengghibah beberapa hal, diantaranya seperti kasus Sarah, Ade, Polemik Salafy, dan beberapa cerita tentang Banjarmasin dan Yogya yang saling kami [...]

    Balas
  • 125. mulut  |  9 Januari, 2008 at 10:03 am

    welgedewelbeh
    Maaf mulut komen di postingan yang sudah lama diarsip, tapi kayaknya topiknya cukup relevan. Begini bos, mulut saat ini lagi lagi mengangkat satu isu tentang etika blogging. Tentu saja urun rembug njenengan mulut tunggu di sana.

    Balas
  • [...] sesungguhnya Allah menghormati manusia ciptaanNya.  Lalu mengapa kita sering resah dengan urusan dunia yang seupil itu?.  Mengapa karena kita melihat matahari mengelilingi kita maka [...]

    Balas
  • 127. Saya Resah « Mereka Bicara Salafy n Wahabi  |  28 Januari, 2008 at 4:06 pm

    [...] Tulisan Blogger: amed.wordpress.com [...]

    Balas
  • 128. Saya Resah « Mereka Bicara Salafy n Wahabi  |  28 Januari, 2008 at 11:18 pm

    [...] http://amed.wordpress.com/2007/03/28/saya-resah/ Banjarmasin, 28 Maret 2007 PLANG PERINGATAN: TULISANNYA PANJANG DAN BANYAK LINK! BIKIN OVERLOAD JUGA! Anda telah diperingatkan. [...]

    Balas
  • 129. Peleton 2007 « RosenQueen, company.  |  13 September, 2008 at 1:52 am

    [...] Alkisah, dahulu kala di belantara WordPress Indonesia, pernah terjadi konflik yang pelik; sebuah feud legendaris yang meletus sekitar awal tahun 2007 silam. Pertempuran antara kaum paderi melawan kaum [...]

    Balas
  • 130. Kartu Lebaran 1429 H « sora-kun.weblog()  |  29 September, 2008 at 8:49 pm

    [...] juga berharap Idul Fitri kali ini jadi momentum perbaikan umat, terutama bila dibandingkan dengan yang dulu-dulu. Perayaan yang baik adalah perayaan yang disertai refleksi — oleh karena itu, mari [...]

    Balas
  • 131. Belajar Menjadi Bodoh : Jangan Bertanya..!!! « f e r t o b  |  13 Desember, 2008 at 10:01 pm

    [...] 13, 2008 oleh goldfriend Ketika Perang Besar itu terjadi, saya hanyalah seorang pengamat yang tidak terlalu terlibat aktif di dalamnya. [...]

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pamer

RSS My New Blog

Komen Terbaru

akarimomar di Ahadith Dan Najd
DenBagoes di Belajar Video Editing
Amd di Being A Teacher
ManusiaSuper di Being A Teacher
Parman di Belajar Video Editing

Posting Terbaru

Posting Terhangat

Arsip

RSS Jelajah

Blogroll

Akismed

Metamed