Banjarmasin, 22 September 2007
Yang betul itu silakan loh! Bukan silahkan.
Jadi yang benar persilahkan atau persilakan yaa kira-kira?
Banjarmasin, 22 September 2007
Yang betul itu silakan loh! Bukan silahkan.
Jadi yang benar persilahkan atau persilakan yaa kira-kira?
22 September, 2007 pada 11:55 PM
yay pertamax
23 September, 2007 pada 12:00 AM
seharusnya pake “SYUMONGGO…”
23 September, 2007 pada 12:00 AM
sayank kalo ndak hettrix…hohoho
23 September, 2007 pada 12:10 AM
udah tau…
23 September, 2007 pada 12:10 AM
kenapa enak bilang silahkan yah???
silakan kaya bahasa malaysia
23 September, 2007 pada 2:19 AM
mmm…. bahasa Indonesia memang membingungkan..
23 September, 2007 pada 2:28 AM
Ah, benar juga dugaanku. Kemarin juga sempat nulis “Silahkan” dan bukan “Silakan”. Tapi buru-buru diralat, cuma ndak yakin
Betewe, apa akarnya karena kebiasaan mempersilakan duduk “bersila” ya?
23 September, 2007 pada 5:54 AM
kok tumben gak ngasi sepoiler?
23 September, 2007 pada 5:56 AM
eh iya, kalo Ayahku, sejak di malay sana, sekarang ngomongnya ndak Silakan atau Silahkan…tapi tinggal -Sila- aja…
23 September, 2007 pada 5:57 AM
orang pontianak bilang… sile…
23 September, 2007 pada 5:59 AM
Med, bener ternyata kata mas Farid…
kamu mengalami degradasi menulis, atau bahkan degradasi kecerdasan…
awalnya aku ragu, tapi dari posting ini aku yakin seyakin yakinnya, kalau sang tercinta-ku itu ga sekedar asal omong…
23 September, 2007 pada 7:28 AM
walah.. bang amed malah tanya balik iks
uhmmm kalo orang jawa bilang silaken
kalo orang ambon bilang slaken
23 September, 2007 pada 10:48 AM
Silahkan memilih antara silakan dan silahkan…
23 September, 2007 pada 1:28 PM
Komen siwi pedas betul
semangat med! ayo bikin “saya resah part 2″
udah lama gak ada bakar2an nih!
23 September, 2007 pada 2:04 PM
sunda:silakeun=mangga
anto bilang:sono loe
23 September, 2007 pada 4:58 PM
udah tau dari kapan2, hahaha….
24 September, 2007 pada 10:33 AM
Liat komentar Siwi
Buktiin lewat postingan
ndulMed, kalau Amed tidak mengalami degradasi*provokator mode on*
24 September, 2007 pada 11:30 AM
@ Hoek
Syumonggo itu berkesan terlalu ke-keratonan ngkale?
@ cK
Oh ya? Tapi masih ada 2 postinganmu yang pake “silahkan” loh…
@ Jendral Bayut™
Heh, jangan bawa-bawa Malaysia! Ini kan bahasa Indon…
@ aRuL
Maklum, masih muda…
@ Alex
Bisa jadi, dulu kan orang duduknya bersila…
@ Nyonya Farid
>>>>>kok tumben gak ngasi sepoiler?
Iseng, hehe…
>>>> tinggal -Sila- aja…
Sila itu nama adik saya
@ Resta
Kalo di Banjar apa ya???
@ Nyonya Farid
Ah, saya sudah menyadarinya sejak lama kok,
@ Almascatie
Slaken itu sebelah mananya Sragen?
@ Manusiasuper
Hoy, ini bukan pilihan! Ini tata bahasa yang baku!
@ Antobilang
Perasaan makin banyak yang ngingetin saya dengan posting saya yang rusuh itu ya???
Haruskah saya bikin rusuh lagi???
Ah, males… :p
@ Abeeayang
Wah, mangga… harumanis… :ngiler:
Woi! Puasa ini!
@ Venus
Oh ya? Tapi masih ada 1 postingan Simbok yang pake “silahkan” loh…
@ Itikkecil
Hwehehehe, nyante aja lagi, I write anything that I like, kok. Banyak sebenarnya tulisan di draft, tapi karena berbagai pertimbangan masih saya tahan-tahan… Ujung-ujungnya yang dipublish ya yang menurut saya sudah layak naik saja, hehe….
Tapi yang penting kan saya masih tetap menulis,
24 September, 2007 pada 11:12 PM
maaf Mas…ini bukan bermaksud pembunuhan karakter…
tapi mengungkap realita, hasil pengamatan seorang sahabat, gitu lho…
25 September, 2007 pada 9:33 PM
@siwi
yakin betul kalo amed juga nganggep si farid itu sahabatnya?
*digampar*
@amed
silakan Abang tabok juga si Siwi ituh..
26 September, 2007 pada 5:00 AM
masi belum ada postingan baru negh? lagi males ya mas amed? mosok cuma silakan molo dari dolo? hohoho *ngikut ngomfor-ngomforin*
26 September, 2007 pada 3:00 PM
Silakan nikmati pabukoannya
27 September, 2007 pada 5:28 AM
buset di itungin…
*ngecek tiap postingan*
29 September, 2007 pada 12:40 AM
silakan? wah dirubah ya? tahunya pancasila
29 September, 2007 pada 9:59 AM
@ Hoek
Lagi sibuk, he… *sok sibuk mode ON*
@ Takodok!
Pabukoan itu apa ya? Ta’jil ya? *ngiler*
@ cK
Ke ke ke
@ Peyek
Bukan dirubah, Pak, diAMANDEMEN hehe…
29 September, 2007 pada 12:23 PM
Kyk balik ke sekolahan lagi. Belajar mengeja dengan baik dan benar
*liat postingan di blog ada yang salah tulis nga yack?
29 September, 2007 pada 8:27 PM
*nangis karena dicuekin*
30 September, 2007 pada 7:14 PM
Ha ha memang kita harus lebih cermat … saya termasuk yang ngak cermat … sekedar –sekadar, keru-keruan-karu-karuan, dan seterusnya
1 Oktober, 2007 pada 10:24 AM
mas amed, postingan mana yang menggunakan kata ‘silahkan’? kalau komen saya masih suka salah, tapi kalau postingan, rasanya enggak deh…
*editor mode On*
1 Oktober, 2007 pada 9:07 PM
Eyalah kelewat toh???
@ Mrs. Neo Forty-Nine
Iya gpp kok, bagus malahan inputnya… Sayang memang saya lagi kurang punya waktu buat ngurusin posting blog ini…
@ Calonorangtenarsedunia
Farid itu sudah saya anggap saudara kok, wong dia dulu sempat manggil saya Kak
Aduh, jangan masokis gitu dong
@ Ina
Sudah selesai ngeceknya?
@ Calonorangtenarsedunia
Aduh maaph, kelewat Neng…
*Ngirim paket sogokan Abang via DHL supaya Hana berenti nangis*
@ Ersis Warmansyah Abbas
Yah, saya juga kadang nggak tau mana yang benar dan yang salah EYD-nya. Jadi mumpung nemu pedomannya ya saya coba sebar luaskan saja, semoga bermanfaat, hehe…
@ cK
Coba cek di sini deh.
6 Oktober, 2007 pada 1:01 PM
????????????????????????????????
????????????????????????????????
????????????????????????????????
disconnected……………………………………
13 Maret, 2008 pada 9:58 AM
yang betul “silakan” tanpa “h”
ini tambahan sharing, kebetulan barusan juga cari2 info mana yang bener, silahkan atau silakan..
ini ada salah satu referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_ejaan
berikut cuplikannya:
Kata yang sering salah dieja
Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan, sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan.
# selebritas, selebriti
# sepak bola, sepakbola
# silakan, silahkan (Ingat!)
# sintesis, sintesa
# sistem, sistim
19 Agustus, 2008 pada 1:21 AM
[...] atau mungkin sekedar numpang singgah lalu tebar pesona dengan komentarnya, sekiranya anda dipersilakan untuk mengisi kolom komentar di bawah ini. Yang mana kesempatan untuk berkomentar memang saya buka [...]
28 Maret, 2010 pada 12:08 PM
monggo kerso
26 Juni, 2011 pada 3:07 AM
[...] pesan tersampaikan, selama komunikasi berjalan lancar, apa gunanya meributkan hal-hal kecil macam ‘silahkan’ atau ‘silakan’, ‘aktivitas’ atau ‘aktifitas’, ‘acuh’ atau ‘tak [...]