Selamat Datang Di Kalimantan
15 Oktober, 2007
Selamat Datang Di Kalimantan
Pulau terluas ketiga di dunia
Dihuni tiga negara
Kaya akan flora dan fauna
Kaya akan keragaman budaya
Dan yang paling utama
Kaya sumber daya alamnya
Selamat Datang Di Kalimantan
Masih sepi manusia
Hanya dihuni 2,1 jiwa per hektar
Masih sepi manusia pintar
Masih mudah untuk diperalat
Selamat Datang Di Kalimantan
Yang setiap tahun mengekspor asap
Yang hutannya kian habis dibabat
Yang sisa galian batubaranya menyisakan danau-danau tak berguna
Yang sungainya kian cemar dan mendangkal
Yang setiap tahun kebanjiran akibat penanaman sawit sporadis
Selamat Datang Di Kalimantan
Surga kaum rakus dan serakah
Sarat manusia miskin daya saing
Yang bisa dengan mudah dimanfaatkan
Untuk jadi kuli dan sesuruhan
Selamat Datang Di Kalimantan
Yang tanahnya makin gersang
Yang airnya makin keruh
Yang udaranya makin jenuh
Selamat Datang Di Kalimantan
Mau ikut rame-rame menghancurkannya???
*Link Menyusul, sementara posting dulu…*
*Maaf kalau masih mentah, baru aja bisa onlen, ngejar deadline*
Entry Filed under: Analisis Sok Kritis, General Thought. Tag: Blog Action Day, Eksploitasi, Kalimantan, Ketidak Adilan, Lingkungan, Pemerasan.
37 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
cK | 16 Oktober, 2007 at 12:35 am
Vertamax dulu deh…
komen besok aja…nunggu diapdet…
2. Selamatkan Bumi Tercinta « cK stuff | 16 Oktober, 2007 at 12:39 am
[...] • Selamatkan Bumi, mulai hari ini! • Maling Ramah Lingkungan • Pay It Forward • Menjadi Insan Perubahan sebagai Aksi Nyata Terhadap Lingkungan • Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup melalui Dunia Pendidikan • Jakarta: Udaraku, Udaramu, Udara Kita Semua • Selamatkan Mangrove • Merawat langit • Global Warming and Destruction of the Earth • Welcome to Bali • Anak Siapa? • Krisis Kepemimpinan Lingkungan Hidup • Selamat Datang Di Kalimantan [...]
3.
mina | 16 Oktober, 2007 at 1:15 am
wah, ada ajakan menghancurkan kalimantan
4.
agorsiloku | 16 Oktober, 2007 at 8:13 am
Mari-mari kita hancurkan bumi Kalimantan sampai tak ada lagi sisa pohon untuk ditebang, tak ada lagi sisa air untuk diminum.
Semua demi pembangunan dan kesejahteraan bangsa ini….
5.
timpakul | 16 Oktober, 2007 at 8:41 am
kayaknya kalimantan tak seperti itu juga deh…
salam dari tepi karangmumus
6.
rudyhilkya | 16 Oktober, 2007 at 9:54 am
med memed
7.
aRuL | 16 Oktober, 2007 at 10:04 am
puisi mantaf,
sekali-kali kalimantan itu dijaga…
ah terlalu banyak illegal logging sih..
8.
calonorangtenarsedunia | 16 Oktober, 2007 at 12:29 pm
saya lebih setuju menghancurkan orang2 kalimantan.
btw, save our planet!!
9.
Hanna | 16 Oktober, 2007 at 7:14 pm
Selamat datang Di Kalimantan
Udaranya sungguh nyaman
Budayanya perawan
Keindahannya mengesan
Yang merusak ialah setan.
10.
danalingga | 16 Oktober, 2007 at 7:52 pm
Katanya kalimantan surganya bahan tambang tuh.
11.
caplang™ | 16 Oktober, 2007 at 8:38 pm
saya ga ikutan…
12.
s2unmul | 16 Oktober, 2007 at 10:10 pm
Trims puisinya…..mengingatkan kita penghuni kalimantan, untuk mempertahankan kalimantan dari tangan-tangan jahil yang akan menghancurkannya……..
13.
iman brotoseno | 16 Oktober, 2007 at 10:53 pm
sedih melihat kalimantan sekarang..bolong bolong dari udara
14. Who am I | 17 Oktober, 2007 at 9:33 am
peluklah iblis dengan mesra !
mungkin, sudah saatnya bagi rajaiblis untuk unjuk diri ke dunia yang fana ini. terlalu lama manusia bertanya bagaimana wujud rajaiblis yang sesungguhnya. bisa jadi, ada sebagian dari mereka yang mengira bahwa wujud iblis masa kini berbeda dengan wujud …
15. Global Warming and Destruction of the Earth « [Chaos Region - Incorporated] | 17 Oktober, 2007 at 4:57 pm
[...] Selamat Datang Di Kalimantan [...]
16.
fertob | 17 Oktober, 2007 at 5:19 pm
Kalimantan itu mirip Papua. Tetapi Papua belum “terintimidasi” lebih jauh sementara Kalimantan sudah diobok-obok.
Kok nggak ada tentang orang utan Kalimantan, yang nasibnya sudah sampai kemana-mana ?
17.
hoek | 17 Oktober, 2007 at 7:04 pm
*cukong Mode ON*
ah? itu kan yang diekspos sama berita? kalau mau lihat, masih banyak kok hutan di kalimantan, lagifula kami juga melakukan reboisasi di tempat-tempat tertentu, tapi yah…memang belum terealisir, karena kami harus *dibakar massa*
____________
ah ya! fuisi bagus sangadh, tafi ko’ orang-orang kalimantan dibawa-bawa?! saia dari kalimantan negh!
18.
telmark | 17 Oktober, 2007 at 9:37 pm
bangun… bangun masyrakat dan Lsm2 serta para pecinta lingkungan kalimantan. lawan…. !
jgn sampai kerakusan menghancurkan kejayaan hutan kalimantan.
*bukan memprovokasi, cumen ngerasa “gondok” ngeliat hutan2 diancurin*
19. Telmark. | 17 Oktober, 2007 at 9:37 pm
Welcome to Bali.
This Is It! Today is Blog Action Day.
Selamatkan Bumi tercinta.
*Saya postingkan tulisan ini dlm waktu saya sekarang (di Osaka) 15 oktober 2007, pukul 2:55 pagi*.
I Post this “Blog Action Day”, in Osaka time. oct. 15 2007. am 2:55.
Su…
20.
Mrs. Neo Forty-Nine | 18 Oktober, 2007 at 12:58 am
save our earth!
21.
alex | 18 Oktober, 2007 at 5:31 pm
*ketawa baca komen Hoek*
Reboisasi? Nebang satu hektar tanam sebiji, begitu Hoek, ya?
Dikira pohon2 itu tumbuhnya macam nanam cabe apa?
22.
Ina | 18 Oktober, 2007 at 8:20 pm
SaVe Our Kalimantan!
Keren…!
23.
Amed | 18 Oktober, 2007 at 8:47 pm
@ cK
Maaf, belum sempat diapdet juga
@ Mina
Ikutan?
@ Agorsiloku
Yap, you’ve hit the spot, Pak!
@ Timpakul
Yah, tidak semua, atau belum semua, bagian kalimantan separah puisi ini, tapi setidaknya itu yang saya lihat, dengar dan rasakan selama 26 tahun hidup di pulau ini…
@ Rudyhilkya
Ya, saya?
@ aRuL
Ilegal pas loggingnya Rul, pas masuk Malingsia kayunya jadi legal loh!
@ Hana
Maksudnya apa hah? Hah? HAH?
@ Hanna
Aduh, jangan mengkambing hitamkan setan, nanti ada yang marah…
@ Danalingga
Bukan katanya lagi, Dan.
@ Caplang™
Yaa, kok gak ikut? Duwitnya gedhe loh!
@ S2Unmul
Dan tangan-tangan itu masih saja beraksi…
@ Garol silva bastos
Hoh?
@ Iman Brotoseno
Masih untung kalau kelihatan Pak, lah kalo musim kabut asap?
@ Fertob
Iya ya, saya lupa… Ntar di update berikutnya saya perpanjang deh… Makasih diingatkan Bang.
@ Hoek
Yee, saia juga orang kalimantan, kamu kan sudah kabur ke luar
negeripulau?@ Telmark
LSM sih banyak dan sudah cukup jauh bertindak, tapi sekali lagi, di sini uang yang berbicara…
# Mrs. Neo Forty-Nine
Yuk!
@ Alex
Biasanya mereka nebang satu kawasan abis, Lex, terus yang di pinggir jalan mereka tanamin kembali biar keliatan dari luar kayak sudah selesai di reboisasi, taunya di dalamnya kosong melompong…
24.
alex | 18 Oktober, 2007 at 10:42 pm
Oh, anjritnya! Benar-benar licik.
Aku lebih kasihan pada segala siamang segala bekantan di hutan daripada
bajingan2penjarah berkerah demikian.25.
Fortynine | 19 Oktober, 2007 at 2:09 pm
@calonorangtenarsedunia:
Doh, yang patah hati ma orang Kalimantan…
To someone called Hung:
Look what you have done!
26.
Pesan Peduli Lingkungan yang Efektif [UPDATE] « POPsy! - Jurnal Psikologi Populer | 19 Oktober, 2007 at 10:27 pm
[...] Lingkungan”, ”Pay It Forward”, atau ”Global Warming and Destruction of the Earth” (maaf untuk blogger lain yang tidak disebut tulisannya di sini, apalagi yang judulnya panjang-panjang). Tapi [...]
27.
almascatie | 21 Oktober, 2007 at 11:28 pm
aha…..
selamat datang
28.
warmorning | 22 Oktober, 2007 at 9:27 am
hijau kalimantan adalah hijaunya hari penghuninya, yang mau ngerusak : GO TO HELL !!
29.
dakj | 22 Oktober, 2007 at 6:40 pm
Well… Perkataan adalah doa lho, bo’…
Mbo’ ya jangan terus mengutuk…
Kalimantan kan di Indonesia juga… anda warga Indonesia bukan? Jangan hanya marah-marah…
Mbo’ ya… berbuat untuk memperbaikinya…
MEmperbaiki hubungan dengan Yang Maha KUasa
MEmperbaiki hubungan dengan Manusia
MEmperbaiki hubungan dengan Makhluk dan alam sekitar
perlu banget lho, bo’.. ups… kalo gak suka dipanggil mbo’, jadi tak panggil Pa’e aja ya…
30.
antobilang | 24 Oktober, 2007 at 2:07 pm
saya setuju kalo kalimantan disewakan saja ke negara asing, biar hancur pelan…
31.
IfOnLYEvE | 1 November, 2007 at 9:59 pm
Allow amed….
Nice poem ya….
Kalimantan…oh Kalimantan…
Trus…punya ide untuk memperbaiki pulau terbesar ke3 di dunia itu…?
Ha…ha…aneh ya, aku dah 5 tahun di perantaunan sama sekali ga merasa rindu dengan Kalimantan tempat kelahiranku.
Damn…makin ancur tuh pulau….
Salam
Eva
32.
Amed | 16 November, 2007 at 9:21 pm
Aduh, banyak komen bermutu di posting ini belum saya tanggapi ternyata
maaph…
@ Alex
Paling tidak siamang dan bekantan ndak pernah niat bikin repot atau merusak ekosistem yang ada, kasian mereka cuma korban keserakahan manusia…
@ Fortynine
@ Almascatie
Selamat… selamat…
@ Warmorning
Tapi… sudah terlanjur ada yang merusak….
@ Dakj
Sepertinya pesimis, tapi kalau anda tinggal di Kalimantan, bekerja di media dan melihat dengan mata kepala sendiri kerusakan yang terjadi di sini, dan betapa busuknya orang-orang yang pegang kebijakan melanggengkan pengrusakan ini, saya pikir andapun akan merasakan hal yang sama…
@ Antobilang
Makasih, nTo… Kamu mengerti banget apa yang terbaik untuk menghancurkan Kalimantan
@ IfOnLYEvE
EVAAAAAAA!!!!!!!!!!
Yah, kalau ide sih banyak, tapi apa aku punya kuasa untuk merubahnya?
*Jadi punya ide buat postingan baru neh…*
33. Kalimantan, Riwayatmu Kini [Sebuah Ulasan] « OMG! Opinions - Uncensored | 4 Januari, 2008 at 4:43 pm
[...] under Brainstorming, Indonesiana, Sosial, Sumbang Saran Pernah membaca tulisan saya yang ini? Well, artikel ini saya jadikan penjelasannya, karena tulisan tersebut (ternyata) tidak cukup untuk [...]
34.
josan | 7 Januari, 2008 at 9:03 pm
kalimantan?
kali mantan?
kali aja mantan elo ya?
siapa tuh? kali aja mantan elo?
35.
josan | 7 Januari, 2008 at 9:06 pm
kalimantan…
kenapa kau hancur?
mana hutanmu?
mana hijaumu?
kau hancur, terbakar, berasap, gundul (-gundul dipacul)….
ironis, betapa ironisnya…
paru-paru dunia kok merokok?
gemar sama asap ya?
aku berharap kau berheni merokok…
Tuhan, tolonglah Kalimantan
36.
Amed | 7 Januari, 2008 at 11:09 pm
@ Josan
Kalimantan sendiri tidak pernah berniat untuk merokok, tapi orang-orang di dalamnya niatnya beda-beda sih…
37. Jakarta, Lihatlah Kemari! - A Journal Of A Not-Superman Human | 14 Oktober, 2008 at 10:33 pm
[...] Selamat Datang Di Kalimantan [...]