Barriers Of Success
8 Desember, 2007
Mumpung masih fresh habis seminar karakter. Mungkin post ini bakal jadi semacam artikel motivasi, tapi semoga ada manfaatnya.
Ada tiga penghalang utama dari karakter kita yang berpotensi merintangi proses menuju dan mempertahankan kesuksesan. Mereka adalah:
1. False belief; keyakinan yang keliru, mitos, apa-apa yang diyakini tapi tidak pernah dibuktikan benar salahnya, superstition, prejudice, bad assumption.
2. Illogical Emotion; bisa jadi nekad, bisa jadi pengecut, gampang terpancing, gampang terpengaruh, bermasalah dalam pengambilan keputusan.
3. Inconsistency; moody, alasan lupa, excuse, ketidak jelasan standar.
Apakah semua ini ada dalam diri kita? Secara umum ya. 86 persen, katanya manusia punya ketiga karakter buruk ini dalam dirinya, sementara hanya 14 persen yang bisa mengendalikannya, dan kemudian mengubahnya menjadi kesuksesan.
Ketiganya terbungkus dalam apa yang disebut sebagai Abnormal Fear. Ketakutan yang tidak wajar. Pada apa? Bisa bermacam-macam, yang biasanya diakibatkan ketakutan, trauma atau dendam di masa lalu. Efek sampingnya? Bisa jadi paranoid, phobia, ketakutan meninggalkan “zona nyaman” atau sekadar keragu-raguan, atau bisa jadi arogansi, gegabah, dan pengambilan resiko tanpa pertimbangan.
Bisa disembuhkan? Well sebenarnya mereka tidak untuk disembuhkan, karena karakter ini pada dasarnya selalu ada, sekecil apapun dalam diri setiap kita. Yang perlu kita lakukan adalah “mengatasi”nya. Training, coaching dan counseling yang dilakukan baik oleh diri sendiri maupun -jika kita bicara dalam konteks manajemen- oleh orang lain, akan bisa membantu diri kita meraih potensi terbaik yang bisa kita capai.
Training untuk me-manage skill kita. Coaching me-manage kesalahan dalam praktik kita di lapangan, sementara counseling me-manage emosi kita.
Selain itu kita juga harus punya empat pegangan dalam menghadapi karakter buruk ini, yaitu:
1. Decisiveness – ketegasan
2. Determination – kebulatan tekad
3. Value – nilai-nilai luhur
4. Principle – Prinsip
—
Waduh, catetannya mbulet… Yo wes seadanya yang penting poin-poinnya sudah saya rangkum semua.
Entry Filed under: General Thought, Resensi & Review. Tag: Barriers, Management, Success, Training.
22 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
rozenesia | 8 Desember, 2007 at 4:36 am
P~Ta-MAXX~
Wah, nilai-nilai luhur saya mungkin agak kurang banget…
2.
rezco | 8 Desember, 2007 at 6:02 am
hmmm….
moody kali ya
3.
Fadil | 8 Desember, 2007 at 8:47 am
IN-DO-NE-SIA..!!
IN-DO-NE-SIA..!!
IN-DO-NE-SIA..!!
4.
Fadil | 8 Desember, 2007 at 8:49 am
IN-DO-NE-SIA..!!
IN-DO-NE-SIA..!!
IN-DO-NE-SIA..!!
Luar biasaaaa…. Terima kasih,,,,
5.
caplang™ | 8 Desember, 2007 at 8:54 am
kalo saya taunya New Fear
alias nyupir
6.
kurtubi | 8 Desember, 2007 at 5:15 pm
hmmmm empat hal cara mengatasinya itu yaa… so, seberapa persen nih persentase nilai barrier of success sebelum dan setelah pelatihan… itu dulu… nanti saya pun mau mengukur seberapa persen dari 86% itu bisa berkurang setelah membaca postingan ini
7.
almascatie | 8 Desember, 2007 at 6:58 pm
sayah kok jadi pengen ikut itu seminar sih
8.
Hoek Soegirang | 9 Desember, 2007 at 12:01 pm
hooo…
saia baru tau itu…
saia jadi fengen introskonspreksi diri dolo…
*bertafa*
9.
Amed | 9 Desember, 2007 at 11:46 pm
@ Rozenesia
Nilai-nilai luhur bisa digali dari mana saja kok…
@ Rezco
Siapa yang moody?
@ Fadil
Woy kalo itu Motivation! Ini Character! Beda jadwal neh..
@ Caplang™
Hoh???
@ Kurtubi
Hehe, saya sih kurang begitu berminat mendalami persen-persenan itu, Pak. Sekarang sih saya coba dari diri saya sendiri dulu untuk mengatasi karakter buruk saya.
@ Almascatie
Boleh, kalau dari umum bayar sekitar 200 rebu…
@ Hoek Soegirang
*kirim menyan*
10.
deking | 10 Desember, 2007 at 8:54 am
Bang, yang false belief bisa dikasih contoh gak?
Apakah yang itu tuch juga termasuk false belief Bang? hehehe
11.
itikkecil | 10 Desember, 2007 at 12:18 pm
bayar trainingnya berapa med?
12.
rozenesia | 10 Desember, 2007 at 1:06 pm
Misalnya dari mana, om?
13.
Amed | 10 Desember, 2007 at 8:23 pm
@ deKing
Misalnya kalo orang tuanya miskin, anaknya PASTI juga jadi turunan miskin…
Yang itu tuch yang mana ya?? *belagak amnesia*
@ Itikkecil
Seminar 200 ribu untuk jangka waktu 2-3 jam, kalo in-house training tentu lebih gedhe lagi biayanya, apalagi kalo outing berapa hari gitu. Keterangan lebih lanjut silakan klik link di atas…
*Bakat promosi juga ya saia??*
@ Rozenesia
Mmm… dari mana ya?
Bisa dari petuah bijak orang tua…
Bisa dari kutipan-kutipan motivational
Dan jangan lupa ayat-ayat yang konstruktif
14.
rozenesia | 11 Desember, 2007 at 1:46 pm
Sippp!!!
*mulai bertapa*
15.
cK | 11 Desember, 2007 at 4:18 pm
ah…saya belom komen disini…
*klik submit komen*
16.
Amed | 13 Desember, 2007 at 1:05 pm
@ Rozenesia
Bagus… bagus…
*Elus-elus jenggot*
@ cK
*Klik edit*
*klik spam*
17.
M Shodiq Mustika | 13 Desember, 2007 at 7:35 pm
Mau hadiah buku? Baca http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/13/siapa-mau-hadiah-buku/
18.
uwiuw | 14 Desember, 2007 at 2:03 am
wah hebat jg ya…ternyata ikut pelatihan2 kayak gitu emang ada manfaatnya…sorri ngak pernah ngalamin..apa seminar buat bisnis stratup2 kayak gitu suka ada ngak ya? apalagi seminarnya disponsori pemerintah ?
19.
Amed | 21 Desember, 2007 at 9:14 pm
@ M Shodiq Mustika
*GRATIS… GRATIS…*
@ Uwiuw
Ini beda, ini lebih ke manajemen karakter pribadi, agar bisa lebih bekerja optimal.
20.
Rusdin S. Rauf | 22 Desember, 2007 at 2:02 pm
Salam kenal dari saya. Tulisan yang ini membuat saya tergugah menjadi lebih baik!
21.
Amed | 26 Desember, 2007 at 7:23 pm
@ Rusdin S. Rauf
Salam kenal juga. Semoga bermanfaat
22. Antara Tanda Tangan Dan Karakter « All That I Can’t Leave Behind | 27 Desember, 2007 at 4:51 pm
[...] Saya masih mau ngomongin seminar karakter yang sempat saya singgung di posting terdahulu. [...]