Kemarin Idul Adha
Di masjid dekat rumah dilaksanakan Salat ‘Id
Dan Bapak Khatib pun berkhutbah
Dalam khutbahnya ada beberapa hal yang saya masih kurang jelas
Mau bertanya langsung, antrian yang mau cium tangan beliau terlalu panjang
Dan beliau akan sangat sibuk hari itu
Ya sudah pertanyaan saya simpan dulu
Untuk kemudian ditanyakan kepada semua orang saja
Via blog
Karena saya tahu ada banyak pihak yang bisa membantu saya menjawabnya
Apa saja yang mau saya tanyakan?
Berikut daftarnya:
- Apa yang Bapak maksud dengan “mengurbankan harta, kedudukan, pangkat, bahkan nyawa yang kita miliki untuk membela agama Allah“?
- Apa yang Bapak maksud dengan waspada?
- Apa yang Bapak maksud dengan Kristenisasi?
- Apa itu Yayasan Doulos?
- Apa yang Bapak maksud dengan Aliran Sesat?
- Apa parameter yang Bapak gunakan dalam penentuan Aliran Sesat?
- Apa itu JIL?
- Apa yang Bapak maksud dengan JIL secara kurang ajar mempertanyakan ajaran Al-Qur’an?
- Apa itu Syi’ah?
- Apa yang Bapak maksud dengan Syi’ah mengkambing hitamkan keluarga Rasulullah?
- Apa yang Bapak maksud dengan waspada?
- Apa yang harus kita lakukan agar waspada?
- Apa itu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah?
- Apa yang Bapak maksud dengan membeli surga Allah?
- Apa pendapat Bapak dengan hadits lemah Kefakiran menyebabkan kekufuran?
…
Sebenarnya masih ada beberapa pertanyaan lagi, tapi masih terlupa. Kalau ingat saya tambahkan lagi nanti.
21 Desember, 2007 pada 8:13 PM
kamu siapa?
welkam bek, bro
21 Desember, 2007 pada 8:27 PM
Tanya Google donk
Google khan dewa
21 Desember, 2007 pada 8:31 PM
Lah, saya cuma orang awam yang pengen tau lebih dalem aja kok… sapa tau di blogosphere yang konon banyak ulamanya ini ada yang bisa ngasih jawaban…
YES, I am bek!!!
*
*bek kiri
21 Desember, 2007 pada 9:04 PM
@ Luthfi yang baru saya lepas dari akismed
Saya lagi pengen tanya sama manusia…
22 Desember, 2007 pada 2:07 AM
Khotbah-nya pake megaphone yang kedengeran sampai rumah saudara-saudara yang Kristen, anggota JIL, atau pengikut Syi’ah ya?
22 Desember, 2007 pada 3:26 AM
Gue ikut nunggu jawabannya aja deh.
22 Desember, 2007 pada 8:41 AM
Kamu sholat Ied di mana seh?? Masjid Sal##y ya?
22 Desember, 2007 pada 10:37 AM
Wow… begitu banyak yang dipertanyakan… Susah emang.. perlu banyak kewaspadaan…. tapi… berapa kambing yang dikurbankan?, berapa banyak sisa kaum miskin yang berebutan daging kurban. Ataukah kita yang kaya raya (makan sehari 3 kali) malah yang kebagian….
22 Desember, 2007 pada 3:10 PM
Kalo ikutan rebutan, dapet sedikit. Tapi kalo nunggu selesai acara, sudah ada bagian yang diamankan. Cukup untuk satu keluarga.
Oh iya, kristenisasi itu kan kawannya islamisasi ya.
22 Desember, 2007 pada 9:53 PM
JIL…jadi inget nama organisasi yang paling saya benci…
Pertanyaan:
Mengapa why selalu always tapi but tidak pernah never?
23 Desember, 2007 pada 3:32 PM
Kang Amed pertanyaan-pertanyaan itu pas banget dilayangkan kepada DDII atau Majalah Sabili … sepertinya isu ini menjadi trade mark di mana-mana di tempatku juga. Orangnya jelas dari golongan tertentu dan afiliasi tertentu.
Rasanya
kekerasan pemikiranfinah itu lebih kejam daripada pemikiran yang dianggap sesat…Bukankah mimbar ajang bebas bicara?
Bukankah mimbar senjata pemusnah otak massal?
Bukankah mimbar bebas untuk mengkafirkan orang?
Bukankah mimbar, miliknya sendiri?
Bukankah mimbar, dilarang orang interupsi?
(terkecuali kasus mimbar Jumat di DPR Senayan, seorang khatib bercelana nangtung diinterupsi, gara-gara bicara berapi-api mengkafirkan Gus Dur, khatib diturunkan oleh partai lain bukan dari NU.)
_________________
Mereka itu tidak mengaji apa ya, banyak sekali ayat dan hadtis yang mendorong umat untuk maju dan berjibaku dalam membangun peradaban.. tapi selalu saja mengutip ayat-ayat Televisi dan ayat-ayat isu murahan yang ditayangkan… benar-benar khutbah basi!
Dulu Soeharto membatasi para khatib bicara… saatnya sekarang pun para khatib perlu di fit and proter test… Gimana kang Amed?
.
24 Desember, 2007 pada 2:35 PM
Med, pertanyaan terakhir:
Dulu pernah ditanyakan temen-temen dari Jepang ke saya. Belum sempat saya jawab mereka nambah; “Kalo memang itu AJARAN Nabi Muhammad yang menjadi acuan Umat Islam, kenapa Indonesia masih saja miskin?”
25 Desember, 2007 pada 1:44 AM
waspada artinya ini kali…
awasi yang terjadi di sekitar lokasi pas di bagian dada Anda sendiri… he he he
26 Desember, 2007 pada 7:13 PM
@ Rozenesia
Nyaringnya sih iya, tapi nyampe apa tidaknya saya kurang tau…
@ Danalingga
Selamat menanti…
@ Manusiasuper
Masjid terdekat… Soalnya hujan, malas ke Murjani
@ Agorsiloku
Pertanyaan ini, semoga jadi pertanyaan kita semua sebagai ummat. Haruskah kita mendahulukan prasangka buruk di atas kedamaian?
@ Menggugat Mualaf
Ah, indahnya kalau mereka bisa berteman.. Sayang dirusak oleh kepentingan..
@ Lockon Stratos a.k.a. Tendo Soji
Why benci? Bisa diceritain hownya?
@ Kurt
Entahlah, tapi saya rasa, mungkin seandainya saya dapat khutbah yang semacam itu setiap Jum’at, atau setiap subuh, bisa jadi hati saya akan sekeras mereka…
Fit and proper test itu wacana yang bagus, tapi apakah mungkin mengetes semua khatib dari sekian ratus juta ummat Muslim di Indonesia? Butuh dana dan tenaga besar sepertinya, dan itu masih rawan untuk dikorupsi
@ n0vri
*gedubrak*
Saya ikut tertohok.
@ Sitijenang
Hasyah…
27 Desember, 2007 pada 7:38 AM
Khutbah Imam Khomeini Mengenai Natal: http://islammuhammadi.com/id/content/view/225/1/
27 Desember, 2007 pada 7:52 AM
Met kenal Med…
27 Desember, 2007 pada 10:18 AM
@ Olas Novel
Khutbahnya mantap! Semoga didengar segenap penjuru, terutama tentunya Bush dan kroni-kroninya.
Salam kenal juga
27 Desember, 2007 pada 12:28 PM
Nunggu jawaban dari pertanyaan2 nya yang anna juga ga ngerti neh… Salam kenal…
27 Desember, 2007 pada 1:31 PM
Waduh ‘virus’ yang satu itu sudah nyampe kampungnya mas juga rupanya :-/
*suntik vaksin biar imun*
23 Juni, 2008 pada 3:48 PM
wahhh.. ternyata ada juga yang merasa ‘tercemar’ dengan wacana seperti diatas..
hemmmm…
kayanya ada yang ‘aneh’ sama umat ini…
kalo saya baru tau masalah ini..
setelah ‘ngumlek2′ blog orang n baca tumpukan kertas di perpus..
ya uda ..
moga suatu kala bisa ngejawab sendiri or ada yang ngasih jawaban…
6 Oktober, 2008 pada 11:56 PM
Sudah setahun, dan tak ada yang menjawab pertanyaan ini…
*Masih menunggu*
9 Oktober, 2008 pada 9:31 PM
@ Anna
Mari kita tunggu sama-sama…
@ Agiek
Iya, dan identitas si “virus” sepertinya mulai saya temukan nih…
@ Deni
Yah, kita tunggu yang bisa ngasih jawaban aja deh Om…
@ Ardianto
*Ikutan menunggu*