Bah, sebenarnya malas saya nulis beginian. Sebenarnya sudah cukup banyak fakta terkait sosok satu ini. Tapi saya sudah benar-benar muak! Sudah eneg abis! Soal apa?
Bukan soal kadar ke-Yahudi-annya, tentunya. Itu sudah dibahas Mansup.
Saya lebih ingin menyoroti “kreativitas”nya yang makin basi itu!
Kemarin saya dengerin lagu terbaru dari album debut Mulan Jameela, yang judulnya Makhluk Tuhan Paling Sexy itu… Yang dinyanyikan secara lip-sync di sebuah acara di TV nasional, yang disponsori oleh sebuah provider selular CDMA milik BUMN…
Dan saya misuh-misuh!
Tidak, telinga saya yang sensitif ini tidak mungkin salah! Itu lagu “Time Is Running Out“-nya Muse! Dicolong sama Dhani di bagian Verse-nya!!!
Yes, he did it again!
Padahal baru minggu lalu saya liat post di tempat Pak JaF, soal Dhani yang “memodifikasi” lagu Kayak dan mengakuinya sebagai “Tribute”…
Sekarang masalahnya masih ini lagi.
Belum lagi masalah “Immigrant Song” Led Zeppelin, Cover The Donnas, dan lain-lain…
Ah! Saya muak! Benar-benar muak!
Silakan kalau Dhani mengaku itu lagu cuma “kebetulan mirip”, tapi seingat saya Dhani pernah diwawancara di MTV Rumah Gue, dan ditanya grup jaman sekarang mana yang disukainya; dia bilang Muse!
Hohoho… Bingo!!! Silakan teruskan “kreativitas” Anda, Mas Dhani! Silakan! Silakan terus “majukan” blantika musik Indonesia dengan lagu-lagu “brilian” anda.
Saya gak ikutan!





95 tanggapan so far ↓
arya // 15 Januari, 2008 pada 8:45 am
ya sudah, tidak usah marah-marah.
nanti darah tinggi-nya kumat.
Kopral Geddoe // 15 Januari, 2008 pada 9:03 am
Perasaan band kayak Dream Theater juga ada kopas brutal kayak gitu, deh. Tribute emang. Kayak lagu apa, gitu, memang satu bagiannya tiruan Blackened-nya Metallica.
Tapi ya sebagian saja. Kalau yang sampai riff utama atau versenya nyontek ya, memang keterlaluan. Jadi ingat itu lagu contekan Immigrant Song-nya Zeppelin dulu…
Neo Fortynine // 15 Januari, 2008 pada 11:12 am
ente jangan menghina Dhani kaya gitu. Soalnya Dhani itu menurut sesorang adalah kreatif, dengn menelurkan Mulan, Ratu, Dewi Dewi dan Once dengan semua kemampuan mencampur adukkan lagu lagu orang khas Dhani
ya seperti mencampurkan Roxanne dengan terjemahan bebas U2, He he he
rozenesia // 15 Januari, 2008 pada 11:43 am
Hueheheee… Sabar-sabar, ingat anak…
cK // 15 Januari, 2008 pada 11:46 am
iya tuh. saya juga nyadar. kebetulan playlist saya habis lagu mulan itu lagunya muse yang time is running out. langsung berasa mirip gitu. dasar…
bloody copycataRuL // 15 Januari, 2008 pada 1:07 pm
weleh2.. untung musenya di luar negeri yah…
itikkecil // 15 Januari, 2008 pada 1:29 pm
bukannya dhani itu emang copy cat sejati?
sebagai fans nya queen saya sebel lagu queen banyak dijiplak sama dia
yang fans nya dhani, minggir
. kalo perlu bikin aja postingan sendiri untuk memuja dani 
Hasan Seru // 15 Januari, 2008 pada 3:15 pm
alah males ngomomnigin Dhani
Mrs.Neo Fortynine // 15 Januari, 2008 pada 4:29 pm
ah, semangkin menunjukkan kalo si Dhani itu makhluk yang sedikit demi sedikit kehilangan jati diri…
alief // 15 Januari, 2008 pada 5:00 pm
Ooo gitu ya faktanya…. baru tahu nih
Ina // 15 Januari, 2008 pada 9:29 pm
Mau nga digebukin rame2..kl mau aku ikutan dech…
muak juga aku ama si dhani itu.
*galang massa
Hoek Soegirang // 15 Januari, 2008 pada 10:55 pm
ah, ahmad dhani yak?
Andrew malay blogging // 15 Januari, 2008 pada 11:35 pm
*lagi dengerin lagunya mulan*
well katanya Maia lagu itu disebut njiplak kalo dalam satu bar ada 8 not dan apalah gitu yang sama….
Mardies // 16 Januari, 2008 pada 12:59 am
Legenda Dhani Sang Penjiplak terus berlanjut. Bulan depan apa lagi, Mas Dhani?
bsw // 16 Januari, 2008 pada 6:45 am
Berarti “legend in the making”-nya “song writer” Indonesia itu Yovie Widianto ya?
Banyak yang nggak setuju mungkin….tapi melihat perjalanan karirnya spt-nya dialah “Roger Federer” atau “Tiger Wood”-nya penulis lagu Indonesia saat ini….
Tadinya saya pikir Ahmad Dhani akan masuk kategori itu, tapi ternyata spt-nya bukan…..
Amed // 16 Januari, 2008 pada 11:07 am
@ Arya
Ho ho ho, saya ndak marah kok Mas Arya, cuma lagi pengen ber-sarkastis ria aja…
@ Kopral Geddoe
Kalo dari awal memang mau tribute, kenapa ndak terus terang? Kenapa baru setelah “ketahuan” baru ngaku? Hayo…
@ Neo Fortynine
Saya tidak menghina… cuma membeberkan fakta…
@ Rozenesia
*Istighfar 3x*
@ cK
He he he… satu fans Muse muncul…
See? Copycat beneran kan?
@ aRuL
Apa untung Muse ndak denger??
@ Itikkecil
Ke ke ke… Ayo fans Ahmad Dhani, monggo bikin posting bantahan!
@ Hasan Seru
Saya juga males, sebenarnya…
@ Mrs.Neo Fortynine
Memang dia punya jati diri?
@ Alief
Ho ho ho…. That’s the fact
JackCak@ Ina
Woi.. woi.. jangan pake pukul-pukulan dongg…
@ Hoek Soegirang
Iyak!
@ Andrew malay blogging
Iya, kalo cuma 7,5 bar ke bawah itu ndak nyontek…
@ Mardies
Kita tunggu aja..
@ Bsw
Bisa jadi, Yovie terbukti bisa bekerja sama dengan siapa aja, dan menyesuaikan lagunya dengan karakter si penyanyi.
Kalo Ahmad Dhani… ah…
celo aja gitu // 16 Januari, 2008 pada 11:48 am
lha punyanya dhani itu berapa bar yang persis sama…???
mankarya // 16 Januari, 2008 pada 12:30 pm
whattttttttttt dani lg
artis yg pualing suka nyari muka
munkin puna 1 muka kurang kli yaw
warmorning // 16 Januari, 2008 pada 1:02 pm
yah, paling gak cuma nyolong dikit, gak semuanya, itung2 kreatipitas ngedit lagu..
sabar ya mas, sabar…
chiw // 16 Januari, 2008 pada 1:52 pm
oiya…mungkin dia emang nggak punya jati diri ya…

nana // 16 Januari, 2008 pada 4:52 pm
hehe ngomongin dhani.. saya suka sama dia.. soalnya langka….
Neo Fortynine // 16 Januari, 2008 pada 6:07 pm
Iya ya. Saya juga ga menghina tuh. Tapi saya memuji kreatifitas Dhani…. ha ha ha
*satir mode off*
Amed // 16 Januari, 2008 pada 10:07 pm
@ Celo Aja Gitu
Pokoknya™ di bawah 8 bar itu ndak nyontek!
@ Mankarya
Wah? Cari muka buat apaan ya? Emang mukanya hilang di mana?
@ Warmorning
Saya sabar kok, hwehehe…
@ Chiw
@ Nana
Aih, saya juga suka loh…
@ Neo Fortynine
Iya dong, kamu kan ngepens banget sama Dhani, album Dewa-nya aja kamu lengkap…
danalingga // 16 Januari, 2008 pada 11:16 pm
Wah, nyontek ya?
Tapi entah kenapa saya tetap suka dengerin lagunya.
chiw // 17 Januari, 2008 pada 1:43 pm
@danalingga


dengerin lagunya apa orangnya?
gentole // 17 Januari, 2008 pada 4:47 pm
@amed
pembelaan buat karya-karya ahmad dhani.
1). satu oktaf cuma ada delapan nada dan sisanya kromatik (5 semitone). jadi sebenarnya tangga nada itu sempit banget, apalagi untuk yang enak ditelinga. kalo elo denger lagu air on G string (bach), the whiter shade of pale (annie lenox), save me (queen) dan pupus (dewa), itu semua kunci dasar dan melodinya sebenernya sama. kalo lo jeli [belajar musik klasiklah
] lo bakal menilai semua karya musik itu gak ada yang bener-bener orijinal, apalagi cuma muse, the beatles aja loaded with inspirations dari pendahulu mereka. kalo mau objektif, lo harus menilai sebuah karya secara keseluruhan, gak bisa sepotong2.
2). terinspirasi bukan berarti ngejiplak. coba lo bandingin lagu “kangen” (dewa) dan “you’re all i need” (white lion) atau lagu “swear” dan “till death do us part” (white lion). menurut gue, karya dhani jauh lebih bagus dari karya (white lion) yang nginspirasi dia. kasusnya sama kayak menilai artikel Ulil Abshar Abdalla yang “menyegarkan kembali pemahaman Islam”. apanya yang orijinal? tapi artikel dia tentu sangat menyegarkan dan dengannya unik. terus apa dia tukang jiplak?
3). sebenernya gak ada itu “novelty”. there’s nothing new under the sun.
4). lo udah terlanjur benci ama orangnya kalih.
5). dhani is undeniably a genius, setidaknya buat gue.
Amed (gak login) // 17 Januari, 2008 pada 5:59 pm
@ Gentole
Kebetulan, saya juga sudah pernah membahas apa yang anda sebutkan di poin 1 dan 2. Poin 1 saya sebut sebagai “kebetulan mirip” (karena terbatasnya tangga nada) dan poin 2 saya sebut “influence” (akibat pengaruh dalam proses bermusik si musisi). Hanya tentunya saya membahasnya secara “serampangan” dan cenderung tendensius, hehe.
Dan poin 3 justru menjadi kesimpulan dari tulisan saya tersebut, terutama setelah terjadi dialog di kolom komentar dengan Bu SBY (Nickname si komentator, bukan Bu Ani Herawati). Akhirnya saya berkesimpulan, “jika tak ada ranting yang ditabrak, tidak mungkin ada karya…”
Untuk poin 4, bisa jadi juga sih, entah mungkin saya benci arogansinya atau cuman eneg liat jenggotnya aja, dan ini bisa jadi mempengaruhi “emosional”-nya entry saya kali ini.
tapi ego saya tentu menolak, dan saya bersikeras, untuk kasus kali ini, saya serius hanya berfokus pada lagu muse vs mulan itu!!!
Dan, FYI, Album “Terbaik Terbaik” Dewa 19 merupakan album musisi dalam negeri pertama yang saya beli, saat saya masih SMP kelas 2. Dan sampai sekarang sekalipun album ini masih saya anggap sebagai salah satu masterpiece musik Indonesia.
Dan untuk poin 5, ya, he is indeed genius, and also very lucky to be born that “rich”.
narakushutdown // 22 Januari, 2008 pada 1:32 am
ra urusan karo cah yahudi kuwi, kemaki tenan ,sombong sisan
mina // 26 Januari, 2008 pada 5:43 pm
mungkin gak, seseorang menyukai sebuah lagu. terpatri di pikirannya begitu dalam, diulang-ulang, sampai merasa yakin bahwa itu adalah sesuatu yang muncul dari idenya sendiri? lalu dia menulis lagu tanpa menyadari bahwa itu lagu yang pernah dia dengar?
omong-omong, saya tidak suka cowok sok itu.
Amed // 30 Januari, 2008 pada 8:32 pm
@ narakushutdown
Aduh… transletnya?
@ Mina
Mungkin juga… itu kali yang namanya influence…
bunda nanay // 12 Februari, 2008 pada 11:38 am
jadi penasaran dengerin lagunya Muse … dan ternyata … heh!
ah Dani itu “orang” atau apa yah .. sombongnya kok numbero uno banget ..
gentole // 14 Februari, 2008 pada 9:24 am
@amed
dia bikin lagu “cintaku tertinggal di malaysia” yang cuma ganti lirik lagu “ruthless queen” dari kayak. bukan jiplak sih karena dia ngaku itu lagu kayak cuma ganti lirik. tapi menyedihkan. liriknya jelek dan norak. ah menyebalkan, padahal lagunya bagus, kalo dhani mau “ngutak-atik” dikit dan bikin liriknya serius pasti bagus.
eh aku mau bilang kalo dhani mungkin sudah mentok banget fase kreatifnya dalam mencomot melodi dan lirik.
Jauhari // 15 Februari, 2008 pada 7:56 am
Hmmm kenyataan hidup
*alasan kuwat* Maia minta cerai?
anto // 17 Februari, 2008 pada 12:18 am
gitu aja ribut ,mau dengerin enggak suka jangan dibeli.
Amed // 17 Februari, 2008 pada 9:58 pm
@ Bunda Nanay
Hehehe, memang, Dhani itu Yahudi, Dhani itu sombong, tapi salah dia apa coba? Gak ada kan?
@ Gentole
Mungkin sedang dikejar deadline dan kebanyakan yang diurus…
@ Jauhari
Ah, infotenmen… Terlalu dibesar-besarkan kalo saya bilang mah.. Biar tambah populer aja, sok banyak masalah gitu..
@ Anto
Ahaha… Silakan berpendapat sesukanya.
dhani // 23 Februari, 2008 pada 8:33 pm
go dhani go dhani go……..
Bocah // 26 Februari, 2008 pada 1:32 am
kata dani yang bikin blog adl orang kurang kerjaan, dan yang baca blog adl orang bodo. anda masuk kategori mana?
john (agaiN) // 26 Februari, 2008 pada 11:36 pm
Lagi - lagi kreatifitas Sang Ahmad Dhani dipelintir sedemikian rupa seolah - olah dhani adalah seorang penjiplak. Selamat Bwt Neyo yang sedang melakukan proses pembunuhan karakter kepada Ahmad Dhani.
Bedakan Penjiplak, Penterjemah, Kreatifitas Mix and match dan yang syirik karena gak punya kemampuan kayak gitu. Mungkin Neyo adalah seorang yang desperate pengagum yang sangat - sangat mengagumi dan merasa sakit karena Dhani sangat Bagus me - mix and match sebuah lagu dari berbagai penjuru dunia.
Jangan cuma ngomong buktiin lo bisa ngebuat karya kayak dia
pedang dimusuh pedang
karya dilawan karya
bukan cuma ngomel dan komentar
Lo jual Komentar gu beli juga dengan komentar occche bosz
Amed // 1 Maret, 2008 pada 10:26 pm
@ Dhani
Busyet, Ahmad Dhani-nya langsung yang dateng… Jangan-jangan ini yang Jeng Tika bilang ituh…
@ Bocah
Itu kan kata Dhani… Saya malas mentaklidnya.
@ john (agaiN)
Jadi, bedanya Penjiplak, Penterjemah, Kreatifitas Mix and match dan yang syirik karena gak punya kemampuan kayak gitu itu yang kayak gimana? Bisa dijelaskan lebih detail?
BTW, Si Neyo yang anda maksud itu siapa?
john (agaiN) // 5 Maret, 2008 pada 2:13 pm
Neyo itu KAMU / Bolo Kurowomu kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/04/11/slank-makin/
Penjiplak = 100 % Sama
Penterjemah = Hampir sama cuma ganti bahasa
Mix and match = MENGUMPULKAN berbagai elemen/Partikel - partikel untuk dicampur menjadi satu irama/lantunan nada
sebagian kecil yang sama dan sebagian itu telah berubah nama menjadi satu kesatuan / kreatif.
Anda ini kalau belum ngerti kosakata dan bahasa kok komentar
” Tidak, telinga saya yang sensitif ini tidak mungkin salah! Itu lagu “Time Is Running Out“-nya Muse! Dicolong sama Dhani di bagian Verse-nya!!! etc..”
Bagian Verse = sebagian kecil yang dimix dengan sebagian kecil berbagai lagu yang lain dijadiin satu menjadi lagu
Yang saya tanyakan Pola Pikir Anda ITU
Hery // 5 Maret, 2008 pada 10:05 pm
Hidup dani… Hidup dani.. Pokonya saya suka ahmad dhani.. Orang nya unik.. Lain dr yg lain…
Andrew Anandhika Wij // 6 Maret, 2008 pada 4:39 am
@john (again)…
oh berarti dhani dewa itu menurut anda sama kek kangen band yang pintar me-mix-and-matchkan berbagai elemen/Partikel - partikel untuk dicampur menjadi satu irama/lantunan nada
sebagian kecil yang sama dan sebagian itu telah berubah nama menjadi satu kesatuan / kreatif ya…???
salut deh saiya dengan kangen band dan dhani dewa…. uhuhuhu…
#mas amed… aku coba transletin komen nomer 28 seobjektif mungkin ya…
ra urusan karo cah yahudi kuwi, kemaki tenan ,sombong sisan = nggak ada urusan dengan anak yahudi itu, kurang ajar banget, sombong pulak.
kira-kira begitualh… untuk lebih yakinnya tanyakan pada anak-anak cah andong yang mumpuni bahasa jawa….
john (agaiN) // 8 Maret, 2008 pada 11:32 am
@Andrew
Anda Off the Topic !!!
ini bukan perbandingan antar band
Bon-Q // 16 Maret, 2008 pada 10:52 am
Dhani=Plagiat Tulen……
Andrew Anandhika Wijaya // 18 Maret, 2008 pada 2:52 pm
ya saiyah kan hanya mengaplikasikan supaya saiyah lebih paham…
lagian sama sekali nggak OOT saya rasa kalo yang saya bandingkan tetap kreativotas ahmad dhani dan kretivitas kangen band….
percaya nggak percaya… kalo komentar saya anda bilang OOT…. 95% komentar di post ini OOT…
saya nggak bilang saya nggak suka ahmad dhani… saya hanya mencoba mengaplikasikan komentar anda supaya saya lebih paham karena saya emang nggak pernah denger Time is Runing outnya Muse…. beda dengan kangen band yang saya dengar hampir setiap hari….
salahkah bila saya ingin mencerna komentar anda lebih mudah….
justru anda yang OOT karena seingat saya tulisan ini tidak membahas masalah off the topic… kenapa anda repot-repot menyatakan saya off the topic…???
*diciumin aspal karena bahas fallacy pake fallacy*
john (agaiN) // 24 Maret, 2008 pada 2:09 pm
saya emang nggak pernah denger Time is Runing outnya Muse …
Bukti Kalo anda emang ngasih komentarnya asal sok nyambung disambung - sambungin dengan yang lain dan melakukan pembenaran sendiri. Ikutan Forum yang padahal enggak tau yang sedang dibicarakan apa, oke just play muse first then kasih komentar
anda kok lebih sibuk mentranslate pendapat orang bukannya berpendapat sendiri ataw gak punya ide ya susah cari inspirasi
Andrew Anandhika Wijaya // 25 Maret, 2008 pada 3:26 pm
karena pendapat saya sama dengan kebanyakan orang…
dan statement anda menguatkan pendapat saya….
kreativitas ahmad dhani = kreativitas kangen band….
itu pendapat saya… mau ditranslate…???
john (agaiN) // 25 Maret, 2008 pada 4:20 pm
ya iyalah sama wong kamu cuma translate pendapat orang = plagiat tulen
Andrew Anandhika Wijaya // 26 Maret, 2008 pada 7:01 pm
ya memang itu pendapat saya… masa anda mau memaksakan pendapat anda…. saya nggak maksa lho… saya cuman bilang statement anda menguatkan pendapat saya bahwa kreativitas ahmad dhani = kreativitas kangen band…
john (agaiN) // 26 Maret, 2008 pada 7:39 pm
Bagus lah kalo anda mengakui ahmad dhani sebagai seorang yang
kreatif and plis jelasin donk kreativitas ahmad dhani = kreativitas kangen band…berani ngomong = berani buktiin bukan…
law // 28 Maret, 2008 pada 3:55 pm
UNtuk lagunya KAYAK yg berjudul aslinya RUTHLESS QUEEN itu,liriknya digani DHANI menjadi CINTAKU TERTINGGAL DI MALAYSIA rencananya akan ada di album dewa yg baru nanti, dan nantinya di credit title lagu itu tidak akan ditulis sebagai karyanya AHMAD DHANI,melainkan karyanya KAYAK, pihak EMI INDONESIA sudah mengurus lisensinya ke EMI NETHERLANDS, jadi bukan plagiat melainkan men -sample, dan ini resmi karena ada proses lisensi dan pembayaran royalti ke pihak KAYAK maupun PUBLISHER lagu aslinya di Belanda.
Sementara mengenai kemiripan lagu, siapapun yg terinspirasi oleh siapapun akan terinspirasi oleh banyak hal, notabene pun dari zaman nabi adam sampe sekarangpun bangsa indonesia itu bukan bangsa pencipta, tapi bangsa pengikut/peniru..mana ada lagu2 indonesia ditiru sama lgu2 amerika, kalo lagu amerika banyak yg ditiru lagu indonesia ya banyak sekali,gak perlu disebutin, dan yg meniru pun bukan AHMAD DHANI saja, jadi kalo anda yg punya blog ini mau menghujat AHMAD DHANI mbok ya dipikir dulu, tentang kreatifitas apalgi, anda mengomentari kreatifitas org lain lah kreatifitas anda sendiri apa selain membuat blog yg cuma mengomentari kreatifitas orang lain ???????? kreatif sedikit lah mas…
mayah // 30 Maret, 2008 pada 7:35 pm
MAS ANDREW, IKUTAN YA? KANGEN BAND SAMPE KAPAN JUGA GAK AKAN BIKIN LAGU KAYAK, CUKUP SITI NURBAYA, KIRANA APALAGI KULDESAK…I BET U KNOW NOTHING TTG KARYA DAN KIPRAH AHMAD DHANI…KANGEN BAND KOK DISAMAIIN DGN AD…WKWKWK….
KIKY // 30 Maret, 2008 pada 7:50 pm
Gw yakin pasti mas amed, referensi musiknya kurang banyak. kenapa? karena tidak menyadari bahwa musisi di belahan dunia ini terisnspirasi satu sama lain.
Hebatnya, orang2 yg tidak pernah membaca wawancra Dhani dgn media2 khusunya musik, ikutan mengomentari dan terdengar bodoh.
BAGAIMANA DI TH 2000 DGN MAJALAH HAI, dhani menyebut KAYAK sebagai band yg dia kagumi harmonisasi musiknya, lalu MUSE yg dia kagumi sebagai band generasi baru yg bagus.
BUAT APA DHANI MENYEBUT MEREKA KALO INGIN TIDAK DIKETAHUI REFERENSI MUSIKNYA?
KONYOLKAH ORANG2 YG MENUDUH? PASTI
Bagaimana begitu indah PADI sangat U2 yg STAY jg dibagian verse, lalu nidji yg HEAVEN sgt scissor sister yg TAKE UR MAMA, blm lagi beat lagu DISCO LAZY TIME, LAGU2 MELLY GOESLAW, RATU YG JANGAN BILANG SIAPA2 REFF-NYA JUSTRU SANGAT KEMBAR BEDA TELUR DGN STEPHEN SIMMOND YG TEARS NEVER DRY (lagu yg dituduhkan dijiplak Dhani, padhal lagi2 orang2 SALAH) dll
BTW, TTG YOVIE WIDIANTO, Gw sebagai pencinta musik, hanya mau bertanya LAGU TERBARU YOVIE NUNO “JANJI SUCI” MENGAPA SANGAT MIRIP LAGU GIRL BAND “S CLUB 7″ DARI INGGRIS, YG LAGUNYA NEVER HAD A DREAM COME TRUE….GW BAHKAN SEDANG MENYENANDUNGKAN REFF-NYA YG MIRIP BGT LAGUNYA YOVIE…
MORAL OF THE STORY: BERBAIK SANGKALAH PADA ORANG, TERUTAMA KETIKA MENJATUHKAN SANGKA TANPA PENGETAHUAN YG MEMADAI….
CHEERS
NIEN // 30 Maret, 2008 pada 8:00 pm
BTW, LAGU TENTANG YAHUDI, SIAPA ORANG DI DUNIA INI YG BISA MENGATUR DNA-NYA, DARAH YG MENGALIR DALAM TUBUHNYA? APA MAS AMED BISA?
APA SEORANG dHANI BISA MINTA PADA TUHANNYA UTK DILAHIRKAN SEBAGAI A ATAU B..
KALO BISA, BARU JATUHKAN TUDUHAN…GW INGIN LAHIR SBG ORANG AMERIKA TAPI MUSLIM, GIMANA? MAS AMED BISA WUJUDKAN?
ITULAH ORANG YG PICIK…LUCUNYA, IRONISNYA, DHANI ADALAH SALAH SATU PENCIPTA LAGU YG BANYAK MENCANTUMKAN KATA2 “TUHAN” DALAM LAGUNYA…
HITUNG SAJA, KULDESAK, CINTAILAH CINTA, KASIDAH CINTA, MUNAJAT CINTA, MAKHLUK TUHAN PALING SEKSI, LASKAR CINTA, HADAPI DGN SENYUMAN, DLL
GW GELI BGT, KRN TERLIHAT SEKALI, RATA2 ORANG YG MENGACUNGKAN TELUNJUK UTK MENUDING AHMAD DHANI ADALAH ORANG2 YG BUTA AKAN PROFIL DIRI SEORANG DHANI APALAGI KARYA2NYA…
DEWASALAH, UTK BISA MEMAHAMI JALAN PIKIRAN SESEORANG…WHEN WE HAVE NO IDEA ABOU ONE’S MIND, WE BETTER SHUT OUR MOUTH UP…
KALO GAK JUDULNYA ADALAH “BURUK SANGKA”
COBA MAS DOWNLOAD LIRIK LAGU LASKAR CINTA…
DHANI MENYINDIR SEMUA ORANG YG GEMAR MENUDUH DIA LEWAT LAGU ITU….WWKWKWKWK
NIEN // 30 Maret, 2008 pada 8:04 pm
*RALAT*
BTW TENTANG YAHUDI…….
NIEN // 30 Maret, 2008 pada 8:26 pm
BAGAIMANA JG DGN RATU YG DEAR DIARY-NYA BERNYAWA FIRST LOVE-NYA NIKA COSTA….
TIME IS RUNNING OUT, DGN MTPS-NYA MULAN…
IBARAT LIKE A VIRGIN MADDONA DGN BILLY JEAN-NYA MICHAEL JACKSON……..
ATAU STING DI LAGU ROXANNE DGN JOBIM (JAZZ) DI LAGU HOW INSENSITIVE
ATAU INTRONYA PETERPAN DI LAGU DIBALIK AWAN YG BERNYAWA DEWA 19 ZAMAN ARI LASSO DILAGU MASIHKAH ADA (ALBUM FORMAT MASA DEPAN)….
KALO DILUAR NEGRI: ADA ARCTIC MONKEY YG TURUNANNYA THE STROKES, LALU MUSE YG TURUNANNYA RADIOHEAD, BELUM LAGI BAND2 KACANGAN LAINNYA..
OPEN UR EYES MAS AMED….
SEORANG DHANI MAU TERINSPIRASI DGN SI A ATAU SI B, SELAMA LAGU YG DIHASILKAN MELAHIRKAN NYAWA BARU DAN MAKNA BARU LEWAT LIRIKNYA, JELAS DIA ADALAH MUSISI DAN SENIMAN SEJATI.
BAHKAN SEORANG MAIA AHMAD PUN MENGAKUI DHANI ADALAH GURUNYA DLM BERMUSIK (KOMPAS, 5 JAN 200
LUCUNYA KETIKA PADI, ANDRA & THE BACKBONE (DGN WEEZER DI LAGU BUDDY HOLLY), UNGU, RADJA, NIDJI, SHEILA, SLANK (DGN ROLLING STONE-NYA) DLL, TIDAK ADA GAUNG TUDUHAN YG SAMA YA?
BEGITU MENYEDOT PERHATIANKAH SEORANG DHANI ? SAMPE2 SEORANG HATER PUN MAU REPOT2 MENULIS TTG DIA? SALUT DGN AHMAD DHANI….
LAST BUT NOT LEAST, SOAL 8 BAR ITU, DHANI DGN RIDHO TUHAN, TIDAK PERNAH TERBUKTI MELAWAN HUKUM (CIEE BAHASA ANAK HUKUM)…….JADI….SILAHKAN SIBUK BERBURUK SANGKA…YG DISANGKA TENANG2 AJA….
CHEERS
NIEN // 30 Maret, 2008 pada 8:40 pm
UTK IMMIGRANT SONG, UTK YG BELI ALBUM “FENOMENAL” LASKAR CINTA YG HEBOH DULU ITU, DI SAMPUL ALBUMNYA DHANI KONTAN MENULIS LAGU ANGERAN CINTA BEAT INSPIRED BY LED ZEPELLIN. KETIKA MASUK LAGU TOTALLY DIFFERENT TUH MAS AMED….
INILAH MUNGKIN YG DHANI PERNAH CEPLOSIN, BAHWA ORANG NGEBLOG KEBANYAKAN NGACO…WKWKWK GW ASLI GELI ABIS WAKTU DENGER ITU…
KEAKURATAN ASUMSI DHANI MEMANG BISA DIDEBAT, TAPI YG GAK BISA DIDEBAT ADALAH FAKTA YG JELAS2 JUGA MAS AMED AKUI…BAHWA OBYEKTIFITAS SANGAT TERGANGGU DGN SENTIMEN YG KUAT PADA DIRI SEORANG AHMAD DHANI SEHINGGA LAHIRLAH TULISAN TENDENSIUS..
MENULIS BLOG BUAT GW PRIBADI ADALAH KERJAAN YG SERIUS, HRS JELAS SOURCE, FAKTA DAN DATA…
KECUALI MAU BIKIN BLOG CURHAT KAYAK BLOG2 ARTIS2.
OTHERWISE, WE’LL SOUND SILLY………
Mr. Fortynine // 31 Maret, 2008 pada 5:01 pm
Ha ha ha. Sampai mati membela Dhani dan kreatifitasnya…
Dhani memang cerdas. Saya akui itu. termasuk kecerdasannya adalah mencampuradukkan lirik terjemahan dengan aransemen lagu barat dari musik musik yang digemarinya.
Sayangna, Dhani berkata: “ada orang dengan karya original, ada orang dengan karya menjiplak.”
Dan kelemahan Dhani adalah: tidak mau mengakui bahwasanya dia suka “menjimplak”. Mungkin bukan menjiplak si, karena banyak yang ga tau kalau Dhani suka menjiplak…
john // 1 April, 2008 pada 9:49 am
Mr. Fortynine
Secara personal ini bukan hanya menyangkut ahmad dhani tapi pertentangan antara orang yang sok idealist dengan yang bijaksana dengan melihat sesuatu dari segala angle.
Sok idealist dikit -dikit main tuduh njiplak plagiat bla - bla bla ….padahal barangkali yang nuduh jg suka njiplak juga bikin blog bukannya ter’inspirasi’ atau ‘menjiplak’ ??
andai anda bikin lagu tentu akan mudah saja saya membandingkan lagu anda dengan lagu siapa saja karena berjuta - juta lagu beredar di dunia ini.
KARENA MENDENGAR BISA BELAJAR
Kayaknya emang pola pikir anda sudah di set sedemikian rupa kayak gitu ya that’s okay setidaknya anda sudah berani mengeluarkan kata - kata
haniifa // 2 April, 2008 pada 11:53 am
@nien

Didunia ini ada hitam yach ada putih.
Sebagai publik figur yach….wajar saja ada yang kontra sama mas dhany…ya aspirasinya sesuai dengan bidangnya.
Rasanya sseeh mas ahmed bertujuan baik.
Coba mas bayangkan klo … mas dhany ditimpa kejadian seperti mas John Lenon….he.he.he
Ingat mas dhany ini demen “syi’ah” !?? kalo di bom sama fan beratnya, kayak di irak gimane tuh
Ngomong-ngomon soal plagiat, saya juga bingung…
Komputer isinya ya…cuma nol dan atu, trus gimana menurut pendapat mas nien. tentang penggunaan software “audio recording” misale “nuendo” gituh
lalu…
Kayaknya mas knal ama mas dhany, salam yach dan trim kasih atas karya lagu-lagunya telah membuat ribuan bahkan jutaan penjual cd mp3 bajakan, inget loh banyak anak yatim-nyah juga banyak kaum papa-nyak. smoga mas dhani & konco nggak knal nuendo bajakan
by the way…saya senang kalo mas bikin blog tetang musik, insya Allah saya akan berkunjung, soale wawasan mas tentang musik kayaknya begitu deep dech…
Salam kenal buat @NIEN dan @AMED dari saya.
haniifa // 2 April, 2008 pada 12:08 pm
nambah dikit yach mas…


Anak dan istri saya demen liat mba Mulan Jameela, yang judulnya Makhluk Tuhan Paling Sexy.
Tapi menurut saya Michelle Branch penyanyi yang paling Sexy… salah nggak yach ?!
trus….
Alm. mas John Lenon suaranya emas dan saya sejak smp demen banget, tapi setelah menelaah lirik judul lagu “Mr. Moonlight” …
merinding saya…nggak salah gitu ?!
SiOpan // 3 April, 2008 pada 5:16 pm
Kuaaatt…trokk..
Haniifa // 5 April, 2008 pada 5:40 pm
@mas SiOpan
trokk.. Kuaaatt
Salam kenal,
@mas John
KARENA BELAJAR BISA MENDENGAR
Salam kenal,
nightmare // 9 April, 2008 pada 2:54 pm
aduch ya aduch..
lagian prasaan gk cuman dhani aja yg gtow..banyak salah satunya tuch Yovie nuno, sumpret pas aku dnger nie lagunya S club 7.sumpah jiplak abiz..!!!
Jd eneg dgrnya..
eh ada lagi tuch,,
band yg jiplak lagunya boyzone yang “key to my life”
hahahaha gk musisi bgt. JIPLAK’AN
nightmare.scrt@gmail.com // 9 April, 2008 pada 2:56 pm
Salam knal smuanya..
gentole // 9 April, 2008 pada 6:58 pm
bahkan komposer2 sekaliber ananda sukarlan dan franz liszt itu punya beberapa karya yang mereka akui gak orijinal. mereka sepakat ama stravinsky yang bilang “Good composers don’t borrow, they steal”. menurut gue, komentar-komentar asal jeplak tentang musisi lokal ini sebentuk pembodohan kalo dibiarin terus. ini bukan soal ngebela Ahmad Dhani atau gue mau ikut2an FPA atau apalah. semua orang taulah tabiatnya yang senga bikin orang pengen muntah, tetapi kita perlu belajar untuk menghargai orang lain, apalagi kalo dia berbakat. kadang2 gue suka bingung, yang arogan itu dhani atau pengkritik2 dhani sih?
zhax_19 // 10 April, 2008 pada 1:28 pm
sewot amt c Bang??? mas ga usah kali smpe ngmuk2 kyk gtu sgla, cma ngbis2n energi! semut di ujung lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak tampak! jdi Mas ga ush ikut2n swot ngbhas kslahan2 Mas Dhani, kslahan Mas yng blum Mas prbaiki jga mash bnyak, kan?? introspksi dri dunk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
purwa // 5 Mei, 2008 pada 3:40 pm
kalau bisa loe muntahin ke muka dhani opini “brilian”loe ini, biar dia berhenti bikin SIRIK orang2 kaya loe ini.
SELAMAT MEMBUSUK DENGAN AMARAHMU!!
HA HA HA HA
alex // 6 Mei, 2008 pada 7:52 am
Lagu Dhani bagus-bagus….
Meski njiplak juga…
Tapi tema lagu sama judulnya itu…
Arrghh… love melulu….
*muntah*
plain love // 6 Mei, 2008 pada 10:27 pm
begini ya mas…
nggak baik masnya itu ngungkit-ngungkit kesalahannya dhani…
kesalahan situ sendiri udah bener belum…???
kalo saya sih emang orang suci… nggak punya salah sedikitpun, makanya saya ngritik situ yang ngritik ahmad dhani….
*lari sebelum dihajar amed*
alex // 6 Mei, 2008 pada 10:55 pm
ULANGI ;
Lagu Dhani bagus-bagus….
Meski njiplak juga…
Tapi tema lagu sama judulnya itu…
Arrghh… love melulu….
*muntah*
Intinya sih… tetep aja njiplak
Iya… Iya… saja juga dengar kok lagu2 Dewa… tapi yang taon jebot punya
dani // 17 Mei, 2008 pada 10:58 pm
terimakasih atas komentarnya teman2 semua tentang saya
iwan // 28 Mei, 2008 pada 9:17 am
kata dhani
“nyolong is my middle name”
pantesan maia minta cerai
nggak tahan punya suami suka nyolong lagu orang
wekekekeke
john // 28 Mei, 2008 pada 1:43 pm
what you got they can’t steal it, no they can’t even feel it
All that i can’t leave behind
Sebuah tragedi terjadi disini “MAlIng Teriak MaLing
Bicara ” Kreativitas”
Med Amed, Berkacalah Dulu Men
Tulisan Pembuka Blog Anda itu U2 Banget : sempalan lirik Walk on and judul albumnya U2 lo Comot dipampang di Gapura Selamat Datang Blog elo …
Amed // 29 Mei, 2008 pada 1:08 am
@ John
Loh, ada tragedi apa toh Mas John? Sepertinya dramatis sekali?
Oh, “sempalan” lirik Walk On? Mau tau lengkapnya? Itu udah saya pajang di halaman kok, semoga anda tidak terlewat dan melihat sendiri kalau saya memajangnya SATU LAGU PENUH!
Maling teriak maling? Memangnya apa yang saya COLONG? Memangnya memasangnya sebagai title blog telah memberi keuntungan secara FINANSIAL buat saya?
Mau tahu kenapa Walk On? Karena lagu ini memang sangat memotivasi saya. Bahkan line “All That..” jadi url blog saya yang lama. Saya tak pernah membantah kalau title blog itu memang saya comot dari album U2. Dan saya pun tidak pernah menampik kalau saya ini fans U2. Albumnya banyak saya koleksi, bahkan saya kadang menulis postingan terkait dengan U2. Dan pastinya mas ini belum tau keterlibatan saya dalam milis U2-indonesia dan Blog U2-Indonesia kan?
Kalau di sini mas menganggapnya sebagai tragedi, maling teriak maling, tidak kreatif dan sebagainya, dan itu membuat anda terpuaskan karena telah merasa menjatuhkan diri saya secara personal, ya monggo, saya ucapkan terima kasih banyak. Hanya saja, ada strategi lain supaya menjatuhkan saya selain lewat AD HOMINEM gak Mas?
john // 29 Mei, 2008 pada 11:33 am
message awal anda secara gamblang dan jelas Ahmad Dhani Dan “Kreativitas”nya. Ada Personal di sini yang dijadikan tema
jadi jangan salahkan: kalau anda mengusik pribadi orang lain pribadi anda diusik - usik juga. Coz tema anda dari awal adalah kepribadian (kreativitas) seseorang (Ahmad Dhani), kalo dibandingkan ma kepribadian (kreativitas) elo gimana ?
Albumnya banyak saya koleksi, bahkan saya kadang menulis postingan terkait dengan U2.
Bandingkan Dhani Punya Koleksi Album Beribu ribu, truz karya yang dihasilkan juga gak jauh jauh dari itu (faktor iinfluence dari yang didengar pasti ada lah)
lagi pula ini bukan masalah finansial broer, tapi kreativitas
Anda dan Dhani kayaknya punya kesamaan ya ???
Amed dan ‘kreativitasnya” kayaknya boleh juga tuh buat bahan perenungan
Amed // 29 Mei, 2008 pada 12:44 pm
See? Menghindar dan berputar-putar kan?
http://www.nizkor.org/features/fallacies/personal-attack.html
Monggo dipelajari link di atas dan silakan membandingkan bedanya apa yang saya “serang” dari Dhani dengan apa yang anda “serang” dari saya.
john // 29 Mei, 2008 pada 1:09 pm
maksud saya : tema yang anda angkat adalah sangat personal (kepribadian ahmad dhani (yang mungkin kreativitasnya yang dipertanyakan) ) sedangkan ad hominem kurang lebihnya diartikan menyerang the mesengger (kepribadian/karakternya) bukan message/temanya.
so, anda itu sudah mengusung tema ad hominem first (menyerang karakter),
kecuali mungkin message nya adalah : Ketika Lagu Indonesia (Banyak Yang) Mirip Lagu Luar; Plagiarism, Influence, Atau “Kebetulan Mirip”?
mungkin pendapat saya gak akan secara personal, we talk about apple to apple
tema - tema personality ya gak jauh - jauh lah dari bahasan personality juga
Check This One(gw baca dari halaman sebelah)
bentuk lain dari mekanisme pertahanan diri yang sangat primitif : menganggap bahwa komentar tersebut sama dengan menyerang diri kita secara personal.
belum tentu
tentu benar
Amed // 29 Mei, 2008 pada 2:10 pm
Oke, masih merasa berhak ber-Ad Hominem ya? Sekarang saya bahas serius ya. Kalau masih ngeyel juga bukan urusan saya lagi.
Kreativitas = personal? Menurut siapa? Menurut anda kan? Anda menggunakan “mungkin’ maksudnya apa? Belum yakin apakah kreativitas di sini sifatnya personal atau general?
Point 1 : menurut anda, membahas kreativitas seseorang adalah kegiatan menyerang personal.
Yang jadi sorotan di sini sebenarnya apa?
Lagu Mulan vs Lagu Muse kan? Ini yang anda coba kaburkan dengan mengatakan kalau:
Ini definisi kreativitas menurut siapa? menurut anda kan? Saya tidak menemukan jenis kreativitas seperti itu di wiki. Bisa kasih referensi tambahan?
Point 2: Di sini anda mencoba mendefinisikan “kreativitas” AD dengan menciptakan terminologi baru bernama “Kretivitas Mix and match”
Point 3: Tanpa mengenal saya secara personal anda sudah menganggap saya ini belum ngerti kosakata dan bahasa.
Owalah, itu toh definisi “Verse” yang baru? Kalau begitu anda yang ngerti kosakata dan bahasa ini sudah bikin definisi baru verse ya?? Wakakak!
Point 4: Anda (lagi-lagi) mengeluarkan definisi di luar terminologi resminya, yang tujuannya jelas, melakukan konformitas dengan apa yang sudah anda yakini BENAR.
Sekarang saya juga saya tanyakan Pola Pikir Anda ITU. Kalau begini terus cara anda berdialog, dengan ngeyel, mengaburkan poin yang lagi dibahas, dan mengedepankan sikap “SAYA BENAR ANDA SALAH” bagaimana
debatdialog yang sehat bisa terbangun? Atau memang bukan itu tujuan anda Kan?Saya tanya, berapa orang yang sudah berdebat dengan anda di post ini dan post friendster itu? Dan renungkanlah, mereka semua sudah mencoba menyadarkan kesalahan berpikir logis anda. Tapi apa tanggapan anda? Selalu jawabannya “Betoel, tetapi.. / ini bukan masalah … tapi … ”
Poin 5: Dengan menutup kemungkinan lain, dan bersikeras dengan argumen anda, meskipun yang lain sudah panjang lebar menjelaskan, lalu sekali lagi saya tanya, apakah diskusi yang sehat bisa berjalan?
john // 29 Mei, 2008 pada 4:11 pm
bukan ngeyel
argumentasi
mengeluarkan pendapat
kalo semua yang bersilang pendapat dengan anda dibilang ngeyel gw ber Ad Hominem anda egois otoriter dan mau menang sendiri
merasa paling benar
karena aNda dibenarkan oleh pendukung anda
pembenaran bukanlah kebenaran
karena anda menang benar secara mayoritas
bukan berarti yang minotitas saLAH
saya mengedepankan kepentingan toleransi, saling menghargai
tidak main hakim sendiri atas karya orang lain
dan menghargai kreativitas
maka saya menghimbau anda mengubah pola pikir anda
agar pembunuhan karakter tidak terjadi
dengan pola pikir anda yang seperti itu niscaya bangsa kita tidak akan maju karena selalu mencari hal -hal yang melemahkan atas orang lain
yang karyanya diakui bagus
Amed // 30 Mei, 2008 pada 8:36 pm
Kalau bukan ngeyel apa namanya?
Saya sudah bikin poin-poin yang menunjukkan lemahnya argumen anda. Sudah di-blockquote, sudah di-bold, Ternyata tak disentuh sama sekali kan? Lalu apa tanggapan anda? Kembali, berputar-putar di tempat. Kembali menghindar dengan mengalihkan konteks pembicaraan.
Yang silang pendapat dengan saya di sini bukan hanya anda seorang, dan di blog ini semua boleh mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Apakah lantas faktanya semua mendapat cap ngeyel dari saya? Lihat dialog saya dengan Mas Gentole di atas, ternyata saya bisa menanggapinya dengan baik-baik kan? Padahal kami berseberangan pendapat loh!
Sekarang bagaimana dengan anda? Yang menolak mentah-mentah semua komentator yang lain yang sudah mencoba menjelaskan kesalahan berlogikamu? Yang tetap keukeuh bahkan justru membuat konformitas dan pembenaran dengan membuat terminologi dan definisi istilah baru?
Didukung atau tidak, John, fakta tidak berubah. Anda boleh bilang itu pembenaran, tapi kalau banyak yang setuju dengan saya kalau lagu Mulan itu mirip lagu Muse, tidak bisa serta merta yang setuju anda cap sebagai pendukung saya. Ini bukan pemilu John! Apa itu menang benar? Saya cuma mengemukakan fakta yang menurut saya sangat memalukan. Saya punya referensinya. Rekan-rekan blogger lain yang menulis soal Dhani tentu juga punya referensi soal lagu-lagu bahkan sampai cover album yang sudah dia (meminjam istilah yang anda ciptakan) “mix and match”. Lah bagaimana dengan Dhani sendiri? Berapa valid dan reliable saat dia mengatakan “internet itu dunia orang pengecut dan pembaca blog adalah orang bodoh”? Apa karena yang ngomong Dhani lantas itu jadi kebenaran buat pendukungnya termasuk anda?
Oke, kalau anda punya pendapat sendiri yang anda yakini benar dan anda rasakan sebagai pemikiran “minoritas” silakan keluarkan. Saya juga tidak akan membatasi anda mau menulis apapun di sini, sampai kapan pun. Tapi kalau kemudian banyak yang mengomentari pendapat anda, entah mendukung, menghujat atau sekadar menertawakan, ya terimalah, itu konsekuensi anda sudah menulis. Sama juga seperti saya nulis postingan ini kemudian banyak yang nanggapi, ya itu hak mereka.
A good advice, but does it apply to you, too, then? Apa komen seperti ini yang mencerminkan seseorang yang toleran dan menghargai?
Again, a good advice; but again, does it apply to you, too, then?
sayasukamemakailintingantembakau // 30 Mei, 2008 pada 11:13 pm
sikaaaaaaattttttttt!!!!!!!!!
hyaaaaaaaaa……….
hahahahaha
mathhew bellamy // 3 Juni, 2008 pada 5:48 pm
coba dengerin lagu dewa yg judulnya “tentang perasaanku kepadamu” bandingin dengan lagu muse “soldiers poem”?????
john // 4 Juni, 2008 pada 1:17 pm
karena pendapat anda buah dari pola pikir anda itu jauh dari / lawan dari kepentingan toleransi, saling menghargai, tidak main hakim sendiri atas karya orang lain, dan menghargai kreativitas.
dan untuk istilah baru
plis deh
dunia begitu luas men
istilah baru di sini
sdah umum di luar sana
search aja di google
berapa banyak yang pake istilah kayak gitu
ya saya maklum mungkin
katak dalam tempurung akan memberi komentar apa yang ada dalam tempurung doank
picik dan kurang berpandangan luas
dan parahnya bila ada yang berpendapat yang diluar area tersebut dianggap aneh
totok_fuck // 5 Juni, 2008 pada 11:25 am
Dhani…….salut lahh…perkuat iman kita yaa…..
Amed // 6 Juni, 2008 pada 11:44 pm
*Mencoba googling dengan keywords kreatifitas “mix and match” *
*Ngeliat hasil pencarian teratas*
*Terpana*
Ternyata google-pun masih seluas tempurung…

K. geddoe // 7 Juni, 2008 pada 12:09 am
@ amed
Mengamati hasil di Google, Kayaknya sih itu cuma istilah yang baru dibuat (-buat) di kolom komentar ini.
*lanjut ngedengerin King Crimson*
john // 19 Juni, 2008 pada 6:43 pm
ada 3,490,000 dengan keyword mix and match bosz
ya iyalah goggle cuma seluas tempurung (in your mind kaleee….)
K. geddoe // 19 Juni, 2008 pada 8:31 pm
@ john
Mana yang 3,490,000? Linknya dong?
Kalau pencarian akuratnya (sekalimat penuh), saya kok cuma dapat dua biji?
Amed // 20 Juni, 2008 pada 7:06 am
@ John
Loh, kok keywordnya kurang? Kan anda bikin istilah “Kreatifitas mix and match”? Kok nyari di goggle, eh Google cuma “mix and match”? Ada apa ini???
@ Geddoe
See?
deni // 23 Juni, 2008 pada 2:49 pm
hemmmm.. rame kayanya..
sayang sekali lagi ga terlalu mood..
italy kalah sama sepanyol.. pinalti lagi
yang pasti dhani itu punya andil di dewa 19..
karena yang tak suka dari karyanya dia ya cuma didewa 19
(masih ada ari lasooo)..
tapi kalo sekarang cepet bosen.. entah kenapa?????
sepertinya hanya Tuhan yang tau…kekekekekekeke
deni // 23 Juni, 2008 pada 2:55 pm
wah. mas amed kayanya ‘alergi’ banget ya sama amad itu?
ga apa-apa kok, ga sendirian…
saya sendiri entah sejak kapan jadi ‘alergi’..
yang pasti, enak juga diwarnet ada ajang ‘jajak pendapat’
jadi banyak ilmu diwarnet, ga cuma yang ’saru-saru’
kekekekekekeke
O-man // 23 Juni, 2008 pada 9:02 pm
yuhuu..nyambung dikit ya
gw ga ngerti musik sedetail itu.karena gw hanya sebagai penikmat musik,bukan pemain or bahkan pencipta.he3x
jadi gw ga akan ngomong masalah musik.tapi yan gw ngomong sedikit fakta (maaf kalo melebar,tapi kayaknya pembahasanya juga ud nyimpang ni):video mulan wonder woman yang berada dibawah naungan dhani sangat mirip (kalo ga bisa dibilang jiplak) dengan video klip dari kylie minogue i cant get u out of my head n shaina twain (judulnya lupa).bagaimana dengan itu??kalo mang ada lisensi nya si ok.
tolong bagi penggemar ahmad dhani kalo mang tau mengenai masalah ini tolong di clear kan..tolong ya..
terus sebenarnya ada juga ko lagu indo yang dicopy.inget lagu girls band bening yang jadi ost.sinetron cipt. chossy pratama yang judulnya…hadoh!!!!lupa gw.tapi syairnya gini:
bila mimpi mengusik pagi
kelamnya malam menganti hari
bla3x.
lupa sisanya.he3x.nah, intro nya (atau apalah istilahna itu) sangat mirip dengan lagu brandy yang gw juga lupa judulnya apa (cuma denger sekali di mtv n itu ud lama).
jadi…????
gentole // 23 Juni, 2008 pada 9:12 pm
Untuk Mas Amed dan pasukan anti-Dhani. Adakah yang tau darimana Dhani jiplak lagu Kuldesak dan Kasidah Cinta?
Mau tau aja, katakanlah lagunya dia banyak yang “jiplakan”. Tapi apakah anda-anda masih mau menghargai orisinalitas dalam karya Dhani, jika memang ada? Saya tidak tahu lagu Kuldesak dan Kasidah Cinta inspirasinya dari mana.
buta_music // 25 Juni, 2008 pada 1:00 pm
Saya yg buta music aj bilang Karya dhani itu Hebat
kita penikmat musik, bukan penggemar gossip
jadi harusnya bisa menilai musik tanpa terpengaruh kehidupan pribadi musisinya..
u/ apa ngurusin lagu ini mirip lagu itu
u/ apa nyari kesamaan bar lagu ini sama lagunya si itu
toh kalaupun itu plagiat, nyang punya lagu aslinya kan nyante2 aj ( Muse, Misalnya )
toh.. kita cuman butuh musik buat hiburan dan inspirasi..
maqom dhani dlm bermusic dah tinggi jdi wajar kalo kita2 yang terbiasa dengerin music kacangan jadi bingung..
secara subyektif, buat saya
mas dhani itu maestro
org boleh berpendapat, sesuai pikiranya masing2
kalo menurut saya apa bila sampean2 ini bisa bikin lagu2 yg lebih hebat dari lagu2nya Dhani, terlepas itu njiplak atau terinspirasi dari lagu org lain, baru saya ikhlas menerima segala kritikan sampaean2 tentang dhani
saya memang bukan anggota managemen republik cinta, atw salah satu pengacaranya Dhani, tapi seingat saya, dari jaman saya SD sampe sekarang saya tumbuh bersama lagu2nya dewa jadi maap nih kalo saya sedikit membela dhani dan segala kreativitasnya..
Dhani Kontroversial ?
Bukanya kita nih yang lagi menikmati Aktualisasi Diri dengan menjual Kontroversialnya mas Dhani ?
jadi siapa dirimu berani menghakimi ?
Tinggalkan Komentar