Al Qur’an Dan Suku Badui

16 Januari, 2008
Banjarmasin, 16 Januari 2008

Disclaimer:
– Posting pertama saya dalam tag Islam!
– Serius, dan ditujukan hanya untuk menambah informasi dan referensi.

Ini saya kopi peis dari Al Quran Digital, di bagian Indeks – Topik – Sejarah – Sejarah di Madinah – Cobaan kaum muslimin di Madinah – Sikap orang-orang arab badui terhadap Islam:
9:97, 9:98, 9:99, 9:101, 48:11, 48:12, 48:15, 48:16, 49:14, 49:17

9. At Taubah

97. Orang-orang Arab Badwi itu[656], lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[656]. orang-orang Badwi ialah orang-orang Arab yang berdiam di padang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah.

98. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

99. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

[657]. Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah.

48. Al Fath

Celaan terhadap orang-orang yang takut berperang

11. Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah : “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

12. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

15. Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan[1398]: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merobah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

[1398]. Maksudnya: berangkat untuk pergi berperang.

16. Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih.”

49. Al Hujuraat

Ciri-ciri iman yang sebenarnya

14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

17. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.”

======================================================================

Secara khusus, saya tertarik menganalisa suku bangsa yang ada disebutkan di dalam Al-Qur’an, seperti Bani Israil (Yahudi), Ar Ruum (Romawi), dan Majusi (Persia). Salah satu suku yang juga disebutkan adalah Badui/Badwi/Bedouin. Sementara sebagian kaum disebutkan telah musnah, suku ini, yang dalam sejarahnya hidup secara nomaden di gurun-gurun pasir, ternyata masih eksis dan mendiami beberapa tempat di kawasan semenanjung Arabia.

Suku ini punya kode kehormatan dan sistem peradilan yang khas, dan secara umum juga telah memetakan struktur politik dan pemerintahan baik di era pra maupun pasca munculnya Islam.

Yang jadi pertanyaan, saya menangkap dari ayat-ayat di atas, kok ada kesan bahwa suku ini “didiskreditkan” dan sepertinya membawa masalah di Madinah kala itu ya? Ada yang bisa cerita ndak apa yang terjadi di Madinah terkait dengan suku ini?
Lalu kok saya melihat beberapa kemiripan dengan suku Gipsi ya? Terutama budaya nomaden-nya dan sifatnya yang susah menghadapi perubahan?

Mohon link dan referensi-nya yaaa…

About these ads

9 Tanggapan to “Al Qur’an Dan Suku Badui”

  1. Ina Says:

    Wetz…abis ceramah dimana nie? :D
    Maafkan seblumnya, kl saja saya nda mengerti postingan ini. Makanya aku OOT sj. *dibekap

  2. itikkecil Says:

    mungkin karena nomaden nya itu. dan juga karena mereka beda sendiri makanya dianggap aneh


  3. Seandainya benar didiskreditkan… ahhh… kasian sekali yang terlahir sebagai Bedouin. :roll:

  4. Hoek Soegirang Says:

    badui oh…badui….
    setau saia, badui khan suku yang bodoh-bodoh sangadh?
    *korban cuci otak semasa kecil*

  5. danalingga Says:

    Kalo soal ginian, saya minggir aja deh, biarkan yang ahli yang jawab.

    Monggo para ahli, di persilahken …. *nyamar jadi tuan rumah*

  6. dodot Says:

    kagak ngerti…

    tetapi yang jelas, paham lah

  7. Amed Says:

    @ Ina
    Yo ndak pa pa kalo ndak ngerti, moga suatu saat ada yang ngerti posting ini dan ngasih pencerahan buat kita semua…

    @ Itikkecil
    Iya, dan kabarnya sekarang mereka bermasalah karena mengikuti jalur tradisional yang harus melewati border-border internasional…

    @ Gun N\’ Rozenesia
    Yaa… nasibnya…

    @ Hoek Soegirang
    Iya, katanya mereka itu bodoh! Tau deh bener apa ndaknya…

    @ Danalingga
    Ahlinya belum pada datang…

    @ Dodot
    Loh? Kagak ngerti tapi paham?


  8. suku badui diceritakan dalam qur’an sebagai contoh karena wataknya keras(tapi loyalitasnya pada sesuatu yg diyakini sangat besar)sifatnya memang keras,bahkan sampai sekarang,kebanyakan mereka ini sekarang hidup di Yaman (utara dan selatan)yang di indonesia ini mayoritas keturunan arab yaman juga.Perkelahian antar kabilah merupakan hal biasa,AK-47 juga hal biasa,orang-orang yang mudah tersinggung(kita bicara umumnya) kalo sedang gembira ato marah mereka ungkapkan dengan memberondongkan senjata mereka ke udara (bahkan polisi disana tak mampu mencegahnya) tapi sekarang tidak semua badui tinggal di gunung.

  9. Amed Says:

    @ Zax
    Waduh…. segitunya ya? Apa akar terorisme jangan-jangan berasal dari mereka ya???


Comments are closed.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: