Beda Blog Yang “Dimatikan” Dengan “Diprivatisasi”

8 Februari, 2008

Banjarbaru, 8 Februari 2008

UPDATE: DAN BLOG YANG SUDAH DIPRIVATISASI MASIH MUNGKIN UNTUK DIKEMBALIKAN LAGI LOH… :mrgreen:

Maaf kalau saya merusak kegembiraan beberapa orang. Tapi saya hanya tidak habis pikir melihat euforia yang terjadi di blogosphere yang saya tinggalin lumayan lama ini.

Hanya saja, benar kata Luthfi, tips ngeblog saya ternyata kurang, karena tidak menyertakan tips mematikan blog.

Juga tidak menyertakan tips mengetahui apakah sebuah blog benar-benar “mati” atau belum.

Apa definisi blog “mati” di sini? Yaitu, yang benar-benar dimatikan! Dihapus alamatnya, dengan menconteng kalimat :

Saya telah yakin bahwa saya berniat mematikan blog saya selamanya, dan saya mengetahui bahwa saya tidak akan pernah mendapatkan atau menggunakan blogsaya.wordpress.com lagi.

di halaman hapus blog, dan diteruskan dengan mengklik tombol “Hapus Blogku Secara Permanen”.

Hasilnya adalah, saat kita membuka blog tersebut, muncul tulisan sakti:

The authors have deleted this blog. The content is no longer available.

Bedakan dengan sekadar mengeset blog ke private, yang dibuat dengan memilih opsi “Saya ingin blog ini hanya tampak oleh pengguna yang saya pilih.”

Maka yang muncul adalah kalimat sakti:

Blogs ini dilindungi, untuk melihatnya anda harus log in terlebih dahulu.
Jika anda tidak mempunyai akun WordPress.com, anda bisa mendapatkannya dalam hitungan detik !.

Atau jika telah login, maka antum akan otomatis ter-redirect ke halaman dashboard milik antum sendiri.

JADI SUDAH JELAS KAN BEDANYA?

:mrgreen:

Entry Filed under: Blogging & IT Stuff, Character Assassination. Tag: , , , .

30 Comments Add your own

  • 1. Luthfi  |  8 Februari, 2008 at 10:29 pm

    qiqiiqiqi
    nama gw dibawa2
    *nagih bayaran*

    Balas
  • 2. Luthfi  |  8 Februari, 2008 at 10:32 pm

    jangan2 yg blognya mati itu persiapan utk dot kom *lirik hoek dan yg semisal*
    *nyesel gak bisa apdet blog gara2 punya supervisor gilakerja*

    Balas
  • 3. 'K,  |  8 Februari, 2008 at 10:32 pm

    hihihihi

    Balas
  • 4. cK  |  8 Februari, 2008 at 10:33 pm

    ah..beginian sih saya sudah tahu. 8)

    *log out*

    *ngurusin blog yang di dagdigdug*

    Balas
  • 5. Kopral Geddoe  |  8 Februari, 2008 at 10:39 pm

    Beliau masih hidup…
    Beliau masih hidup…
    Beliau masih hidup…

    *dengan nada menakut-nakuti*

    Balas
  • 6. Mrs. Fortynine  |  8 Februari, 2008 at 10:40 pm

    sangat jelas bang amed! sangat jelas!

    :evil:

    apakah bekerja menjadi guru mengurangi kecerdasanmu?

    huh!

    menyesal saya meluangkan waktu untuk ini!

    Balas
  • 7. ina  |  8 Februari, 2008 at 11:08 pm

    saya tidak ingin dimatikan dan juga tidak ingin diprivatisasi. :D

    *ngeloyor pergi*

    Balas
  • 8. Hoek Soegirang  |  9 Februari, 2008 at 12:08 am

    jahhh…
    maksudna afa ini? maksudna afa? maksudna saia disuru menghafus blogirang? jahhh… :twisted:
    *digamfar*

    Balas
  • 9. alfaroby  |  9 Februari, 2008 at 12:31 am

    informasinya bagus juga. aku suka banget…

    *diam, trus mikir, benar gak kata kataku tadi, tidur*

    Balas
  • 10. Dee  |  9 Februari, 2008 at 12:40 am

    Aku sudah pernah mencoba mematikan kok, dan sukses tuh.

    Balas
  • 11. RETORIKA-1000DS  |  9 Februari, 2008 at 1:33 am

    @ Amed

    Antum merusak kegembraan ana ! KAfir antum! Dasar Ahlu Bid’Ah :evil:

    Tapi ana berfegang teguh terhadaf fatwa beliau yang katsanya ingin menutuf flognya,…intinya blog nya uda mati!

    Mungkin zika ferufah zadi flog frifat itu kharena dia tsakut funuh ziri, kharena hukumnnya bid’ah …

    Akh antum merusak kebahagiaan ana saza !

    Balas
  • 12. Pyrrho  |  9 Februari, 2008 at 3:17 am

    Oh, gitu caranya privatisasi blog ya ? Hmmm… thanks info-nya mas… :)

    Kok nggak mirip dengan privatisasi BUMN ya ?

    Balas
  • 13. dobelden  |  9 Februari, 2008 at 10:38 am

    ngeblog buat catetan pribadi kok sekarang ribut masalah hiatus, mati, di hapus, pindah kandang…. :D

    ah saya mah tetep akan seperti ini

    Balas
  • 14. Cabe Rawit  |  9 Februari, 2008 at 10:52 am

    Ane jadi tau bedanya mati, pingsan ama koma… :mrgreen:

    Balas
  • 15. Mihael "D.B." Ellinsworth  |  9 Februari, 2008 at 11:10 am

    @ RETORIKA-1000DS

    Yang tabah, ya. Sosok seperti yang anda hadpi itu sudah kena efek “Die Hard”, jadinya paling susah dicabut “nyawanya”. :lol:

    Balas
  • 16. Abeeayang™  |  9 Februari, 2008 at 12:10 pm

    mereka mangsih gentayangan yaks?
    *ngumpet diketiak ibu*

    Balas
  • 17. edy  |  9 Februari, 2008 at 5:56 pm

    mangsutnya apa sih?

    Balas
  • 18. Andrew Anandhika Wijaya  |  9 Februari, 2008 at 7:08 pm

    Temanya…???

    *nangis sesengukan karena merasa terpojok*

    mas kalo menghapus blogg nggak cuman nyentang doang… tapi harus aktivasi lewat e-mail juga….

    *sumpah g bohong, orang saya sering kok*

    tapi biasanya sebelum saya ngapus blogg saya pripat dolo… :roll:

    Balas
  • 19. RETORIKA-1000DS  |  9 Februari, 2008 at 7:12 pm

    @ Mihael DB Elinsworth

    bukan “Die Hard” :( tapi DEAD MAN WALKING / ZOMBIE … :evil:

    jadi seperti Resident SalaHI the Extinction :mrgreen:

    Balas
  • 20. Andrew Anandhika Wijaya  |  9 Februari, 2008 at 7:39 pm

    @retorika…
    kalo gitu dimintakan pengampunan kerajaan surga aja biar dia bisa benar-benar mati…

    Balas
  • 21. joesatch yang legendaris  |  9 Februari, 2008 at 10:55 pm

    yayayaya, sudah jelas, mbah. sekarang saya paham :mrgreen:

    Balas
  • 22. itikkecil  |  11 Februari, 2008 at 11:28 am

    ini ngomongin siapa ya????? antum urusin soal lain ajalah… misalnya soal persiapan antum jadi pns itu *dihajar amed*

    Balas
  • 23. Amed  |  11 Februari, 2008 at 10:26 pm

    @ Luthfi
    Ho ho ho… mari kita nunggu “go public”-nya…
    *Ngumpet sebelum ditagih royalti*

    @ ‘K
    Idih? Kok ketawa?

    @ cK & Mrs. Fortynine
    Tidak semua orang secerdas kalian nyonya-nyonya….

    @ Kopral Geddoe
    *menggigil*

    @ Ina
    Ho ho ho… kalo di”akuisisi” aja gimana?
    *pletak*

    @ Hoek Soegirang
    Ya jangan dong… Saya kan ndak ngomongin blogirang, tapi tante girang…

    @ Alfaroby
    Terima kasih, semoga bermanfaat
    *diam, trus mikir, benar gak kata kata dia tadi*

    @ Dee
    Tapi hidup lagi dengan identitas baru kan Pak?

    @ RETORIKA-1000DS
    Kan saya sudah bilang maaf…. Lagian, antum jangan taklid dan fanatik gitu… Lihatlah kebenaran, lihat juga kenyataan…

    2 Pyrrho
    Hmm… BUMN… Saya kok ingat bapak berkumis itu lagi sih…

    @ Dobelden
    Yah, ngeblog ya ngeblog aja…
    Semoga saja bisa se-sederhana itu..

    @ Cabe Rawit
    Ohoho? See the difference?

    @ Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Siapa? Siapa?

    @ Abeeayang™
    Gentayangan? Jaga ucapanmu Nak…

    @ Edy
    Ad-da aja… :lol:

    @ Andrew Anandhika Wijaya
    Nah, ini dia yang berpengalaman… Makasih atas tambahan infonya… Saya sendiri belum berpengalaman menghapus blog di wordpress… Kalau di blogspot sih sering, hehe…

    @ RETORIKA-1000DS & Andrew Anandhika Wijaya
    Waduh??? Waduh??? Omongan kalian ini…

    @ Joesatch yang (katanya) legendaris
    Syumonggo…

    @ Itikkecil
    Ahaha, mau mengaburkan inti postingan ini dengan komen di luar konteks ya? Ad hominem pula? Hmmm… Khas komentar-komentarnya beliau ini… Jangan-jangan Mbak Ira ini…
    *pletak*

    Balas
  • 24. stey  |  12 Februari, 2008 at 9:28 am

    sempat kepikiran buat bikin mati blog saya..tapi ga pernah kepikiran buat menghapusnya, karena biar bagaimana saya pengen punya kenangan, pengen punya jejak di sini..yang suatu saat bisa saya lihat lagi..

    Balas
  • 25. Goenawan Lee  |  12 Februari, 2008 at 9:36 am

    *demo dukung kebangkitan sambil teriak Allahu Akbar*

    Balas
  • 26. Bos Pertamax  |  12 Februari, 2008 at 9:36 pm

    salam kenal…

    :cool:

    tipsnya sangat berguna

    *menjura*

    Balas
  • 27. Klan@smara  |  12 Februari, 2008 at 10:03 pm

    smoga sayah tidak menggunakan tips ini
    wong baru juga mulai ngeblog
    salam kenal oom :)

    Balas
  • 28. batubaranews  |  16 Februari, 2008 at 2:25 am

    mumet, ndasku !
    * $ ^#&%!x@ *

    Balas
  • 29. Amed  |  17 Februari, 2008 at 10:17 pm

    @ Stey
    Iya kali, kalo kenangannya baik masih pengen ditengokin kembali. Tapi kadang ada juga yang pengen main delete aja blognya, tanpa pengumuman apalagi sampe cuma “pura-pura” ngedelete…

    @ Goenawan Lee
    Bangkit? Apanya yang bangit? Mati juga belum gitu kok?

    @ Bos Pertamax
    Terima kasih dan salam kenal juga ;)

    @ Klan@smara
    Ntar deh, kumpulin dulu masalah banyak-banyak, lalu baru deh bunuh diri saat di puncak ketenaran dan saat berusia 28 tahun.

    @ Batubaranews
    Minum paracetamol om..

    Balas
  • 30. Mr. Fortynine  |  2 April, 2008 at 11:51 am

    Kayanya blog antosalafy bisa diakses lagi tuh…

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pamer

Posting Terbaru

Komen Terbaru

Raffaell di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
Amd di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
ilhamwele di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
soulharmony di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
Amd di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
warm di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
Amd di Suspend, Kebebasan Dan Ke…
benkyo di Etika
baburinix! di Etika
Hari kusnanto di Permohonan Yang Menampar

Posting Terhangat

Arsip

RSS Jelajah

Blogroll

Akismed

Metamed