7 Maret ini, Nadira genap 2 tahun. Pencapaian yang luar biasa, dan sekarang ia telah tumbuh menjadi balita cerdas nan lincah.
Saya kembali teringat pagi saat ia lahir, lewat operasi caesar. Berhubung jalan nafasnya tidak lancar, ia bahkan tidak bisa langsung menangis. Ia lahir dengan kondisi kembar prematur 8 bulan, dan berat hanya sekitar 1,6 kg. Sementara kembarannya, Ni’ma, hanya sempat bertahan 2 hari di dalam inkubator.
Dengan perawatan yang intensif, mulai dari infus asam amino hingga tambahan air hangat dan lampu pijar di dalam boksnya; dari susu formula mahal yang selalu ditolaknya hingga air tajin yang lebih disukainya, kini ia sudah jadi anak yang sehat, kuat, jarang sakit, dan pandai bicara.
Nah, dalam rangka menyambut dua tahun Nadira, saya mau sekalian membayar utangan saya terkait posting 8 karakteristik yang dulu itu. Sekarang saya kompensasikan ke 8 karakteristik Nadira saja, karena saya sendiri sudah cukup dengan ke-weird-an saya.
1. Like Father Like Son Daughter
Banyak yang bilang, Nadira sangat mirip dengan bapaknya. Tidak salah, memang. Beberapa bagian, seperti mata, pipi dan hidungnya yang bulat memang turunan bapaknya, juga kulitnya yang iyeng, serta perutnya yang rada endut. Sedang dari ibunya, Nadira mewarisi body yang mungil tapi padat berisi, rambut yang masih tipis, dan yang paling mirip, jidatnya yang nong-nong, hohoho… Foto Bunda waktu 2 tahun, ketika dibandingkan dengan postur Nadira sekarang ternyata mirip banget, bedanya Bundanya putih, sedangkan Nadira….
2. Talkative Little Girl
Sekarang Nadira sudah tidak lagi bicara kata perkata, tapi sudah bisa menyatakan sikap dalam satu klausa. Misalnya “Baju Dila dalem sini”, atau “Dila mau minum (air) putih”.
Dila juga cepat sekali menyerap kata-kata baru yang didengarnya, bahkan yang baru sekali diajarkan bisa langsung ia tirukan. Ini PR buat orang tuanya, agar memberi contoh hanya kata-kata yang baik, bukan kosa kata a la Setantron™.
Saat ini, selain tentunya masih cadel, Dira punya masalah kalau menyebut kata yang di depan atau tengahnya ada S, Dila cenderung mengubahnya menjadi Y… Susu menjadi Yuyu, Dosen menjadi Doyen, Masak menjadi Mayak, dan, kacaunya, Basah menjadi Bayah! Sementara kalau bunyi S berada di ujung kata, pengucapannya normal, misalnya Habis.
3. Food And Beverage
Berhubung sudah 2 tahun, sudah saatnya Nadira disapih, supaya ia tidak lagi bergantung pada ASI. Sejauh ini, minuman favorit Dira adalah… air putih. Ia juga masih suka tajin (yang diberikan sejak usia 6 bulan), teh anget, dan kadang-kadang kopi. Selain itu, akhirnya, Dira mau juga minum “Yuyu“. Tadinya dia menolak keras segala jenis susu, dari susu formula khusus BBLR, susu macam Ch*l-m*l dan Ch*l-k*d, juga susu yang biasa diminum Bunda. Sekarang, dia sudah mau minum susu, tapi HANYA jenis susu UHT kotak atau botol rasa coklat.
Untuk makanan, Dira tergolong omnivora; tidak seperti bapaknya yang dulu memuntahkan segala jenis lauk, dia mau makan apa saja. Nyemilnya juga jago, terutama krupuk dan Peyek. Hanya, Dira masih tidak suka makanan yang lengket di mulut, terlalu manis, atau buah yang dagingnya lembut semacam pepaya.
4. Swiftly Movable
Ritual Nadira setiap pagi adalah berlari-lari keliling rumah. Kadang ditambah dengan main air di pekarangan (kalau ada yang cuci motor) atau memanjat jeruji jendela. Dengan ibunya, dia suka main “space shuttle”, dengan kaki ibunya menjadi pelontar, dan Dira jadi roket yang diluncurkan. Dengan Oom, dia suka di”jerinting”, digelantung dengan dua kaki di atas. Kejeduk, tergelincir, atau nabrak-nabrak itu sudah jadi rutinitas harian. Kakinya sekeras ubi kayu, dan tangannya mungkel-mungkel penuh otot. Saya tidak tahu apakah semua anak di abad 21 itu seaktif dia dalam bergerak, karena seingat saya, jaman saya kecil dulu, era orde baru, saya banyak bengongnya. Jarang bergerak, entah karena faktor cacingan atau kurang gizi, fisik juga kurang mumpuni, dan sekarang terjebak dalam obesitas kelebihan beban…
5. I’m The Boss
Nadira suka mengatur, cenderung dominan, terutama saat bermain dengan kawan yang seusia. Egonya kadang sulit dikendalikan, bahkan kalau dilawan, bisa main pukul… Untungnya, dia masih mau dibilangin baik-baik, tidak perlu dibentak atau dijewer. Biasanya kalau dia merasa bersalah, dia mau mengalah, walaupun dengan muka rada dilipet-lipet.
Tapi inisiatifnya tergolong tinggi. Di usia 2 tahun dia sudah biasa menyapu dan ngepel, hehe… Dia tidak bisa melihat air tergenang di lantai, karena trauma pernah tergelincir sampai terjengkang. Jadi kalau melihat air di lantai, ia suka teriak-teriak sendiri “licin! licin!” dan mengambil kain pel lalu mengelapnya, hehe..
6. Eager Beaver
Rasa ingin tahunya sangat tinggi, terutama jika menemui hal-hal di luar ruangan. Makanya ia senang sekali kalau diajak ke taman, melihat monyet dan burung. Bahkan melihat sapi di kebun dekat rumah saja senangnya minta ampun. Dia juga suka melihat serangga di pekarangan, mengejar ayam, angsa atau kucing. Parahnya, dia takut sekali dengan makhluk tak berdaya seperti siput!! Dira juga masih takut gelap, dan bisa jadi amat ribut kalau listrik di rumah padam.
7. Camera Aware
Ini pasti gara-gara umur dua bulan sudah ber-narsis-narsis ria dengan si Oom, jadilah Dira ketularan narsisnya. Nadira sekarang jadi super sadar kamera. Kalau difoto suka bergaya, bahkan gayanya suka aneh-aneh. Ntar kalau foto dari Tante sudah nyampe, mau saya upload di sini…
8. Can’t Stand The Heat
Kalau yang ini kok mirip sama si Oom yang satunya. Ibunya kalau suhu turun 1 derajat celsius bisa langsung masuk angin. Bapaknya paling gak tahan di ruangan berkipas angin. Anaknya malah malam-malam kalau tidur keringatan! Kipas angin terpaksa dihidupkan, dan demi anak, orang tua terpaksa mengalah dan menggigil. Kurang jelas juga, kenapa anak kecil bisa kegerahan separah itu, apa karena jantungnya berdetak lebih cepat atau gimana ya? Yang jelas sampai sekarang saya juga masih suka pake jaket kalo berada di kamar si Oom .
Itu tadi sekelumit karakteristik Nadira. Posting ini didedikasikan buat tante-tante yang mungkin kangen sama Nadira, juga Oom-Oom yang udah ngasih selamat. Doakan Nadira tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas, dan berbakti yaaa… Dan semoga ia bisa jadi orang yang berguna dan memberi manfaat, untuk semua. Amiin…





31 tanggapan so far ↓
Mrs. Fortynine // 8 Maret, 2008 pada 12:53 am
yayaya…
met ultah Nadira sayang…
semoga kau ndak seperti bapakmu …
hehe
semoga ndak sependiam bapaknya…
Mrs. Fortynine // 8 Maret, 2008 pada 1:04 am
eh, ultahnya barengan sama Tante Chika tuh…
betewe, kok Nadira mirip Farid sih?sama sama tahan dingin?
jadi curiga…
jangan jangan, pas mba Ren hamil nadira, kamu mbenci Farid, ngaku Med!
Mrs. Fortynine // 8 Maret, 2008 pada 1:05 am
udah jarang hetrik…
hetrik aaaaaaah…
cK // 8 Maret, 2008 pada 3:13 am
walah…ultahnya sama kayak saya. pasti nanti jadi anak yang manis nan lucu seperti saya..
met ultah nadiraaaaa…
Jendral Bayut™ // 8 Maret, 2008 pada 6:21 am
met ultah buat Nadira
*cium2 juga dr oom yg ini*
cewekbawel // 8 Maret, 2008 pada 7:41 am
Telat bilang selamat ulang tahun!!!!!
Ya sudah, selamat Ulang Tahun buat Nadira. Ntar deh, photo
sama kadonya nyusul, he…
Raffaell // 8 Maret, 2008 pada 12:40 pm
begitu deskriptif sekali ya menyebutkan seorang nadira, hueheuhuehue
eMina // 8 Maret, 2008 pada 5:19 pm
Wah, anak kecil memang selalu lucu ya… ‘>_<
baru dua taun pula !
met milad untk nadira ya…
moga makin lucu dan kalau sudah besar jadi wanita yang sholehah…
Andrew Anandhika Wijaya // 8 Maret, 2008 pada 7:30 pm
duh… saiyah suka anak kecil tapi nggak mau punya anak…
met ultah buat nadira… sepertinya Nadira anak yang cerdas… jangan-jangan paha dan pinggul ibunya mantabh
*diciumin truk ama yang punya anak istri*
Andrew Anandhika Wijaya // 8 Maret, 2008 pada 7:31 pm
*barusan liat photonya*
nas amed harus sering-sering minum cairan pemutih…!!!! biar anaknya nggak….
calonorangtenarsedunia // 8 Maret, 2008 pada 11:05 pm
Met ultah Nadira..
Kalo gede jangan kayak bapaknya ya..
stey // 8 Maret, 2008 pada 11:14 pm
ahaa…selamat ulang taun dek..btw, Nadira bakal jadi blogger jugakah?
takochan // 9 Maret, 2008 pada 3:13 pm
Wahhh.. kalo buat Nadira ada kata2 khusus dari sayah, “Hey, cantik! Met Ultah ya sayang, muah muah muah!”
arya // 10 Maret, 2008 pada 11:04 am
happy birthday Nadira.
Buat bapaknya, saya sering mengistilahkan (dalam hati) kondisi saat ini sebagai trouble two.
tapi jujur saja, meskipun kadang-kadang kepala saya pusing melihat rumah yang tidak pernah bisa rapih dan mendengar ocehan yang tidak pernah berhenti, namun kalau sudah jauh kangennya minta ampun.
itikkecil // 10 Maret, 2008 pada 2:11 pm
met ultah buat nadirah
tapi Med, harusnya dijauhkan dari oom nya itu. nanti ketularan narsis. bahaya.
*ditendang fadil*
warmorning // 11 Maret, 2008 pada 1:10 pm
anak ente pasti makin punya banyak kelebihan nantinya..
met ultah, nak.. 
indra1082 // 11 Maret, 2008 pada 4:41 pm
Selamat Ultah ya….
Enak ya punya anak…
sapri MK // 11 Maret, 2008 pada 11:42 pm
met ultah buat nadira, met ! ga terasa aku juga berulangtahun pada minggu kemarin, tapi itu tidak aku rayakan, karena kepalaku terasa berat,,,
unda umpat bajanguk banarai met ai…
ndarualqaz // 12 Maret, 2008 pada 3:31 am
ihhh, baru dua tahun, pasti lagi imut-imutnya…..
ndarualqaz // 12 Maret, 2008 pada 3:33 am
jadi pengen cepet-cepet punya anak…
ndarualqaz // 12 Maret, 2008 pada 3:35 am
masak neng siwi hetrik awak nggak
hetriks….
manusiasuper // 12 Maret, 2008 pada 12:48 pm
Fotonya sudah dikasihken, kadonya ketinggalan dimeja kamar, maklum, otak kanan
p4ndu_454kura // 13 Maret, 2008 pada 5:58 am
Met ultah Dira…
Wah, dua taun udah sadar kamera? Ada bibit jadi seleb, tuh. Diajari ngeblog aja, biar nanti ada blogger termuda dalam sejarah Blog-o-sphere.
Mr. Fortynine // 14 Maret, 2008 pada 10:54 pm
mungkin yang kedelapan karena kamu pernah kuperkosa… sehingga mengalir darah sebagai orang pertama yang merasakan panas, sekaligus orang terakhir merasakan dingin
Ina // 14 Maret, 2008 pada 11:24 pm
*telat*
*membungkuk minta maaf*
Met Ultah yach Nadira…! Panjang umur dan jadi anak yg pintar kyk Ayah Bunda. *pujian gratis*
Mr. Fortynine // 15 Maret, 2008 pada 9:51 pm
Met. Tahun depan ultah Nadira majukan sebulan. kena ketularan acil Chika nang jauh jodoh
n0vri // 16 Maret, 2008 pada 6:30 pm
saya jadi ngiri, pingin punya nadira juga
taufik // 17 Maret, 2008 pada 9:31 pm
salam kenal dan hangat buat mas sekeluarga
peyek // 19 Maret, 2008 pada 8:13 pm
disapih dari peyek? hati-hati loh….
Amed // 26 Maret, 2008 pada 8:53 pm
@ Mrs. Fortynine
Pendiamnya ndak nurun kok, Tante, tapi imutnya nuruh, hohoho..
Lah emang bencinya cuma pas Mbak Ren hamil po?
@ cK
Dan narsis juga?
@ Jendral Bayut™
Ayahnya ndak dicium juga Oom?
@ Cewekbawel
Foto dah mau diaplod tante, tapi flesdisknya error… Kalo bajunya udah dipake Dira, trus dikasih komen “Tante Titi Tantik…” jerrr… Hwehehe
@ Raffaell
Kebetulan anaknya gampang dideskripsikan kok, hehe..
@ eMina
Makasih tante, amin-amin…
@ Andrew Anandhika Wijaya
Mengenai paha dan pinggul, sebenarnya paha dan pinggul serta pinggang ayahnya yang dahsyat kok…
Mengenai pemutih, wah sudah terlanjur iyeng gini, tidak ada garansi lagi…
@ Calonorangtenarsedunia
Lah emang bapaknya kenapa?
@ Stey
Asal koneksi di sini sudah memungkinkan, Tante, hehe..
@ Takochan
Ayahnya gak dimuah muah juga Tante?
@ Arya
Iya tuh, kalau lagi tidur rumah rasanya sepi banget, tapi begitu bangun, maak kayak kapal pecah…
@ Itikkecil
Maaf, narsisismenya sudah terlanjur menular sejak usianya 2 bulan….
@ Warmorning
Makasih Oom… Semoga berkelebihan benwit juga nantinya… he
@ Indra1082
Makasih, enak-enak pedes, he…
@ Sapri MK
Wah, parakan lah Om? Mun kaitu selamat jua lah gasan pian…
@ Ndarualqaz
Cepet-cepet? Cari sparring partnernya gih…
@ Manusiasuper
Hehe, centil nanya tuh “Clananya mana?”
@ p4ndu_454kura
Emang blogger termuda usia berapa Mas?
@ Mr. Fortynine
Huss jangan sampai hoax ini beredar!!!
@ Ina
Makasih Tante Ina…
@ Mr. Fortynine
Sedang dipertimbangkan.
@ n0vri
Hoh? Nadira juga?
@ Taufik
Salam kenal Mas Taufik, makasih juga
@ Peyek
Peyek cuma buat nyemil kok, Pak, hehe…
Top 10 Bloger « alex’s blog // 30 Mei, 2008 pada 11:38 pm
[...] muda dari bocah kecil bernama Nadira yang Maret kemarin berumur 2 tahun ini, bukan saja karena semarga (alias sama-sama bernama Hidayat) menjadi pilihan saya untuk bertemu. [...]
Tinggalkan Komentar