I Have A Dream
7 November, 2008
I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.”
…
I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.
…
I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.
…
I have a dream that one day, down in Alabama, with its vicious racists, with its governor having his lips dripping with the words of “interposition” and “nullification” — one day right there in Alabama little black boys and black girls will be able to join hands with little white boys and white girls as sisters and brothers.
…
I have a dream that one day every valley shall be exalted, and every hill and mountain shall be made low, the rough places will be made plain, and the crooked places will be made straight; “and the glory of the Lord shall be revealed and all flesh shall see it together.”
Martin Luther King, Jr – I Have a Dream
Akan tetapi, jalan masih panjang. Obama bahkan belum menginjakkan kaki di Gedung Putih sebagai Presiden resmi. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Dan satu hal lagi; entah kenapa saya merasa khawatir akan keselamatan nyawanya…
Anyway, selamat Obama… Semoga Amerika di bawah pemerintahanmu akan jadi lebih bersahabat dan mengerti bahasa manusia…
Entry Filed under: General Thought. Tag: Election, I Have A Dream, MLK, Obama, Victory.
24 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Pakacil | 7 November, 2008 at 5:37 pm
lah… memang amerika selama ini pakai bahasa apa om?
2.
itikkecil | 7 November, 2008 at 5:56 pm
Sama…. soalnya sekarang aja sudah banyak yang mau membunuh Obama
Kalau Obama sampai terbunuh sama dengan langkah mundur untuk demokrasi di Indonesia
3.
ManusiaSuper | 7 November, 2008 at 10:03 pm
Ada yang punya link pidato kemenangannya Obama?
4.
rasyeed | 7 November, 2008 at 11:11 pm
Hmm.. Obamanomena..
5.
rasyeed | 7 November, 2008 at 11:14 pm
@mansup: versi indonesianya di kompas ada. Di youtube jg dah ada.. Hmm.. banyak kok yg sdh ada.
6.
Catshade | 8 November, 2008 at 12:45 am
*sisi sinisnya ingin melihat Amerika berkobar dalam kerusuhan rasial… hanya supaya pemerintahan Obama punya justifikasi untuk menembak mati orang-orang rasis ekstrim*
Btw, video Yu Tub-nya pidato kemenangan Obama bisa dilihat di sini.
7.
jensen99 | 8 November, 2008 at 5:23 am
Mungkin saat kita tua nanti ada kturunan Asia yang jadi presiden AS…
Perang rasial dipimpin KKK? Menarik juga…
8.
ManusiaSuper | 8 November, 2008 at 8:19 pm
Mungkinkah fenomena obama terjadi di Indonesia?
Mari membayangkan sesosok manusia cerdas luar biasa, tampan, senyum tulus, bahasa jujur, suara menenangkan, memiliki mimpi dan potensi untuk melakukan sesuatu yang baik, TAPI DARI PAPUA menjadi PRESIDEN INDONESIA, is it possible, my fellow people?
9.
Catshade | 8 November, 2008 at 8:32 pm
Buat saya itu masih mungkin, toh kita sudah punya presedennya pemimpin dari luar jawa (Habibie dan JK). Tapi pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya:
Mungkinkah rakyat Indonesia memilih presiden dengan kualitas yang serupa seperti di atas, tapi BUKAN BERAGAMA ISLAM?
10.
ManusiaSuper | 8 November, 2008 at 9:11 pm
Habibie itu presiden ‘kecelakaan’, JK cant do much more without SOesilO Bambang YOedhoyOnO..
Kalau bukan beragama Islam, MUSTAHiL BANGET
11.
jensen99 | 8 November, 2008 at 10:20 pm
95% tidak mungkin.
1) sperti pertanyaan mas catshade diatas.
2) IMO lebih masuk akal orang papua menjadi presiden Papua merdeka daripada jadi presiden RI
12.
Rasyeed | 8 November, 2008 at 10:39 pm
Secara politik/demokrasi.. Hal itu adalah mungkin, tapi secara budaya, hal itu adalah sangat jauh dari mungkin.
13.
sora9n | 8 November, 2008 at 11:16 pm
@ ManusiaSuper
Bagaimana dengan KETURUNAN TIONGHOA, is it possible, my fellow people?
*ahem*
IMHO, CMIIW, stigmatisasi keturunan Tionghoa itu capnya lebih parah. Sebutan “orang Irian”, paling2 konotasinya kulit hitam. Tapi, kalau keturunan Cina kan…
That. (x_x)
*disgusted*
14.
ManusiaSuper | 9 November, 2008 at 9:13 am
Lah, Habibie bukan keturunan Tionghoa? *digetok*
Irian, Dayak, Melayu, Tionghoa, pada dasarnya Indonesia memang belum lepas dari penilaian stereotif.. Lihat warna kulit mereka, lihat bentuk mata mereka, lihat logat mereka, jangan pedulikan otak dan hati mereka…
15.
soulharmony | 9 November, 2008 at 11:57 am
kalo mau perang jangan di comment, nanti siang aja di KopDar
16.
bangaip | 11 November, 2008 at 3:34 am
Begitu Obama terpilih, jam 4 pagi saya ditelpon kawan-kawan dari Portland. Kata mereka, Portland selalu biru bagaikan langit dan laut. Hehe.
Saya ngantuk sekali. Dalam hati berfikir, hebat sekali Obama. Bush aja yang gila begitu, terpilih dua kali, tidak ada yang menelpon saya di pagi buta.
Satu sisi, saya salut dengan kekuatan Obama, yang bahkan mampu menggerakkan seorang blogger Banjarbaru seperti Mas Amed ini untuk menuliskannya.
Di sisi lain, saya bertanya-tanya. Apakah ‘mereka’ mengijinkan Obama untuk membuat perubahan?
BTW, ikut-ikutan bicara presiden RI seperti komentator diatas. Saya punya opini yang berbeda.
Menurut saya, dalam kemerdekaan RI (*entah itu tahun 1945 atau 1998, silahkan pilih*). Indonesia telah memiliki presiden dari kalangan terbatas secara fisik, presiden perempuan dan presiden yang bukan dari suku mayoritas.
Banyak negara yang telah merdeka lebih dari 200 tahun, contohnya AS. Namun baru kali ini punya seseorang yang berkulit hitam sebagai chief and commander.
Saya pikir, dalam kasus pemilihan presiden di RI. Negara kita punya lebih banyak varian yang mampu membuat kita bahkan terkesan jauh lebih demokratis daripada AS.
Ini masih bicara soal sosok figure loh. Belum sampai pencapaian kinerja kerjanya.
*Sebab mungkin hanya asumsi saya saja ini, bahwa kita semua sekarang sedang mengadakan pembicaraan soal ‘penampakan’. Hehe*
17.
Catshade | 11 November, 2008 at 5:44 am
Iya juga ya… mungkin Indonesia satu-satunya negara di dunia yang pernah secara sadar memilih orang yang setengah buta untuk jadi presiden.
18.
Syech Mbelgedez, "Imam Madzab Bocor Alus™ " | 11 November, 2008 at 5:54 am
Sekaligus, mungkin cuman Indon ajah nyang pernah punya presiden, dengan ibu negara paling banyak….
19.
budiluwung | 11 November, 2008 at 5:34 pm
salam kenal mas…
20.
iaksz | 11 November, 2008 at 11:56 pm
kalo Obama yang keturunan Afrika menjadi
presiden Amerika,
maka saya bilang, presiden masa depan Indonesia
adalah keturunan ..
kulit merah.mungkin juga keturunan ..
kulit kuningtidak tahu siapa, tapi bisa jadi.
tinggal lihat saja nanti, capres – capres yang
maju.
21.
Amed | 12 November, 2008 at 8:40 am
@ Pakacil
Bahasa kekerasan dan tentunya uang…
@ Itikkecil
Itu dia yang saya takutkan, mengingat sudah ada empat presiden Amerika yang mati terbunuh…
@ Rasyeed
Ya, kalo di Indonesia sedang trend Pujinomena..
@ Catshade
Ahaha, jadi pengen nunggu juga…
@ Jensen99
Saya justru menunggu ada keturunan aseli AMERIKA (a.k.a Indian) yang jadi Presiden di tanah airnya sendiri…
@ ManusiaSuper, Catshade, Jensen99, Rasyeed, Sora9n
Beh, sekarang coba pikirkan kalau Presiden Indonesia seorang keturunan KENYA
@ Soulharmony
Kopdar di mana?
@ Bangaip
‘Mereka’ ini maksudnya siapa Bang?
Ini tentunya yang harus kita tunggu, baik dari Obama maupun dari siapapun presiden RI…
Tidak salah, mungkin… Politik pencitraan memegang peranan di sini
lagian Obama ganteng
. Akan tetapi rakyat Amerika, dengan akses internet yang sudah mencapai 200 jutaan warga, sepertinya tidak akan “sedangkal” itu dalam menetapkan seorang pemimpin negara… Saya tak tahu apakah saya salah…@ Catshade
Setengah buta? Siapa tuh?
@ Syech Mbelgedez, “Imam Madzab Bocor Alus™ ”
Ibu negara? Bah, si Syech mikirin istri-istri melulu… BTW, kalo raja-raja jaman dulu kan istri dan selirnya berderet-deret juga tuh…
@ Budiluwung
Salam kenal Mas Budi, ini Mas Budi yang ketemu di Telkom kemarin kan ya?
@ Iaksz
Ini Indonesia, bukan Amerika…
Maksud saya, di Indonesia siapa tahu justru hal-hal yang berat terjadi di Amerika bisa dengan mudah terjadi…
*Terkekeh melihat para politisi kawakan maupun kagetan, mantan jendral, dan selebritis hiburan berebutan kursi sambil bernarsis-narsis di belakang angkot…*
22.
geRrilyawan | 13 November, 2008 at 12:55 am
Ayo…para orangtua…silahkan daftarkan putra-putrinya di SD Besuki Menteng….siapa tahu jadi Presiden Amerika Serikat…
Pemilu yang baik….bisa jadi contoh di sini. Tapi apa pemberitaannya nggak terlalu dibesr-besarkan ya…?
23.
alex© | 13 November, 2008 at 5:18 pm
Meski masih menyisakan rasa pesimis bahwa Obama akan bisa bertahan lama (baik karena dibunuh, dilengserkan atau memang mengundurkan diri), saya juga senang liat orang kulit hitam macam dia bisa jadi Presiden di negara AS itu.
Apa yang saya inginkan juga sama macam Brother Amed, ya… mau lihat kapan pula turunan Indian sebagai penduduk asli di sana, bisa maju dan naik memimpin. Seperti khayalan kalau suku Aborigin di Australia bisa jadi Perdana Menteri
Ehm, setidak-tidaknya pemilu di AS itu bolehlah membuat awak tidak lagi melihat sosok presiden kulit hitam cuma diwakili Dennis Haysbert sebagai Presiden David Palmer di serial 24
24.
Qori | 13 November, 2008 at 6:02 pm
Ulun dukung aja sidin jd presiden,asal jgn bacakutan pulang lawan negara urang,hidup *oBama aYAM*