Ah, Banjarbaru sekarang tambah canggih… Lampu Merah(satu-satu)nya sekarang sudah dipasangi plang timer digital loh! Itu loh, yang kalau lampu merah atau lampu hijau, ada penghitung mundur yang memberitahukan berapa detik lagi lampu akan berubah warna.
Dan sepertinya pemasangan timer digital ini sangat efektif, setidaknya seperti yang saya lihat sore tadi usai jalan-jalan dengan Dira. Begitu timer lampu hijau sudah mendekati dua detik, para pengendara segera memacu kencang-kencang kendaraannya agar terhindar dari lampu merah…
Bahkan ada beberapa pengendara yang masih nekat menerobos at the last second! Bravo!!
16 November, 2008 pada 9:31 PM
bisa jadi garis start/finish baru di sirkuit jalanan
16 November, 2008 pada 11:05 PM
hahahaha… itu memang salah satu bentuk pemanfaatan
konyolnya.tapi secara pribadi, saya nilai memang cukup membantu (-saya) dalam menghadapi lampu merah kok… tidak perlu kaget lagi, kalau tiba-tiba diklakson orang dibelakang, karena ga sadar kalau sudah hijau.
16 November, 2008 pada 11:30 PM
Bagus ko, bermanfaat. Konon harganya 400 juta ya?
17 November, 2008 pada 12:14 AM
belum liat tuh…soalnya selalu cari jalan pintas…
17 November, 2008 pada 1:58 AM
Teknologi boleh bertambah maju dengan pesat, tapi manusia dari dulu ya begitu2 saja…
17 November, 2008 pada 4:41 AM
serasa di sirkuit balapan…
mengharukan saya setiap mau berbelok menuju rumah saya..
17 November, 2008 pada 5:17 AM
Bener-bener. Semua pada digital. Mungkin nanti akan ada polisi digital.
17 November, 2008 pada 7:00 AM
@manusiasuper
Itu klo ditotal harga semua traffic light digital di bjm. klo cuman satu ngga nyampe segitu.
17 November, 2008 pada 7:17 AM
@mansup .. xixixxiixixixxi denger apa kata ilamona, kalau 1 ga nyampe segitu ..
@bang amed, yupe .. saya kalau yang merah dah keburu nyala dalam hitungan hampir semenit mending muter dikit, hemat 30 detik ..
( manfaat lain :red)
17 November, 2008 pada 9:01 AM
Itu sangat bermanfaat koq, setidak bisa buat ancang-ancang kalo di lampu merah..
he…he…
17 November, 2008 pada 10:50 AM
Waduoh… memang sech ada positifnya tapi saya justru jadi ngeri dengan timer lampu merah tersebut.
Di prapatan kuningan Jakarta Selatan. Seperti mas bro bilang, semakin detik mendekati lampu merah, semua pengendara jadi membabi buta ngejar finish. Ghila… suerem bangget.
Mudah-mudahan justru nggak nambah korban kecelakakan lalu lintas dech… Apalagi kalo korbannya adalah aku yang memang belum nikah whehehe….
17 November, 2008 pada 2:43 PM
Atau dengan alternatif lain, lapu merah dijadikan race starter….
Start your engine!
Brummm…. brummm….
17 November, 2008 pada 5:01 PM
banjarbaru kan lampu merahnya cuma satu dan satu satunya ya berarti simpangan haji idak
belum ada lewat kesana, terlalu jauh dan terlampau jauh wkwkwkwkw banjarbaru sangat besar makanya saya lom lihat. nanti tak lihat ahhh
17 November, 2008 pada 10:09 PM
horrreeee .. grandprix gratisssaaaan ……
itu balapan
tidakliar yang diijinkan polisi ….tambah lagi dong traffik lig-nya …
18 November, 2008 pada 8:26 AM
@ Edy
Macam NFS gitu?
@ Pakacil
Katanya bisa membantu menjaga lingkungan juga, misalnya kalo lampu merah masih lama, mesin kendaraan bisa kita matikan dulu…
Tentunya ini tidak berlaku buat motor saya yang nyala aja susah…@ ManusiaSuper
Ah itu kan masih konon, lagian kan yang penting itu manfaatnya…
@ Hariesaja
Menghindari pulisi ya Om? Karena fotonya udah disebar?
@ Catshade
Ahem, maksud “begitu-begitu saja” di sini apa ya?
@ Warmorning
Iya, saya juga terharu Om… Sayangnya saya jarang ke kota…
@ Syafwan
Polisi digital? Yang kayak gimana tuh?
@ Ilamona
Satuan-nya berapa Koh?
*Niat mesan*
@ Nia
Ya mending kalo masih bisa muter…
@ Yulianbjm
Gentlemen.. Start your engines…
@ Ibnu Abdul Muis
Ini “kampanye terselubung”kah?
@ Dnial
Beh, berasa main game racing…
@ Cumie
Wah, sayang sekali dikau belum coba, anak muda…
@ Iaksz
Mmm.. saya kurang tahu titik mana yang benar-benar perlu lampu merah baru di Banjarbaru…
18 November, 2008 pada 11:59 AM
Errr…. kalau sudah lewat tengah malam, jalanan sepi, dan sedang ada di kota yang punya lampu merah begitu… saya juga kadang2 ngerasa macam lagi balapan di game Need For Speed
Ah… ini pasti pengaruh film2 balapan macam Fast and Furious ituh™
.
.
.
*cari dalih*
18 November, 2008 pada 12:41 PM
kaya didepan kostku disurabaya
18 November, 2008 pada 2:52 PM
terobosan yang baik tuh
asal jgn ada manipulasi anggaran aja
18 November, 2008 pada 4:30 PM
Mirip sperti lampu kuning kan? Bgitu nyala kuning, bukannya memperlambat kendaraan supaya brenti pas merah malah tambah ngebut supaya gak kena merah…
Di negara ini, nerobos pas sudah merah pun jamak…
18 November, 2008 pada 7:10 PM
di banjarmasin juga ada looooo
19 November, 2008 pada 9:27 AM
Cihuuuy… Gak cuma BJM yg pake traffic light digital, BJB jugaa…. Moga-moga gak ada yg buta warna ajah.. kasian.. hhihi..
20 November, 2008 pada 8:49 AM
Baguslah, walau cuma 1 satunya…ngga kalah sama yang Banjarmasin.
20 November, 2008 pada 2:53 PM
@ Alex©
Pembenaran untuk kebut-kebutan? Gitu? hah? Hah? HAH?
@ Soulharmony
Kalo di depan kost sekarang ada apa?
@ Ade
Ahem, bukan saya yang ngomong lho yaaa…
@ Jensen99
Mirip memang, tapi ini lebih dramatis lagi sepertinya…
@ Agung
Iya, di Bjm malah sudah ada banyak ya Om?
@ Sarah Luna
Buta warna, asal ndak buta angka aja kayaknya masih gpp, hehehe..
@ Aprian
Iya dong, satu-satunya ini… Harus paling bagus lah, minimal se-Banjarbaru
20 November, 2008 pada 3:47 PM
JLEEBBB….!!
Ah saya pernah kaya gini…
Eh sudah kenalan belum ya?
Sepertinya dulu pernah ke sini sih…
21 November, 2008 pada 9:43 PM
dah gitu, traffic light-nya ga terpengaruh sama pemadaman listrik lho… soale, ga ikut make listrik dr PLN, tp pake panel surya. kereeennn…
jadi, lampunya nyala teruuusss slama matahari msh tetap ada
23 November, 2008 pada 2:10 PM
@ Lambrtz
Akhirnya ada yang ngaku
Kayaknya sih sudah, lupa beneran atau gimana ya?
@ aYa
Tuh, kan? Keren kan? Ramah lingkungan lagi… Makanya jangan cuma liat sisi harga
dan pemborosan anggarandoang…30 November, 2008 pada 3:05 PM
perlu ditambah tuh, yg pake time down jua di trikora kali lah
3 Desember, 2008 pada 9:15 AM
@ Ibnubanjar
Trikora? Wah, boleh juga tuh… Tapi apa truk-truk batubara itu mau mematuhi?
12 Desember, 2008 pada 7:20 AM
Wah berguna sekali. Kapan ya ada di pahuluan?? Hik hik hi…….
Jangan lupa kunjungan baliknya med.
27 Februari, 2009 pada 4:05 PM
Sempat haja diperhatikan.
oiya yang menerobos dari 2 detik sebelum lampu merah itu Dillah Lo,,,!
29 Januari, 2012 pada 3:57 PM
[...] bukan tak mungkin menimbulkan kekacauan. Lampu pengatur lalu lintas tak akan berfungsi, entah itu lampu lalu lintas digital atau tidak, semua malfungsi. Banyak pekerjaan tak bisa dilanjutkan dan [...]