Permohonan Yang Menampar
26 Mei, 2009
Mohonlah sisipkan kepedulianmu pada saudara-saudara senegeri ini, pada jutaan mereka yang tak seberuntung engkau dan aku. Engkau, teman, tak harus masuk dunia politik yang penuh mistik dan intrik itu, cuma untuk peduli. Engkau, teman, tak harus bikin organisasi hebat untuk peduli. Sungguh! Cukuplah engkau membuka matamu, melebarkan telingamu, dan menuliskan fenomena sosial yang kasatmata di masyarakatmu, di kotamu, di kabupatenmu, di propinsimu, di negara Rayuan Pulau Kelapa ini, agar tahulah saya bahwa engkau, teman sesama blogger, masih pantas saya anggap manusia yang punya rasa, bukan bangkai berjalan di muka bumi.
Seuntai permohonan dari seorang saudara semarga ini terasa begitu menohok… Kembali teringat ketika pertama mengenal (tulisannya) sekitar dua tahun yang lalu. Ia, seorang blogger yang begitu eksplosif, berapi-api, idealis dan tajam, lewat tulisan dan komentarnya kerap memperlihatkan kepeduliannya akan daerah yang termarjinalkan, termiskinkan, dan terbodohkan oleh pusat. Hingga kini ia masih tetap istiqomah di jalannya, terus memperjuangkan apa-apa yang dianggapnya benar dan meluruskan apa-apa yang dianggapnya salah, baik lewat aksi nyata maupun lewat blog.
Ya, blog, yang juga sudah saya geluti lebih tiga tahun lamanya. Namun hingga sejauh ini apa sih yang sudah saya perjuangkan lewat blog? Apa?
Blog memang memberi saya banyak hal, persahabatan, ketenaran *halah*, komunitas, kekayaan ide, dan perluasan wawasan. Akan tetapi tak hanya itu, blog juga kerap menambah seteru, hujatan gak jelas, ad hominem, pembunuhan karakter, behapakan (cela-celaan), dan hal-hal tak penting lainnya.
Isi postingan di blog pun kerap lebih banyak diisi oleh perdebatan gak mutu soal lagu yang tertuduh jiplakan, atau apakah Bahasa Inggris Ahmad Dhani se-belepotan “Friendster”nya, atau benarkah matahari yang ternyata mengelilingi bumi… Debat-debat gak jelas dengan orang-orang yang juga gak jelas, dari dalam negeri maupun luar…
Blog lebih banyak diisi oleh tema-tema hiburan, penghilang penat dan konsumsi hedonis khas manusia-manusia era postmodern. Gak usahlah mikir yang berat-berat, gak usahlah nulis yang susah-susah di blog. Hidup sudah cukup susah… Matikan saja rasa kepedulian semu-mu itu…
Toh itu kan hak saya sebagai blogger; mau diisi curhat, behapakan, atau menghina siapapun kan gampang saja. Saya punya akses, saya punya media. SAYA BLOGGER! Ego saya setinggi K2! Saya punya dashboard yang terserah saja mau saya isi apa! Dan begitu diposting SELURUH DUNIA bisa melihat isi otak saya, secupet apapun itu! Jadi elo mau apa?
Hanya saja, ya itu tadi, rasanya banyak sekali hal yang membuat saya trenyuh dalam hidup ini, kok ya tidak langsung saya tuliskan saja? Kenapa saya terlalu sering menunda-nunda dan mengendapkan ide? Kenapa saya harus terlalu mengalah pada keadaan? Kenapa intuisi saya harus mengalah pada nafsu? Kenapa menulis harus dikalahkan pada kesibukan? Kenapa pula blog harus dikalahkan oleh Facebook?
Teringat kembali niat awal orientasi saya ngeblog, yang terangkum dalam tiga kata: share, care dan aware. Berbagi, peduli, dan sadar… Dan saya sadar, saya harus mulai kembali memupuk naluri berbagi saya, dan lebih peduli pada blog ini… Permohonanmu telah menampar saya begitu telaknya, Lex. Thanks a lot, Bro… Ditunggu bukunya.
Entry Filed under: Analisis Sok Kritis, Blogging & IT Stuff. Tag: Alex, Aware, Blog, Care, Menulis, Share, Tintamerah.
19 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
rezaldo | 26 Mei, 2009 at 5:24 pm
SATUJU
2.
aap | 26 Mei, 2009 at 5:36 pm
Setuju juga. Kita tunggu posting amet selanjutnya dan semoga ngga terlena dengan facebook
3.
Raffaell | 26 Mei, 2009 at 5:47 pm
Ah Fesbuk tuh cuman tren sesaat aja, kaya frenster juga, jadi ya santai ajalah, hehehe cuman Indonesia parah juga yah wabah fb nya, bisa nomer 1 di indonesia
4.
manusiahero | 26 Mei, 2009 at 6:01 pm
ehmmmm ketenatrannya… hahah..
5.
Manusiasuper | 26 Mei, 2009 at 6:50 pm
Sudah sejak berbulan-bulan saya tanyakan kan?
Jadi, mana postingan bermutunya?
*berapparate*
6.
Pakacil | 26 Mei, 2009 at 8:52 pm
saya juga sudah lama bertanya-tanya tentang tulisan mu
7.
ManusiaSuper | 27 Mei, 2009 at 12:03 pm
Wakakakak…..
8.
Wawan | 27 Mei, 2009 at 12:32 am
begitu penting posting abang ini,
nice post…
9.
ichal | 27 Mei, 2009 at 3:12 am
maju terus pantang mundur..suntikan dana FB makin keren..siap2..uahkheuheuee
10.
amirstanishev | 27 Mei, 2009 at 9:22 am
he euh..
11.
Chesya Rindu | 27 Mei, 2009 at 11:14 am
hak saya sebagai blogger; mau diisi curhat, behapakan, atau menghina siapapun kan gampang saja
“tertarik dengan kata2 diatas, sebenarnya CR sebel banget ma blogger yang postingannya gak penting. Curhat sich boleh2 aja tapi ya mbok bermanfaat juga buat si pembacanya yang cape2 baca.
Sebenarnya CR dari dulu juga udah sadar kalo itu HAK SI EMPUNYA BLOG. jadi sah-sah aja…ya dengan kata laen se7 lah ma kata2 Ka Mamed itu”
lam kenal ka Mamed, ya!
12.
joesatch yang legendaris | 27 Mei, 2009 at 7:19 pm
iya, saya juga sering menunda ide sampai akhirnya terlupakan begitu saja…
13.
benkyongeblog | 27 Mei, 2009 at 10:30 pm
semangat… semangat…..,
tapi jangan2 om nieh mulai pengen posting lagi karena dapat tanggung jawab sebgai admin KB nieh…. *curiga*
wakakakakakakkkk…..
14.
h3rsant | 29 Mei, 2009 at 8:37 am
teruskanlah….
15.
Amd | 29 Mei, 2009 at 11:33 am
@ Rezaldo
Yuk…
@ Aap
Saya akan usahakan posting secara reguler, walaupun susah juga nih buat onlen…
@ Raffaell
Hehehe, wabah ya?
@ Manusiahero
*Tendang Dillah ke hutan*
@ Manusiasuper & Pakacil
*asah golok*
@ Wawan
Ah, posting saya sih ndak penting, posting Alex itu yang saya rasa justru sangat penting
@ Ichal
Lebih cepat lebih baik…
@ Amirstanishev
Ho oh..
@ Chesya Rindu
Salam kenal juga Dek Ning…
@ Joesatch yang Legendaris
He he, padahal kalau diposting…
@ Benkyongeblog
Bukan, sumpe mati bukan karena itu!! *mengacungkan dua jari*
16.
Hari kusnanto | 20 Juni, 2009 at 6:43 pm
Katanya peduli sesama.kok tulisanya tentang diri sendiri sih.kalau baca postingan2 g bermutu dsini wajarlah.kita kan baru belajar.pingin bermutu ya ngekliknya ke kinoysan,mario teguh,andrie wongso …jadi g nyesel capek2 baca.kalau aku sih seneng juga d blog sperti ini juga selain blog beken.soalnya kata2nya asli.ada umpatanya sgala tanpa d edit.lebih ber taste dan lucu2.dan doain aku biar cepet punya pc.biar pada bisa bales postinganku…:-D
17.
Amd | 21 Juni, 2009 at 5:26 pm
@ Hari Kusnanto
- Kapan ya saya bilang peduli sesama di tulisan ini?
- Lagipula kalau tulisan (yang ini) tentang diri sendiri lalu apa harus dianggap sebagai tidak peduli sesama?
- Makasih sudah membanding-bandingkan blog saya yang tidak bermutu dengan karya para motivator tersebut. Semoga ada implikasi positif dari komentar anda.
- Semoga juga blog saya isinya tidak melulu soal lucu-lucuan, umpatan-umpatan tanpa edit, meskipun katanya lebih ber-taste (kayak iklan rokok aja) hehe…
- Dan semoga Mas/Pak Hari Kusnanto segera bisa punya PC. Amin..
18.
Hari kusnanto | 22 Juni, 2009 at 10:29 am
Makasih.tulisanku d anggap ada.dan itu d luar dugaan saya.saya g jadi oposisi deh.aku ikut dukung.meski dukunganku g berarti buat blog ini.:-)
19.
Hari kusnanto | 22 Juni, 2009 at 10:33 am
Oh ya.tentang peduli sesama.sy ngeklik d permohonan yg menampar.