Suspend, Kebebasan Dan Kemandirian
25 Juni, 2009
“Billions of blue blistering, boiled and barbecued barnacles!”
(Captain Haddock)
Ya, untuk kedua kalinya sudah, saya disuspend oleh WordPress.com. Kalau yang pertama karena kesalahan robot, kali ini katanya karena saya yang salah. Saya bermain-main dengan link afiliasi yang no longer allowed oleh WP; demikian diungkapkan Mark cintaku sayangku…
Suspend kali kedua ini membuat saya mempertimbangkan kembali keberlangsungan saya di blog ini. Rasanya sudah cukup dua kali ini saya diusir dari rumah tumpangan. Ya namanya juga numpang, kalo pemiliknya galak dan ketat aturan, yang numpang jadi cuma bisa manut doang.
Dan hal ini dalam jangka panjang ternyata kurang baik terhadap perkembangan karir saya di dunia maya. Memang, ngeblog di sini itu mudah dan murah. Memang, saya telah mendapat begitu banyak hal di sini; teman, komunitas, ketenaran, masalah, caci maki, pagerank 4, dan lebih 50 ribu unique visitors *lirik Pakacil*. Namun ya itu tadi, ternyata ada ketidak-bebasan yang harus menjadi kompensasi. Tak boleh main atsen, afiliasi, atau modus-modus monyetizing lainnya. Tak bisa sembarang posting dengan link-link “tertentu” karena bisa melanggar ToS katanya.
Kebebasan, ini yang sekarang ada di benak saya. Saya perlu rumah yang sedikit lebih membebaskan untuk saya berekspresi dan bereksperimen. Saya perlu rumah yang aturannya lebih longgar.
Kemandirian, ini juga yang menjadi pertimbangan berikutnya. Saya yakini, pindah rumah akan memungkinkan saya belajar lebih banyak lagi, dan bisa langsung menerapkan ilmu baru yang saya dapatkan. Dengan menyewa rumah sendiri, saya pastinya akan dituntut lebih perhatian ke hal-hal yang lebih detil, ke hal-hal yang dulu tak perlu saya urusin ketika masih numpang. Dan yakinlah, ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.
Karena itu, dengan pertimbangan yang mantap, saya memutuskan untuk pindah ke rumah baru saya:
Isi blog ini tidak akan saya hapus atau pindahkan ke blog yang baru. Biar saya memulai dari nol lagi di sana, dan di sini biar tetap seperti ini adanya, malas ribet dan mungkin, hanya mungkin, suatu saat saya akan menulis lagi di sini kalau ada mood…
Entry Filed under: Analisis Sok Kritis, Blogging & IT Stuff, Character Assassination, General Thought, Hobi & Kesukaan, My Personal Life, Ndak Jelas, Resensi & Review. Tag: Berbayar, Blog, Derita, Domain, Gratis, hosting, Kebebasan, Kemandirian, Pindahan, rahmad co tv, Suspend.
12 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Amd | 26 Juni, 2009 at 8:42 am
Testing komen dengan URL baru
2.
warm | 26 Juni, 2009 at 9:43 am
perajuan …plus pengarasan ..
3.
Amd | 27 Juni, 2009 at 9:37 am
@ Om Warm
Bujur banar…
4.
soulharmony | 27 Juni, 2009 at 7:32 pm
DRAMATISIR
5.
ilhamwele | 29 Juni, 2009 at 1:27 pm
berapa harga domain .co.tv, Mangz?
6.
Amd | 29 Juni, 2009 at 9:08 pm
@ Anda
BIARIN
@Ilhamwele
Tergantung nama yang dipilih Om, ada yang gratis, ada yang premium, sekitar 199$.. Saya sih ambil yang gratis…
7.
Raffaell | 30 Juni, 2009 at 9:48 pm
Pusing pusing, langsung aja bikin blog domain sendiri, hehehe
8.
why.itgo.com | 13 Juli, 2009 at 2:29 pm
senasib
situs ku yang laen juga perna di suspend
yang dari sini kok gak diarahkan ke yang baru aja .
9.
WWW.GZON.US MENCARI PEMILIK | 15 Juli, 2009 at 12:33 pm
waduh di suspend,sayang diriku gak bisa main wp
10.
AeArc | 27 Juli, 2009 at 7:40 pm
sabar aja
11.
hera | 28 Agustus, 2009 at 1:35 pm
oalah…..
12.
astriani | 24 Oktober, 2009 at 9:06 am
Blog yang bagus, ingin baca tulisan tentang Patriotisme Pelajar di Ujung Tanduk. Klik di http://astriani.wordpress.com/2009/10/23/patriotisme-pelajar-di-ujung-tanduk/