Zeitgeist

25 Februari, 2010

Beberapa hari ini saya mencoba fokus untuk menyaksikan film dokumenter karya filmmaker amatir Peter Joseph, Zeitgeist – The Movie dan sekuelnya Zeitgeist: Addendum.

Yuck! Another conspiracy crap???

Ya? Ada apa dengan teori konspirasi? Sebegitu parahkah sudah istilah ini terkena peyorasi, hingga konotasi “konspirasi” jadi demikian “rendahan”?

Karena teori konspirasi terkesan mengada-ada? Bombastis? Exaggerating? Hip? Playing victim? Paranoid? Fallacious?

Well, segala stigma negatif bisa saja disematkan kepada teori konspirasi dan terkhusus lagi, ke semua orang yang masih saja nekad mengusungnya (Termasuk film ini). Akan tetapi, bermacam label di atas mestinya tidak menutup hak sebuah karya “konspirasi” untuk dianalisis lebih jauh. Memberi label tanpa menyaksikan suatu karya terlebih dahulu mungkin sudah jadi kebiasaan sebagian kita… Dan sekali ini, saya tidak ingin ikut buru-buru menghakimi.

Saya pun memutuskan untuk menyaksikan dua film ini dengan serius, jidat berkerut, runtut, dan di beberapa bagian bahkan saya ulangi beberapa kali, untuk mendapat pemahaman yang lebih mendalam terkait apa yang ingin disampaikan oleh si sutradara.

Pemahaman yang tak ingin saya simpulkan, karena saya takut kesimpulan saya hanya akan bersifat subyektif, bias, lagi dangkal.

Hanya saja, film ini ternyata berhasil mempengaruhi saya: untuk kembali belajar, untuk terus mempertanyakan segala sesuatu, dan untuk mengubah skala prioritas dalam memahami kehidupan; bahwa hal yang esensial sebenarnya bukanlah soal mana yang benar dan yang salah, tetapi mana yang lebih bermanfaat terhadap umat manusia dan alam di sekitarnya.

Dan mengingat film ini banyak menyertakan sumber, literatur dan kutipan (yang sebagian bahkan diambil tanpa izin), saya rasa ada baiknya untuk mengulas secara rinci apa sih isi film ini. Bagian mana yang salah, bagian mana yang tak punya evidence, bagian mana yang benar, dan bagian mana yang sudah teruji dan terbukti. Intinya tak hanya mengulas satu sisi saja.

Sepertinya ini akan jadi proyek bahasan saya beberapa waktu ke depan… Ya, saya menyerahkan diri untuk diperbudak teori konspirasi! Shit happens!

17 Tanggapan to “Zeitgeist”

  1. ManusiaSuper Says:

    lalu mana ulasannya?

  2. guh Says:

    saya ikut menunggu :D

  3. bitch, the Says:

    … dan monyet-monyet terkumpul…

  4. Amd Says:

    @ Mansup & Guh
    Sabar yaaa…

    @ Pito
    Yang monyet yang berdua itu saja kan Mbak? :mrgreen:

  5. Kgeddoe Says:

    Saya cuma pernah nonton Zeitgeist orisinil, bagian pertama, yang mencoba mengupas hubungan astrologi dan agama. Keren memang, sayangnya saya tak punya keahlian agama atau astrologi untuk mengecek keabsahannya, punya tulisan yang menanggapinya di Internet tidak? Di satu sisi hubungannya memang cukup mantap, di sisi lain saya kurang paham apa dan bagaimana hubungan manusia zaman itu dengan astrologi dan astronomi.

    Sisanya saya belum lihat.

  6. Alex© Says:

    Belum pernah lihat film ini. Baru juga tahu dari blog ini beberapa detik yang lalu :?

    Jadi… Mau mengulas film yang dituduh jenis “conspiracy crap” ini? Hohoho… kebayang akan banyak ubek-ubek arsip (online) kau nantinya, jika melihat postinganmu ini, Brader. Oke, ditunggu. Lebih bagus lagi kalau disisipkan link download yang sudah dipecah-pecah, tapi jangan rapidshare. :D

    conspiracy crap (kon-spi-ra-si-krep)
    noun(sense!):
    – The act or process when you can’t reasonably explain a charge against something – attack and smear the messenger.(ex. “Horseshit! That’s called ‘conspiracy crap’, Moron!”).
    – The state of being offended or insulted by the so-called “conspiracy crap”.
    – An “I’m to good to believe you” belief or opinion.
    – In dukunsiatry: A false belief strongly held in spite of (ghaib-ly) invalidating evidence and argument, especially as a symptom of mental selfishness: delusions of persecution by conspiracists.
    [From the Meriam-Meletus Offline Dictionary
    *Don't google it. It is a private dictionary specializes in conspiracy and its servers operated somewhere around Selat Malaka. You won't find them.]

    *cari link download ah* :P

  7. Bitch, The Says:

    NYET!
    *keplak alex*

    ai mis yu…

    @AMD:
    coba tanyak pak guh. beliau yang mencetuskan kalimat ‘mengumpulkan monyet’.

    *gwa berasa kek ngobrol ama prosesor…*

  8. Alex© Says:

    Ya, Pithhh…hhh..hhh..?

    *dengan desahan pake echo* :cry:

  9. Amd Says:

    @ Kgeddoe
    Kalau sempat, nontonlah Pak, siapa tahu anda punya lebih banyak sanggahan buat film ini…

    @ Alex©
    Gyahaha, jadi teringat, Alay-Anti Alay-Anti “Anti Alay”, looping, dan si Alay pun tertawa…

    @ Pito
    Lah, saya emang sering pake avatar prosesor kok…

    @ Alex© vs Pito
    No flirting, please, siapa tau murid saya ada yang baca…

  10. bitch, the Says:

    galak. udah ah. cari tempat laen, lex!

    *jambak leksay*


  11. [...] Zeitgeist (Intro) Diterbitkan 3 Maret, 2010 Movies , Opinion , Random Tinggalkan a Komentar Tags: Intro, Review, Zeitgeist Tulisan ini merupakan lanjutan dari posting terdahulu mengenai film Zeitgeist. [...]

  12. warm Says:

    ah saya suka teori konspirasi,
    dan ada beberapa teori yang berhasil tercipta akan kondisi negara ini

    sayang,
    belum berani untuk menampaikannya :D

  13. Amd Says:

    @ Pito

    @ Warm
    Takut, dan rasa takut itu memang alat penguasa yang paling efektif untuk membungkam rakyatnya, Om…

  14. Guh Says:

    Aduh, kalau berteori saja takut….

    berani dong!


  15. [...] Addendum dengan Subtitle Indonesia Sudahkah anda nonton film konspirasikrep yang dibahas Amed tempo [...]


Comments are closed.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: