Posts Tagged ‘Nadira’

Dua Tahun Nadira

7 Maret, 2008
Banjarmasin, 7 Maret 2008

7 Maret ini, Nadira genap 2 tahun. Pencapaian yang luar biasa, dan sekarang ia telah tumbuh menjadi balita cerdas nan lincah.

Saya kembali teringat pagi saat ia lahir, lewat operasi caesar. Berhubung jalan nafasnya tidak lancar, ia bahkan tidak bisa langsung menangis. Ia lahir dengan kondisi kembar prematur 8 bulan, dan berat hanya sekitar 1,6 kg. Sementara kembarannya, Ni’ma, hanya sempat bertahan 2 hari di dalam inkubator.

Dengan perawatan yang intensif, mulai dari infus asam amino hingga tambahan air hangat dan lampu pijar di dalam boksnya; dari susu formula mahal yang selalu ditolaknya hingga air tajin yang lebih disukainya, kini ia sudah jadi anak yang sehat, kuat, jarang sakit, dan pandai bicara.

Nah, dalam rangka menyambut dua tahun Nadira, saya mau sekalian membayar utangan saya terkait posting 8 karakteristik yang dulu itu. Sekarang saya kompensasikan ke 8 karakteristik Nadira saja, karena saya sendiri sudah cukup dengan ke-weird-an saya.

1. Like Father Like Son Daughter
Banyak yang bilang, Nadira sangat mirip dengan bapaknya. Tidak salah, memang. Beberapa bagian, seperti mata, pipi dan hidungnya yang bulat memang turunan bapaknya, juga kulitnya yang iyeng, serta perutnya yang rada endut. Sedang dari ibunya, Nadira mewarisi body yang mungil tapi padat berisi, rambut yang masih tipis, dan yang paling mirip, jidatnya yang nong-nong, hohoho… Foto Bunda waktu 2 tahun, ketika dibandingkan dengan postur Nadira sekarang ternyata mirip banget, bedanya Bundanya putih, sedangkan Nadira….

2. Talkative Little Girl
Sekarang Nadira sudah tidak lagi bicara kata perkata, tapi sudah bisa menyatakan sikap dalam satu klausa. Misalnya “Baju Dila dalem sini”, atau “Dila mau minum (air) putih”.
Dila juga cepat sekali menyerap kata-kata baru yang didengarnya, bahkan yang baru sekali diajarkan bisa langsung ia tirukan. Ini PR buat orang tuanya, agar memberi contoh hanya kata-kata yang baik, bukan kosa kata a la Setantron™.
Saat ini, selain tentunya masih cadel, Dira punya masalah kalau menyebut kata yang di depan atau tengahnya ada S, Dila cenderung mengubahnya menjadi Y… Susu menjadi Yuyu, Dosen menjadi Doyen, Masak menjadi Mayak, dan, kacaunya, Basah menjadi Bayah! Sementara kalau bunyi S berada di ujung kata, pengucapannya normal, misalnya Habis.

3. Food And Beverage
Berhubung sudah 2 tahun, sudah saatnya Nadira disapih, supaya ia tidak lagi bergantung pada ASI. Sejauh ini, minuman favorit Dira adalah… air putih. Ia juga masih suka tajin (yang diberikan sejak usia 6 bulan), teh anget, dan kadang-kadang kopi. Selain itu, akhirnya, Dira mau juga minum “Yuyu“. Tadinya dia menolak keras segala jenis susu, dari susu formula khusus BBLR, susu macam Ch*l-m*l dan Ch*l-k*d, juga susu yang biasa diminum Bunda. Sekarang, dia sudah mau minum susu, tapi HANYA jenis susu UHT kotak atau botol rasa coklat.
Untuk makanan, Dira tergolong omnivora; tidak seperti bapaknya yang dulu memuntahkan segala jenis lauk, dia mau makan apa saja. Nyemilnya juga jago, terutama krupuk dan Peyek. Hanya, Dira masih tidak suka makanan yang lengket di mulut, terlalu manis, atau buah yang dagingnya lembut semacam pepaya.

4. Swiftly Movable
Ritual Nadira setiap pagi adalah berlari-lari keliling rumah. Kadang ditambah dengan main air di pekarangan (kalau ada yang cuci motor) atau memanjat jeruji jendela. Dengan ibunya, dia suka main “space shuttle”, dengan kaki ibunya menjadi pelontar, dan Dira jadi roket yang diluncurkan. Dengan Oom, dia suka di”jerinting”, digelantung dengan dua kaki di atas. Kejeduk, tergelincir, atau nabrak-nabrak itu sudah jadi rutinitas harian. Kakinya sekeras ubi kayu, dan tangannya mungkel-mungkel penuh otot. Saya tidak tahu apakah semua anak di abad 21 itu seaktif dia dalam bergerak, karena seingat saya, jaman saya kecil dulu, era orde baru, saya banyak bengongnya. Jarang bergerak, entah karena faktor cacingan atau kurang gizi, fisik juga kurang mumpuni, dan sekarang terjebak dalam obesitas kelebihan beban…

5. I’m The Boss
Nadira suka mengatur, cenderung dominan, terutama saat bermain dengan kawan yang seusia. Egonya kadang sulit dikendalikan, bahkan kalau dilawan, bisa main pukul… Untungnya, dia masih mau dibilangin baik-baik, tidak perlu dibentak atau dijewer. Biasanya kalau dia merasa bersalah, dia mau mengalah, walaupun dengan muka rada dilipet-lipet.
Tapi inisiatifnya tergolong tinggi. Di usia 2 tahun dia sudah biasa menyapu dan ngepel, hehe… Dia tidak bisa melihat air tergenang di lantai, karena trauma pernah tergelincir sampai terjengkang. Jadi kalau melihat air di lantai, ia suka teriak-teriak sendiri “licin! licin!” dan mengambil kain pel lalu mengelapnya, hehe..

6. Eager Beaver
Rasa ingin tahunya sangat tinggi, terutama jika menemui hal-hal di luar ruangan. Makanya ia senang sekali kalau diajak ke taman, melihat monyet dan burung. Bahkan melihat sapi di kebun dekat rumah saja senangnya minta ampun. Dia juga suka melihat serangga di pekarangan, mengejar ayam, angsa atau kucing. Parahnya, dia takut sekali dengan makhluk tak berdaya seperti siput!! Dira juga masih takut gelap, dan bisa jadi amat ribut kalau listrik di rumah padam.

7. Camera Aware
Ini pasti gara-gara umur dua bulan sudah ber-narsis-narsis ria dengan si Oom, jadilah Dira ketularan narsisnya. Nadira sekarang jadi super sadar kamera. Kalau difoto suka bergaya, bahkan gayanya suka aneh-aneh. Ntar kalau foto dari Tante sudah nyampe, mau saya upload di sini…

8. Can’t Stand The Heat
Kalau yang ini kok mirip sama si Oom yang satunya. Ibunya kalau suhu turun 1 derajat celsius bisa langsung masuk angin. Bapaknya paling gak tahan di ruangan berkipas angin. Anaknya malah malam-malam kalau tidur keringatan! Kipas angin terpaksa dihidupkan, dan demi anak, orang tua terpaksa mengalah dan menggigil. Kurang jelas juga, kenapa anak kecil bisa kegerahan separah itu, apa karena jantungnya berdetak lebih cepat atau gimana ya? Yang jelas sampai sekarang saya juga masih suka pake jaket kalo berada di kamar si Oom .

Itu tadi sekelumit karakteristik Nadira. Posting ini didedikasikan buat tante-tante yang mungkin kangen sama Nadira, juga Oom-Oom yang udah ngasih selamat. Doakan Nadira tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas, dan berbakti yaaa… Dan semoga ia bisa jadi orang yang berguna dan memberi manfaat, untuk semua. Amiin…

Here I Am, Baldy Again

12 September, 2007
Banjarmasin, 12 September 2007

Akhirnya, setelah beberapa tahun berlepas dari ritual ini, saya memutuskan untuk ber-gundul ria lagi. Setelah puas dengan gaya rambut malas nyisir a la AmedMatt Bellamy, sekarang saya mencoba style rambut tipis yang hemat biaya shampo a la Chris Martin. *Dihajar massa*

Akhirnya pula, saya bisa posting lagi di blog ini, setelah dihajar event ekstra besar yang melelahkan fisik maupun pikiran. Dan sementara saya belum sempat nulis yang serius dulu (untuk Mrs. Neo, sabar yaa, cerita yang saya janjikan dipending dulu…).

Dulu, sejak SMP hampir setiap tahun saya gundulan rambut, berhubung saya pengidap ketombe kronis… Makanya ada beberapa oknum yang secara semena-mena memanggil saya dengan nDul. Tidak pernah gundul ampe licin kayak vokalis The Rain sih, biasanya saya sisakan setengah senti di sekujur kepala. Akan tetapi sudah 3 tahun saya tidak gundulan, jadi agak kagok juga dengan perubahan berat kepala… rasanya ringan dan adem loh…

Dan Nadira jadi serasa dapat kembaran lagi, ini buktinya, mirip kan?
Twins

Nah, berhubung besok sudah mulai masuk Ramadan, saya, Nadira dan ibunya yang memotret kami mengucapkan selamat berpuasa buat semua, mohon maaf buat semua blogger apabila pernah saya sakiti lewat tulisan-tulisan saya yang mentah dan tendensius. Semoga kita semua bisa meraih kemenangan besar dalam mengendalikan sifat hewani dalam raga manusia kita.

MET PUASA SEMUA…

Nadira’s Vocabulary (Updated)

8 Agustus, 2007
Banjarmasin, 8 Agustus 2007

Hore, Nadira sudah setahun 5 bulan. Makin banyak ngoceh dan makin bersemangat bergerak kesana-kemari. Pada fasenya sekarang, Nadira menggunakan satu atau dua kata untuk menyampaikan satu kalimat. Selain dengan bahasa verbal, tambahan gesture-nya juga mempermudah orang lain dalam memahami apa yang ingin dia sampaikan. Biasanya Nadira berkata-kata sambil menunjuk, memonyongkan bibir ke arah yang dituju, mengangguk dan menggeleng, atau bermain mata.

Nah, sekarang saya mencoba mengumpulkan kosa kata yang sering digunakan Nadira sehari-hari. Daftar kata ini belum lengkap, dan akan diupdate sewaktu-waktu jika ada tambahan yang terlewat atau baru ditemukan.

*UPDATE!!! UPDATE!!! TAMBAHAN TANGGAL 15 Agustus 2007!!!*


Nadira’s Utterances - Intended Meanings

Family
B(h)u! / Iii…B(h)u – Ibu
Aaayah – Ayah
Titi – Yang Putri
Tung – Yang Kakung
Nini – Nenek
Yai – Kakek
O’om – O’om
Mas – Mas
Mba – Mbak
Dede – Adik

Parts of Body
Tata – Mata
Idun – Hidung
Pipi – Pipi
Muyut – Mulut
Lele – K*l*k
Pep(h)e – SENSOR
Tati – Kaki

Friends
Abi – Mas Abi
Ewi – Mb Dewi
Fiti – Mb Fitri
Ega – Mas Ega
Zea – Mb Zea

English
Pink – Merah Muda
Bear – Beruang
Yes – Ya

Count
Wan – One
Tu – Two
Ti – Three
Satu – Satu
Dua – Dua
Tita – Tiga
Epat – Empat
Yima – Lima
Nam – Enam
Jujuh – Tujuh
Pan – Delapan
Yan – Sembilan
Yuh – Sepuluh

Animal
Bebek – Bebek
Jajah – Gajah
Anjin – Anjing
Kucing – Kucing
Sapi – Sapi
Itan – Ikan
Dodok – Kodok
Nyamuk – Nyamuk
Ook – Ayam
Buung – Burung

Clothes
Baju – Baju
Nana – Celana (BUKAN MANTAN MANSUP)
Popok – Popok
Opi – Topi

Food
Pempe – Tempe
Mi – Mie
Teh – Teh
Es – Es
Topi – Kopi
Temen – Permen
Totat – Coklat
Teyung – Telur
Viamin – Vitamin
Obat – Obat
Pedes – Sambal

Verb
Mimmi – Minum Susu Ibu
Minum – Minum Air di Gelas
Maem – Makan
Bobo – Tidur
Pippis – Pipis
Ngenge – BAB
Duduk – Duduk
Andi – Mandi
Keja – Kerja
Cekoyah – Sekolah
Tuyis – Tulis
Minta – Minta
Minjam – Pinjam
Tetes – Netes
Buba – Buka
Naik – Minta Naik Ke Motor / Kursi

Pray
Coyat – Sholat
Bar! – Allahu Akbar
Amin Amin Amin! - Berdoa
Ikuum – Assalaamu’alaikuum

Noun
Ngeng – Mobil/Motor
Amar – Kamar
Ainan – Mainan
Tipi – TV
Spombob – SpongeBob
Ampo – Shampoo
Buku – Buku
Jam – Jam
Buah – Buah
Duit – Duit
Duan – Daun
Layang-yayang – Kite
Buku – Buku
Balyon – Balon

Misc
Icut – Ikut
Mau – Mau
D’Mau – Ndak Mau
Malu – Malu
Tos – Tos
Antik – Cantik
Cape – Capek
Gatel – Gatel
Pintey – Pinter
Sudah – Sudah
Abis – Habis, Selesai
Nah! – Sesuatu Menarik Perhatian
Ssshh huh hah! – Cabe, Pedas, Sambal
Huff! – Meniup Api
Atit – Sakit
Iii… yatan – Hii kelihatan! (SENSOR)
Aduh! – Jatuh
Aduh B(h)u! – Kedinginan Pas Mandi
Aduh Aduh Aduh! – Mengalami Kesulitan Membuka Botol atau Toples
Nana! – Ke Sana (BUKAN MANTAN MANSUP)
Pow! – Main Petak Umpet
Itu! Itu! – Ambilkan benda ITU! Segera!
Au! – Bau (badan bau, minta mandi)
Indah, eMoh – Ndak Mau (Sambil Menggeleng)
Halo / Halo Ayah – Menelepon
Udan – Hujan

Mikir Apaan Ya?

5 April, 2007

Banjarmasin, 5 April 2007

Lagi mikir apaan ya?

Genduk Bengong

*Posting santai untuk mengurangi kontroversi*
Duh, kangen, Ayah lagi terjebak hujan ndak bisa pulang juga, padahal dah jam 11 malam nih…

Budaya Jabat Tangan

21 Maret, 2007
Banjarmasin, 21 Maret 2007

Jabat tangan, menurut Wikipedia adalah ritual pendek di mana dua orang saling menggenggam tangan kanan (dan/atau kiri) mereka, dan seringkali diikuti oleh sentakan kecil. Umumnya jabat tangan dilakukan saat pertemuan, perpisahan, memberi selamat maupun membuat persetujuan. Tujuannya menunjukkan niat baik terhadap orang lain, yang bisa jadi awalnya menunjukkan kalau tangan yang saling berjabat tidak memegang senjata.

Beberapa hal yang sering saya temui dalam jabat tangan:
- Kata pakar karakter, Bapak Jacoep Ezra, karakter seseorang bisa diketahui dari kekuatan jabat tangannya. Thus, a firm grip mengindikasikan kita orang yang tegas dan dedicated. Wah, berarti saya orangnya agak “lemah” dong, soalnya jabat tangan saya kerap “seadanya”.
- Jabat tangan terkadang dilakukan dengan dua tangan, terutama sering saya jumpai di acara kawinan. Dua tangan yang tertangkup disusupkan, biasanya disertai dengan selipan amplop :P .
- Jabat satu tangan terkadang juga dibumbui oleh ikutnya tangan kiri menempel di punggung tangan, kabarnya untuk lebih “mempererat” jabat tangan tersebut.
- Standar waktu berjabat tangan yang baik adalah dua sampai lima detik, dan sebaiknya diikuti dengan senyum dan tatapan hangat ke arah lawan jabat (?) kita. Kurang lama, kurang senyum dan kurang hangat membuat suatu jabat tangan terasa hambar (dan kita biasanya berlaku semacam ini setiap Jum’at nih…). Kalau terlalu lama, terlalu senyum dan terlalu hangat, apalagi dengan lawan jenis…. Well… I wonder…
- Dalam pertemuan di komunitas MLM tertentu, ada jabat tangan khusus, jabat tangan “sukses”: setelah tangan saling berjabat diikuti dengan saling menggenggam jempol (dengan firm tentunya), dan tangan kiri menepuk-nepuk bahu kanan lawan jabat kita. SUKSES!
- Jabat tangan terkadang diikuti juga dengan cipika-cipiki. Ritual ini terutama dilakukan dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh para pejabat, semacam munggahan seperti yang dialami Beni, atau di komunitas eksekutif muda, “the have”-lah mungkin istilahnya.
- Khusus pria Arab (dan juga para Arab wannabe yang niat banget numbuhin janggut) terkadang jabat tangan diikuti dengan cipika-cipiki sambil membelai janggut.
- Saddam Hussein lebih menyukai jabat tangan yang diikuti dengan ritual mencium ketiak (Waks!!!).
- Di Indonesia, (entah di negara lain) anak yang lebih muda harus mencium tangan orang yang lebih tua sebagai tanda hormat. Budaya ini diwariskan secara turun-temurun, sehingga Nadira pun kini bisa melakukannya.
- Jabat tangan ala Nadira: saat kita bilang mau pergi, dia melambai-lambaikan tangannya tanda kita harus berjabat dengannya. Begitu kita menyerahkan tangan, dia mengambilnya dan “mencium”nya, bisa dengan pipi, jidat, hidung, atau mulut. Kalau anda beruntung kena cium di mulut, relakan saja tangan anda “kebanjiran”, hihihi.

*Ditulis atas request Bunda, based on a true story of bayi cerdas Nadira*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: