Posts Tagged ‘Pixar’

Up Raih 2 Oscar

10 Maret, 2010

Yah, Up akhirnya “hanya” memperoleh dua dari lima nominasi di ajang Academy Award. Tiga nominasi (film terbaik, skenario terbaik, dan sound editing terbaik) disikat abis film yang, yah, memang Amerika sekali, Oscar sekali, “Dewasa” sekali, The Hurt Locker. Tak apalah, toh Up masih yang terbaik di kotaknya: Best Animated Feature.

Satu trofi lagi diraih Michael Giacchino. Uniknya, di sesi penyerahan piala, Giacchino menyampaikan kata sambutan yang begitu bermakna. Berikut petikannya:

When I was… I was nine and I asked my dad, “Can I have your movie camera? That old, wind-up 8 millimeter camera that was in your drawer?” And he goes, “Sure, take it.” And I took it and I started making movies with it and I started being as creative as I could, and never once in my life did my parents ever say, “What you’re doing is a waste of time.” Never.
“And I grew up, I had teachers, I had colleagues, I had people that I worked with all through my life who always told me what you’re doing is not a waste of time. So that was normal to me that it was OK to do that.
“I know there are kids out there that don’t have that support system so if you’re out there and you’re listening, listen to me: If you want to be creative, get out there and do it. It’s not a waste of time. Do it. OK? Thank you. Thank you.”

Ya, setuju sekali Om Giacchino, banyak anak-anak di dunia ini yang tak seberuntung anda. Banyak anak yang hanya menjadi korban ambisi orang dewasa. Dan ketika apa yang mereka sukai tak sejalan dengan keinginan orang tua, tak jarang mereka dicerca, “Ngapain sih buang-buang waktu percuma? Ayo belajar!” Vonis prematur yang kadang konsekuensinya harus ditanggung seumur hidup…

Semakin banyak yang saya pelajari dari Up, juga para kru Pixar, yang bekerja dengan sepenuh hati, menghasilkan karya nan kian sempurna…

Dan memang, pada akhirnya, yang utama adalah karya…

Up Raih 5 Nominasi Oscar

4 Februari, 2010

Setelah sukses mendulang dua gelar di Golden Globe Award, Up kembali memperoleh pengakuan di ajang Academy Award 2009 dengan lima nominasi.

Mengikuti jejak sukses beberapa film Pixar sebelumnya, seperti Toy Story (1995), Monsters Inc (2001), Ratatouille (2007) dan Wall-E (2008), Up tak diragukan lagi berhak dinominasikan di kategori Film Animasi Terbaik. Up bahkan menjadi favorit juara, mengingat di ajang Golden Globe kategori yang sama sudah menjadi milik film arahan Pete Docter ini.

Pete Docter dan dua rekannya (Bob Peterson dan Tom McCarthy) juga memperoleh nominasi di kategori Best Original Screenplay. Sementara bagian audio meraih dua nominasi yaitu Best Original Score dan Sound Editing. Khusus untuk Best Original Score, ini jadi kesempatan bagi Michael Giacchino untuk sekali lagi menelikung seniornya, peraih dua Oscar dan 11 nominasi, James Horner (Avatar).

Dan, yang paling membanggakan adalah keberhasilan Up menembus nominasi untuk kategori Best Picture (Film Terbaik). Ini seolah menjadi pengakuan tersendiri terhadap dunia film animasi, yang selama ini kerap dipandang setengah mata sebagai “tontonan anak-anak”. Up menjadi film animasi kedua sepanjang sejarah sekaligus karya Pixar pertama yang mendapat kehormatan ini.

Sejauh ini saya cukup puas dengan apa yang telah dicapai Up, dan semoga hasil terbaik pula yang bisa didapat di acara puncak nantinya. Adventure is out there!

*BTW, jika anda masih terkagum-kagum melihat Avatar meraih 9 nominasi, sebaiknya baca ini dulu deh, hohoho…

“Up” Raih Dua Golden Globe

19 Januari, 2010

Film animasi karya PIXAR, Up menyabet dua Golden Globe Award, di gelaran ke-67 ajang penghargaan bagi insan perfilman yang diselenggarakan oleh Hollywood Foreign Press Association tersebut.

Up, yang menurut saya harusnya jadi film terbaik sepanjang 2009, dengan
meyakinkan meraih gelar paling bergengsi di kategori Best Animated Feature Film (Film Animasi Terbaik). Kategori ini seakan sudah dipastikan jadi milik Up, tanpa bermaksud meremehkan nominator lainnya. Akan tetapi, memang faktanya, Up berada di level yang terlalu jauh untuk digapai film-film lain di kategori ini, meskipun Coraline, misalnya, juga bukan film kacangan.

Yang mungkin agak mengejutkan adalah kemenangan di kategori Best Original Score (Ilustrasi Musik Orisinil Terbaik), di mana Michael Giacchino berhasil menelikung komposer kawakan James Horner (Avatar). Sekali lagi, inipun layak diterima oleh Up dan Giacchino, mengingat musiknya yang menyentuh dan permainan piano dan biola yang dominan di film ini membawa nuansa yang benar-benar luar biasa dalam kisah cinta Carl dan Ellie, pun dalam petualangan Mr Fredricksen dan Russel yang lucunya mentah sekaligus menyentuh.

Ah, selamat untuk para kreator Up, kalian memang layak memperoleh ini. Sekarang, saatnya menunggu apakah Oscar juga punya penilaian yang sama, atau mungkin lebih.

*Penghargaan lain yang diraih Up:
Critics’ Choice Award (2 penghargaan)
Golden Tomato Award dari rottentomatoes.com
People’s Choice Award

***************************************************an

Up – Belajar Banyak Dari Kesederhanaan

22 Desember, 2009

Ketika pertama kali Om Asfia menawarkan “Up” kepada saya, saya cuma melirik sekilas dan mikir “oh, Pixar. Pasti gambarnya bagus. Nggak tau ceritanya… Ntar-ntar aja ah nontonnya…” Saya memang belum tertarik meskipun promosi beliau, film ini masuk ranking tiga (!) film animasi terbaik sepanjang masa.

Adalah Nadira yang membuat saya akhirnya menonton film ini berkali-kali. Ia terus-terusan merengek minta putarkan ulang, setiap hari, bahkan dua-tiga kali sehari! Up sudah seperti SpongeBob atau Dora yang jadwal rerun-nya gila-gilaan.

Dan di film ini ternyata ada kisah yang sangat istimewa. Ia menawarkan sesuatu yang amat mendalam melebihi gambarnya yang komikal. Film ini sarat pelajaran, tanpa menggurui. Film ini sarat pesan moral, tanpa menghakimi.

Kekuatan utama dari Up, menurut saya adalah kesederhanaannya. Tokoh utamanya cuma seorang kakek tua pemarah dan anak gendut yang kelewat berminat pada kepanduan… Sangat jauh jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh keren dan luar biasa hebat, di game-game JRPG misalnya

Ceritanya pun, meski rada absurd dan tak masuk akal, tetap tergolong sederhana, khas khayalan anak kecil; tentang rumah yang bisa diterbangkan balon, tentang kakek tua yang berusaha mewujudkan impian masa kecil, tentang anak yang kesepian tanpa kehadiran ayah, tentang kesetiaan seekor anjing, tentang cinta kasih seekor burung Dodo betina kepada anak-anaknya… Kisah yang sebenarnya begitu dekat, begitu menyentuh karena bisa terjadi juga di kehidupan kita sehari-hari.

Dan sepertinya inilah yang coba ditawarkan Pixar kali ini. Mereka mengambil konsep yang sangat sederhana, mengembangkannya sedemikian rupa, dan tetap saja, menghasilkan mahakarya. Ketika kita mungkin sudah jenuh dengan film-film sarat kekerasan, setan, ambisi, ledakan, dan hasrat mengubah dunia, film eskapis seperti Up seolah menjadi oase di padang pasir. Ya, banyak sekali pelajaran yang bisa saya simak, sembari tersenyum kecut melihat dagelan nan mentah di film ini.

The wilderness must be explored! Caw, caw! Raar!
(Russell – my favorite line)

Monggo disimak trailernya:

Peter Gabriel – Down To Earth

21 November, 2009

Sejak pertama menyaksikan Toy Story (1995), saya sudah jatuh cinta pada film-film keluaran Pixar. Yah, meski tak seproduktif pesaingnya dalam jumlah film, menurut saya karya Pixar jauh lebih matang dalam kualitas konsep dan ide cerita.
Dari sekian karya mereka, WALL•E menurut saya layak dianggap sebagai yang terbaik. Minimalis dalam dialog, tapi begitu maksimal dalam membawa penontonnya berkontemplasi. Film yang sangat saya rekomendasikan untuk ditonton sekeluarga, namun lebih direkomendasikan lagi untuk ditonton sendiri.

Lagu berikut dijadikan lagu penutup di film tersebut, dibawakan oleh mantan dedengkot Genesis, Peter Gabriel.

Did you think that your feet had been bound
By what gravity brings to the ground?
Did you feel you were tricked
By the future you picked?
Well, come on down

All those rules don’t apply
When you’re high in the sky
So, come on down
Come on down

We’re coming down to the ground
There’s no better place to go
We’ve got snow up on the mountains
We’ve got rivers down below

We’re coming down to the ground
We hear the birds sing in the trees
And the land will be looked after
We send the seeds out in the breeze

Did you think you’d escaped from routine
By changing the script and the scene?
Despite all you made of it
You’re always afraid
Of the change

You’ve got a lot on your chest
Well, you can come as my guest
So come on down
Come on down

We’re coming down to the ground
There’s no better place to go
We’ve got snow up on the mountains
We’ve got rivers down below

We’re coming down to the ground
We hear the birds sing in the trees
And the land will be looked after
We send the seeds out in the breeze

Like the fish in the ocean
We felt at home in the sea
We learned to live off the good land
Learned to climb up a tree
Then we got up on two legs
But we wanted to fly
When we messed up our homeland
We set sail for the sky

We’re coming down to the ground
There’s no better place to go
We’ve got snow up on the mountains
We’ve got rivers down below

We’re coming down to the ground
We hear the birds sing in the trees
And the land will be looked after
We send the seeds out in the breeze

We’re coming down
Coming down to Earth
Like babies at birth
Coming down to Earth
We’re gonna find new priorities
These are extraordinary qualities

We’re coming down to the ground
There’s no better place to go
We’ve got snow up on the mountains
We’ve got rivers down below

We’re coming down to the ground
We hear the birds sing in the trees
And the land will be looked after
We send the seeds out in the breeze

We’re coming down to the ground
There’s no better place to go
We’ve got snow up on the mountains
We’ve got rivers down below

We’re coming down to the ground
We hear the birds sing in the trees
And the land will be looked after
We send the seeds out in the breeze

We’re gonna find new priorities
These are extraordinary qualities

*************************************************

Peter GabrielDown To Earth
From “OST Wall-E” (2008)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: