Posts Tagged ‘Simulation’

Theme Hospital – Kelola Rumah Sakit Anda Sendiri

6 Desember, 2009

Jika anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan di rumah sakit Ul*n atau geram melihat kasus RS Omni VS Prita, mungkin dengan memainkan game ini, anda akan mendapat insight baru.

Bahwa ternyata mengelola rumah sakit itu ribet dan menyebalkan! :twisted:

Theme Hospital adalah game jadul (1997) keluaran Bullfrog. Saya pertama kali memainkannya semasa SMA dulu di platform PlayStation. Tahun lalu saya sempat mendownload versi DOS-nya (bisa di-download di sini). Nah, beberapa bulan lalu saya mendapat versi Windows yang lebih stabil, lengkap dengan FMV dan efek 3Dnya (bisa di-download di sini *jangan terkecoh dengan namanya, itu benar-benar game Theme Hospital, dan BUKAN Hospital Tycoon!*).

Inti dari game ini adalah strategi pengelolaan rumah sakit. Di awal level permainan, anda akan disuguhi segepok uang dan lahan kosong yang kemudian harus anda kembangkan untuk menjadi sebuah rumah sakit. Anda harus membuat ruangan untuk diagnosis, perawatan, klinik dan lainnya, menyewa dokter, perawat, handyman dan resepsionis, mengembangkan riset untuk penemuan mesin dan ruangan baru, melatih para dokter baru agar punya spesialisasi lebih, dan dengan tidak lupa memperhatikan aspek efisiensi, efektivitas, tata ruang, dan kebersihan rumah sakit anda (tikus-tikus itu berkeliaran…).

Untuk memenangkan setiap level, ada target-target yang harus dikejar. Ada yang harus mengumpulkan sekian banyak koin uang, jumlah pengunjung yang disembuhkan, atau tingkat reputasi rumah sakit tersebut di masyarakat. Ada berbagai masalah yang juga harus dihadapi, makin sulit tiap naik level; gempa bumi, wabah menular, muntah massal, sampai tamu-tamu tak terduga.

Hal yang paling saya sukai dari game ini adalah unsur “dark comedy“-nya yang amat kental. Game ini sinis, sarkastik, sekaligus satirik. Nama penyakitnya aneh-aneh, penampilan dan ekspresi para pasiennya juga unik, dan cara penanganan hingga proses kematian pasien pun digambarkan dengan sangat kocak. Penyakit bloaty head, misalnya, disembuhkan dengan meletuskan kepala si pasien terlebih dahulu, untuk kemudian diberi kepala baru. Si dokter bisa ngambek dan nggak mau keluar dari staff room kalau gajinya tidak dinaikkan. Dan yah, muntah massal-nya begitu menjijikkan kalau anda tidak cepat tanggap dengan menyediakan tambahan handyman.

Overall, game ini menurut saya masih salah satu game strategi (jadul) terbaik; worth playing, time wasting, dan tentunya hilariously nostalgic.

Posting ini saya dedikasikan untuk Sora; we’re in the same club now, comrade…

Internazionale 2011

31 Januari, 2009

Internazionale Squad, Season 2010/11

Saya jarang sekali memainkan Football Manager lebih dari dua musim. Biasanya rasa bosan, ingin mencoba tantangan baru, atau ingin mengulangi semua dari awal membuat saya memutuskan me-restart permainan. Nah, beberapa bulan ini saya mencoba konsisten dengan bermain hingga musim kelima.

Skuad di atas saya ambil pada akhir musim keempat, dan sejauh ini saya sudah menangani dua tim, Inter Milan sejak 2007/08 dan Tim Nasional Inggris sejak ditawari pada akhir 2010.

Berikut seasonal overview saya:
– 2007/08: Saya mulai ditunjuk sebagai pelatih Nerazzurri.
Dan, mungkin karena saya memang tidak cocok dengan Moratti, sang patron memilih meninggalkan klub ini :twisted: dan digantikan oleh Rinaldo Ghelfi… (Jujur saya ndak tau orang ini siapa…)
Dari hasil menjual Maicon, Adriano, Burdisso dan Dacourt, saya dapat 51 juta Euro.
Ditambah modal awal 19 juta Euro, saya punya 70 juta cash di tangan.
Saatnya belanja, saya beli bek muda masa depan Inggris, Micah Richards, dan penyerang favorit saya, Michael Owen.
Selain itu, untuk investasi masa depan saya mengontrak Mamadou Sakho, Henri Saivet, Toni Kroos dan Lino Marzoratti.
Materazzi? Tentu pemain ini langsung saya taruh di Reserves, dilabeli “for sale gratis”, “not needed”, dan “available for loan”… Tapi sampai akhir musim tetap tidak ada yang berminat…
Prestasi: Juara Piala Super Italia dan Juara Liga.

- 2008/09:
Biaya transfer dinaikkan gila-gilaan menjadi 80 juta Euro! Saya memborong Freddy Adu, Lorenzo De Silvestri dan duo Arsenal, Theo Wallcott *lirik-lirik Sora* dan pembelian terbaik saya: Carlos Vela…
Sementara di sisi penjualan, saya cuci gudang dan melepas banyak pemain tak terpakai lewat free transfer, putus kontrak, atau mutual termination. Beberapa di antaranya adalah Marco Materazzi dan Cesar.
Prestasi: Juara Liga Italia dan Juara Coppa Italia.

- 2009/10:
Skuad yang kuat membuat saya malas belanja, walaupun transfer fund tetap mengalir, tapi saya cuekin saja.
Alih-alih, saya justru meraup untung dari menjual Lorenzo De Silvestri yang transfernya diambil alih oleh manajemen (37 juta!), juga Marco Andreolli dan Enrico Alfonso yang menambah 10 juta ke kas saya.
Saya hanya membeli kiper muda, Hugo Lloris dan Victor Obinna untuk menambah stok penyerang.
Prestasi: Juara Piala Super Italia dan Juara Liga, plus juara Liga Champions.

- 2010/11:
Musim terbaik saya, walaupun akhirnya gagal di Champions. Kali ini saya iseng membeli CRISTIANO RONALDO!!! Dengan 70 juta Euro, ia jadi pemain termahal yang saya beli, ditambah stok pemain muda seperti Garry Bocaly, Ever Banega, dan Bojan, saya total menghabiskan 138 juta…
Sementara pemain yang keluar adalah Henri Saivet (Dijual paksa oleh manajemen, yang kemudian sangat saya sesali karena semusim berikutnya Juventus membelinya dengan nilai 60 juta Euro!!!), Mario Balotelli, Nelson Rivas (cadangan abadi) dan Lino Marzoratti yang gagal bersaing.
Prestasi: Juara Piala Super Italia, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, juga tentunya Juara Liga Italia dan Coppa Italia

- 2011/12:
Masih berjalan, saya awali dengan menjual ZLATAN IBRAHIMOVIC! (Sengaja, demi mencari tantangan supaya musim ini makin sulit), dan diikuti oleh Patrick Vieira dan David Suazo.
Pemain yang masuk? Cuma satu, yaitu Sulley Ali Muntari, yang akhirnya bisa saya dapatkan setelah empat musim mengejar-ngejar pemain ini…
Prestasi Sementara: Juara Piala Super Italia

- Tidak ada keinginan untuk menangani klub semenjana?
Tidak, malas… Repot kok dicariā„¢ :mrgreen:
– Rencana membeli pemain baru?
Tidak ada juga, saat ini kas sedang defisit sehingga manajemen menyetop pendanaan, tapi bukan masalah, karena skuad saya sekarang sudah kuat :twisted: .
– Rencana menjual pemain lama?
Cukup banyak yang mau saya lego, pemain-pemain tua seperti Ivan Cordoba, Walter Samuel, Michael Owen, juga pemain-pemain “hopeless” semacam Pele, Coelho, Attila Filkor, dan Vid Belec
– Pembelian Terbaik?
Carlos Vela dari Arsenal, cukup mahal (18 juta) tapi langsung jadi pemain terbaik Serie A di akhir musim, versatile dan “mau” di tempatkan di mana saja: sebagai AM, winger atau striker. Juga mencetak cukup banyak gol.
– Pembelian terburuk?
Lino Marzoratti, 15 juta dan dijual cuma senilai sepertiganya. Tadinya saya kira bakal jadi pelapis yang sepadan buat Zanetti, taunya… Ah…
– Kesimpulan?
Saya targetkan bermain sampai 18 musim lagi, biar tau rasanya jadi Alex Ferguson…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: