MLU adalah rata-rata jumlah morfem yang dihasilkan anak untuk setiap tuturannya. MLU digunakan untuk mengukur perkembangan sintaktik anak. Semakin tinggi perkembangan pemerolehan bahasanya, semakin besar pula jumlah morfem yang bisa dihasilkan anak dalam satu kali ujaran. Hal ini sejalan dengan perkembangan sintaktik anak yang terjadi secara bertahap (gradual), dari yang tadinya hanya terdiri dari dua kata (telegraphic speech), terus hingga semakin mendekati kompetensi yang dimiliki orang dewasa.
Pengukuran dengan menggunakan MLU jauh lebih dapat diandalkan ketimbang usia, mengingat kecepatan pemerolehan bahasa antar anak sangatlah bervariasi. Dengan menggunakan MLU peneliti dapat terbantu dalam menetapkan level kemajuan kompetensi berbahasa anak secara lebih obyektif.
Dengan memahami konsep MLU, orang dewasa dapat menyesuaikan sikapnya dalam berkomunikasi dengan anak. Salah satunya adalah dengan menerapkan CDS (Child Directed Speech), atau disebut juga caretaker speech. Orang dewasa (misalnya orang tua atau guru) menyederhanakan ujaran yang mereka gunakan ketika berbicara dengan siswa. Tujuannya adalah agar anak bisa lebih memahami apa yang ingin disampaikan oleh si orang dewasa. Beberapa modifikasi dalam CDS antara lain:
- Unsur fonologis: simplifikasi bunyi, nada menaik, penekanan empatik, jeda lebih lama, dan kecepatan bicara dipelankan.
- Unsur leksikal: kosa kata sederhana, topik dipahami anak.
- Unsur sintaksis: tuturan lebih pendek dan tidak terlalu rumit.Selain itu, CDS juga ditandai oleh banyaknya pengulangan dan pengungkapan dengan cara lain. Terkadang orang dewasa juga menggunakan istilah-istilah yang tidak ada artinya (meaningless) bagi orang dewasa, tetapi menyenangkan dan menarik (euphonic) di telinga anak. Dengan memahami konsep MLU dan menerapkan CDS, diharapkan anak dapat terbantu dalam proses pemerolehan makna dan juga produksi ujaran.
==============
Anu, yang di atas itu satu dari lima jawaban saya untuk tugas ujian akhir semester, mata kuliah Psikolinguistik. Hitung-hitung berbagi puyeng sahaja kepada dunia…