Preposisi

6 Januari, 2010

tuan dan nyonyah yang tau bahasa Indonesia, tadi di kuis Are You Smarter Than 5th Grader, ada pertanyaan mana preposisi yang betul, “petak umpat DIGEMARI anak-anak” atau “anak-anak bermain DI HALAMAN BELAKANG”. Jawabannya dari host, DI HALAMAN BELAKANG. Kalau kata saya, dua-duanya betul, iya tidak?

Pertanyaan itu dilontarkan seorang rekan, yang mengaku peduli terhadap dunia pendidikan, dan kebetulan saat ini tengah menjabat sebagai tenaga pengajar sebuah sekolah di daerah dekat neraka terpencil.

Nah, si rekan ini bersikeras mengatakan bahwa dua-duanya merupakan preposisi yang betul. Ini yang harus saya luruskan.

Entah apakah beliau lupa apa yang diajarkan para dosennya di Jurusan Pendidikan Bahasa dulu sewaktu kuliah di salah satu kampus terkemuka di Kalimantan tersebut, atau memang beliau tidak tahu bedanya preposisi dengan prefiks, ada baiknya saya jelaskan sedikit lewat postingan ini.

*Tarik nafas panjang*

Preposisi adalah kata yang berfungsi untuk mengintrodusir kata/frase benda, dan membentuk frase baru bernama frase preposisional. Umumnya, preposisi digunakan sebagai penanda waktu, lokasi, posisi, dan arah.
Dalam bahasa Indonesia, ada beberapa kata yang merupakan preposisi, misalnya di, ke, dari, dan pada.
Preposisi ditulis terpisah dari kata/frase benda yang diintrodusirnya. Karena itu kalimat ” *Anak-anak bermain dihalaman belakang.” adalah salah. Yang benar adalah “Anak-anak bermain di halaman belakang.”

Nah, masalah ada pada preposisi “di”. Hal ini tak lepas dari kenyataan, bahwa “di” juga digunakan sebagai imbuhan (prefiks) yang melekat pada kata kerja dan membentuk kata kerja pasif.

Ini hal sepele, karena hanya melibatkan satu spasi. Mungkin karena saking sepelenya si rekan juga kerap salah dalam berbedaan fungsi “di” tersebut. Silakan search saja kata disini, dimana, dan disitu di blog beliau, dan hitung sendiri berapa kali beliau menggunakannya :twisted: .

Yang, jelas, kalau saya yang ditanya “mana preposisi yang benar” dari dua kalimat di atas, maka tentu saya akan menjawab, “DI HALAMAN BELAKANG”. Karena apa? Karena eh karena, “DIGEMARI” adalah kata kerja pasif, bukan preposisi.

Demikian pelajaran bahasa kita hari ini. Semoga ada manfaatnya. Salah dan khilaf mohon dimaafkan. Kalau ada pertanyaan silakan ditanyakan dikolom, eh di kolom komentar dibawah, eh di bawah. Donasi silakan kirim ke Paypal saya. Wassalam!

About these ads

13 Tanggapan to “Preposisi”

  1. Rijal Berkata

    Dsr pintar babanaran kamtu nang ae! ikhlas banar dulu julak uyuh uyuh tapuntal puntal malajari ikam! hehehe…

  2. Amd Berkata

    @ Rijal
    Malajari apa julak? Malajari manyambat “congratulations” kah? :mrgreen:

  3. itikkecil Berkata

    terima kasih atas pelajarannya kakak…
    *digampar*
    etapi saya kok merasa ada karakter asinan di sini…
    *gelar tiker*
    *nunggu yang disindir dateng*

  4. jensen99 Berkata

    Jadi kata “disini”, “disitu”, “dimana” dan “dibawah” semuanya mesti pake spasi ya? :?
    *catet*

    Yah, bgitulah, bahasa inggris aja masih sering salah, apalagi bahasa indonesia :P
    *memandangi ijazah guru bahasa inggris yang berdebu*

  5. hera Berkata

    hihihi…om amed ini mang keren abis dah.. sampe2 dijadiin postingan…hehehe :mrgreen:
    *menunggu si beliau dateng juga daah,,

  6. Amd Berkata

    @ Itikkecil
    Sama-sama…
    Karakter asinan? Saya rasa tidak… tidak salah :mrgreen:

    Lagian saya kan hanya membeberkan data dan fakta, sesuai disiplin ilmu yang pernah saya tekuni, begitchu…

    @ Jensen99
    Ya, harus dipisah, tidak bisa tidak.

    Sebenarnya sederhana dan sepele saja, teori berbahasa kan dipakai untuk meminimalisir perbedaan penafsiran.

    @ Hera
    Sepertinya agak sulit untuk mengharap beliau yang sibuk itu sudi datang…

  7. gunawanrudy Berkata

    *menunggu pembalasan ybs*

    *ambil kerupuk*
    :mrgreen:

  8. Iezul Berkata

    Mmh preposisi ya trnyata,,tapi bukanx preposisi itu adiknya urbanisasi,kakaknya transmigrasi,sepupunya reboisasi. . .Itu kan keluargax si busi,duh si si si si. . .

  9. aap Berkata

    Hmm..sudah lupa semua pelajaran sekolah dulu…!


  10. sama. saya juga menunggu pledoi dari sang tersangka :D

  11. lambrtz Berkata

    Mana ini Mansupnya. Masih tidur kah?

  12. Fortynine Berkata

    Still…the same statement from me:

    Berani berbuat, tidak berani bertanggung jawab. Ha ha ha ha ha……


  13. [...] berbagai kesalahan di sana-sini. Masih banyak dari mereka yang seringkali tak membedakan penggunaan preposisi ‘di’ dengan imbuhan ‘di-’ (misalnya menulis ‘dirumah’ dan [...]


Comments are closed.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: